9 Cara Menjadi Pengusaha Sukses

Banyak orang yang menginginkan menjadi seorang pengusaha sukses.
Banyak cara menjadi pengusaha sukses,
Bila Anda ingin menjadi pebisnis sukses maka yang harus Anda lakukan Adalah memulai bisnis tersebut, bukan hanya menanyakannya saja
Namun memang benar ada cara yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pebisnis sukses.
Anda mau tau bagaimana cara untuk menjadi pebisnis sukses ?
Semua terangkum dalam ulasan berikut ini :

1. Segeralah memulai nya

Yaps benar Segera Memulai Bisnis adalah cara pertama yang harus Anda tempuh bila ingin menjadi pengusaha sukses.
Sebagus bagusnya bisnis yang ingin Anda buat akan selalu percuma jika Anda tidak memulainya.
“Sebaik – baik nya bisnis adalah yang dimulai bukan di tanyakan terus menerus”
– Jaya Setiabudi ( Juragan Besar Yukbisnis.com )-

2. Kuatkan Niat dan Jangan Terbawa Arus

Kuatkan niat bila ingin menjadi pengusaha sukses, Karena sesuatu yang diawali dengan niat yang kuat, hasilnya akan lebih baik dibandingkan dengan hasil yang diperoleh tanpa niat, Bayangkan bila Anda tidak berniat alias terpaksa menjadi pengusaha, maka mungkin hasil dari usaha Anda akan hancur dan bangkrut.
Jangan terbawa arus, bila Anda sudah memiliki niat yang kuat untuk menjadi pengusaha, jangan terbawa oleh arus yang tidak baik, karena itu akan mengganggu bisnis Anda dan akan menghancurkan bisnis Anda.

3. Cintai Bisnismu

Cintailah bisnis yang Anda jalankan bila ingin menjadi pebisnis sukses,
Karena bila menjalankan bisnis yang Anda cintai, sesulit apapun, sebesar apapun kendala yang ada,
itu bukan hambatan yang besar, karena Anda mencintai bisnis tersebut.
Misalnya :
Anda sangat menyukai sepak bola, maka mulailah berbisnis yang berhubungan dengan sepak bola.
Seperti menjual jersey bola, sepatu bola dan lain lain.

4. Semangat dan panting menyerah

Semangat dan Pantang Menyerah adalah sebuah modal yang sangat penting bila Anda ingin sukses sebagai pebisnis.
Bayangkan jika Anda, tidak bersemangat, mudah menyerah, bermalasan, loyo, lemas bagaimana Anda bisa sukses sebagai pebisnis ?
Bila Anda tidak memiliki semangat yang hebat dalam berbisnis maka Anda tinggal menunggu .saja bisnis Anda roboh.
Jika Anda merasa tidak bersemangat, ada hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk membangun semangat yang kuat, yaitu dengan :
Carilah motivasi & pelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sudah sukses sebelum Anda.

5. Berani Mengambil Resiko

Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu saja ada resikonya.
Semakin besar hasil yang Anda inginkan, maka kemungkinan resiko yang ada dihadapan Anda juga besar.
Orang yang berani mengambil resiko memiliki kemungkinan untuk sukses yang lebih besar dibanding mereka yang takut mengambil resiko.
Jangan pernah takut untuk gagal, karena kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan.

6. Memiliki Pengetahuan Dalam Berbisnis

Tanpa adanya pengetahuan akan membuat bisnis yang Anda jalankan hanya akan mengalami kegagalan.
Tidak akan ada kesuksesan tanpa sebuah pengetahuan.
Sekarang sudah banyak sekali buku buku bisnis dan seminar tentang bisnis.
Maka belilah buku buku tersebut dan ikuti seminarnya juga, agar ilmu yang Anda peroleh semakin besar dan banyak.

7. Berteman Dengan Pebisnis

Luangkanlah beberapa waktu untuk bersama dengan mereka.
Karena Anda bisa saling berbagi ilmu, bertukar pikiran dan juga mendapatkan nasehat dari mereka yang sudah sukses.

8. Belajar Dari Para Pebisnis Yang Sudah Sukses

Sebuah pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru yang terbaik”.
Seorang calon pengusaha yang ingin sukses harus mau mengambil pengalaman dari pebisnis lainnya yang sudah sukses.
Apapun pengalamannya baik kegagalan atau kesuksesan harus dijadikan pelajaran sebagai pedoman untuk Anda dalam membangun sebuah kesuksesan berbisnis.

9. Tanpa TAPI, Tanpa NANTI

Ya jika Anda ingin menjadi pebisnis yang sukses jangan pernah menanti dan beralasan.
Karena Alasan dan penundaan adalah penghambat terbesar seseorang yang ingin sukses dalam berbisnis.
“Musuh terbesar ada 2 : Alasan dan penundaan”
Semoga artikel 9 cara menjadi pengusaha sukses ini bermanfaat dan selamat mencoba menjadi pebisnis sukses :)
Penulis : kevin giovany
Sumber : https://hot.yukbisnis.com/cara-menjadi-pengusaha-sukses/

Inilah Rahasia Gazan Merubah Modal 50 Ribu jadi Omset Ratusan Juta

Ternyata Gazan menggunakan 7 Formula Mencipta Tren dalam Buka Langsung Laris karya Jaya Setiabudi.

