BOB SADINO: SAYA BIARKAN KARYAWAN KURANG AJAR KEPADA SAYA

Dua hari setelah saya berikan copy buku Follow Your Passion, saya ditelpon Bob Sadino, “Muadzin, saya sudah baca buku kamu. Kapan ada waktu buat ngobrol-ngobrol? Saya mau tahu lebih banyak nih”.
“Eh yang bener Om? Besok boleh Om”, tanpa pikir panjang saya langsung siapkan jadwal.
“Ok. Biar waktunya panjang bisa seharian, ketemu dari pagi saja ya. Kamu ke rumah saya, nanti lanjut makan siang, terus kita lanjut ngopi di Kemchicks”.

Woohoo… mimpi apa coba diajak ngobrol sama Bob Sadino seharian!
Jam 9 pagi, saya dan isteri sudah berada di rumah beliau di bilangan Lebak Bulus. Kata Om Bob, rumahnya bertipe 21: tanah 2 hektar, rumah 1… hehe ini beneran, tanahnya 2 hektar.
Kami dijamu teh dan kue pagi sambil ngobrol-ngobrol ringan bareng Om Bob dan isteri. Ramah sekali mereka.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya ceritakan. Saking banyaknya, saya sampai bingung mau cerita yang mana. Bayangkan, sehari penuh bersama Bob Sadino!

Saya mau cerita satu kejadian saja saat makan siang. Om Bob mengajak kami makan ke sebuah restoran Thai di bilangan Kemang. Nah yang ini juga perlu saya ceritakan. Saya pikir beliau akan naik Jaguar, atau BMW-nya, dan kita nanti ketemu di restoran tersebut, ternyata dia bilang ke isteri saya, “Maaf ya, saya duduk di depan.” Maksudnya, beliau naik mobil Chevrolet Zafira setengah-tua saya… hehe maaf ya Om kalau rasanya beda banget sama Jaguar๐Ÿ™‚

Sebelum ke restoran tersebut, dia minta ijin untuk ajak dua orang managernya ikut makan bareng dan jemput mereka di Kemchicks.

Dua karyawan beliau ini termasuk suka bercanda. Di dalam perjalanan dan saat makan siang, kami ngobrol tentang suasana kerja di Kemchicks diselingi becandaan kocak. Kadang mereka mencandakan om Bob dengan cueknya. Bahkan, menurut kami hal tersebut sudah tidak pantas dilakukan oleh seorang bawahan kepada atasannya. Tapi Om Bob sama sekali tidak menunjukkan rasa ketidaksukaan, apalagi marah. Malah beliau ikut ketawa terkekeh-kekeh.


Foto Bersama Alm.Bob Sadino dan Manager Kemchiks

Saat lanjut ngopi sore di Kemchick dan kami hanya bertiga, saya dan isteri bertanya, “Om Bob kok cuek aja sih dibecandain karyawan, bahkan becanda yang cenderung kurang ajar?”
Sambil melontarkan senyuman khasnya, beliau bilang, “Memang saya biarkan karyawan kurang ajar sama saya”.

Hah!?

“Karena kalau mereka sudah berani bercanda kurang ajar, berarti kita sudah berhasil dekat dengan karyawan. Kita sudah dianggap teman.” tambahnya.
Wow! What a lesson!

Kadang kita sebagai pemilik usaha, justru bersikap sebaliknya ‘kan? Berusaha jaim dan menjaga jarak dengan karyawan. Agar kita terlihat berwibawa, sehingga karyawan jadi sungkan dan takut dengan kita (eh maap, ‘kita’ lagi… ‘saya’ ding… hehe).

Ya, salah satu hal yang paling mencolok untuk kami amati selama seharian kebersamaan kami dengan Om Bob adalah kedekatan beliau dengan karyawannya. Terlihat juga saat kami diajak keliling Kemchicks, beliau menyapa semua karyawan yang dia ditemui. Semua. Sampai ke janitor dan office boy.

“Muadzin, di sini tidak ada anak buah, yang ada anak beneran. Mereka saya anggap anak-anak saya sendiri”, kata beliau.

Dan rata-rata, usia mereka bergabung dengan Kemchicks sangat panjang. Dua manajer tadi, sudah bekerja 30 tahun di Kemchicks. Bahkan ada 1 karyawan lagi, mereka menyebutnya ‘orang nomor 1’, yang sudah ikut Bob Sadino sejak Kemchicks belum berdiri 43 tahun lalu.

Istri saya menanyakan, bagaimana kiat-kiat beliau bisa me-retain anak buahnya sekian lama. Jawabannya di luar dugaan. “Tante ini jagonya”, katanya sambil menunjuk istrinya. “Dia punya list seluruh karyawan, lengkap dengan tanggal ulang tahunnya. Setiap ada yang ulang tahun, dia selalu memberikan kado spesial untuk karyawan tersebut. Dan bukan sekedar kado, atau bingkisan yang typical, tapi dia benar-benar menyiapkan kado tersebut sesuai dengan kebutuhan karyawan yang berulang tahun.”

“Hal yang sederhana itu berdampak sangat besar kepada karyawan. Kadang si karyawan sendiri atau suami/istrinya lupa kalau hari itu adalah hari ulang tahunnya”, tambah beliau.

Hmm… simple ya?

People don’t care how much you know, until they know how much you care. –Theodore Roosevelt
Depok 5 April 2013
Muadzin F Jihad
Founder Semerbak Coffee

Sumber tulisan : http://bit.ly/2gB8Vbq

Kategori

Kategori