Berikut 7 Formula Mencipta Tren :
1. Bidik Pasar Potensial

Menemukan celah pasar yang banyak permintaan dan minim persaingan.

2. Produk Ngangenin

Cara mengetahui kelayakan suatu produk diterima oleh target pasarnya.

3. Merek yang Ngetop

Pantangan dan anjuran pembuatan merek dan slogan.

4. Kemasan Pertama diambil

Membuat semua mata melirik produk Anda.

5. Saluran D=P

Memasarkan produk dengan biaya orang lain.

6. Penyebar Virus

Membuat banyak orang mencari produk Anda.

7. Pengungkit Konversi

Mendongkrak angka penjualan.

Semoga yang Share bisa mengikuti jejaknya Gazan Aamiin

Sumber : Fanspage Yukbisnis (https://www.facebook.com/YukBisnisCom/photos/pcb.953213368096259/953212004763062/?type=3&theater)

Hampir Semua Pebisnis Akan Melalui 9 Tahap Ini

Anda pebisnis yang sudah sampai tahap mana?



Berdasarkan riset dan analisa saya, hampir semua pebisnis akan melalui 9 tahap ini. Apa saja tahapnya? Yuk, kita lihat kita sudah sampai mana.
  1. Euforia
    01. 9 tahap pebisnis
    Inilah yang kita rasakan ketika kita baru memulai bisnis. Kita merasa kita adalah makhluk yang paling bahagia di dunia karena berhasil memulai sebuah bisnis. Kita adalah orang yang genius karena sudah mengeksekusi ide kita. Tapi apa yang terjadi berikutnya?
  2. Realita
    02. 9 tahap pebisnis
    Rupanya bisnis kita tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita kira. Bisnis kita memiliki masalah dari A-Z. Yah, lebih kurang seperti beginilah kondisi kita saat bisnis kita sudah berjalan.
  3. Frustasi
    03. 9 tahap pebisnis
    Dan perlahan-lahan frustasi mulai menghadapi kita. Kita sudah melakukan sebisa kita tapi bisnis kita tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang layak. Kita mulai berhalusinasi. Kita mulai melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Mungkin kita tampak seperti ini.
  4. Putus Asa
    04. 9 tahap pebisnis
    Frustasi terus menerus melanda kita yang akhirnya membawa kita ke keputusasaan. Kita mulai tidak bisa berbuat apa-apa. Kita sudah mulai pasrah terhadap keadaan kita. Dan akhirnya…
  5. Bangkrut
    05. 9 tahap pebisnis
    Yap.. Bisnis kita yang divonis akan mati ternyata benar! Bisnis kita bangkrut! Kita sudah tidak memiliki apa-apa. Bahkan kondisi kita minus. Di sinilah titik terendah hidup kita. Bisa dikatakan kita lebih kere daripada pengemis.
  6. Penerimaan
    06.9 tahap pebisnis
    Tetapi dibalik keadaan tersebut, kita mulai bisa menerima apa yang terjadi dengan hidup kita. Pintu hati kita terbuka dengan kondisi bangkrut. Kita membiarkan bangkrut melalui hidup kita. Kita menerima bangkrut melalui hidup kita. Kalau bahasa gaulnya sih, Let It Go..
  7. Penentuan
    07. 9 tahap pebisnis
    Dan akhirnya kita mulai memutuskan. Memutuskan apakah kita akan lanjut berbisnis, kembali bekerja, atau bahkan memutuskan untuk kabur dari kenyataan.
  8. Harapan
    08. 9 tahap pebisnis
    Dibalik keputusan kita ingin tetap melanjutkan berbisnis, akhirnya kita bangkit. Kita mulai merasakan aura-aura positif dari dalam diri kita seperti saat kita memulai bisnis dulu. Akhirnya kita merasakan ada secercah harapan yang terus bersinar di depan kita, tetapi saat kita bangkrut kita tidak melihat harapan tersebut. Dan akhirnya kita bergerak menuju harapan tersebut.
    1. Sukses09. 9 tahap pebisnis
      Perjalananpun terus berjalan akhirnya kita menuju tahap terakhir yaitu kita mencapai sukses kita. Melewati sekian banyak tahap dan tiba di tahap terakhir. Tetapi di tahap ini kita harus bisa mempertahankan kesuksesan kita.
Kenapa saya beri judul hampir semua? Karena pada titik penentuan tidak semua pebisnis melanjutkan untuk berbisnis lagi.
Cukup banyak yang memutuskan untuk kembali bekerja.
Dan ada pula yang kabur meninggalkan hutang begitu saja alias kabur dari kenyataan.
Jadi, kamu sudah sampai tahap keberapa?
Penulis : Mulyadi
Sumber : https://hot.yukbisnis.com/hampir-semua-pebisnis-akan-melalui-9-tahap-ini/

5 NASIHAT ALM.BOB SADINO UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN

Almarhum Om BOb pernah diundang sebagai tamu dalam acara Kick Andy.
Dalam sebuah kesempatan, sang pembawa acara bertanya :

"Bagaimana caranya supaya kita menjadi pengusaha sukses ?"
Dan berikut adalah tips dari Bob Sadino atau Om Bob :

1. Hilangkan Rasa Takut

Takut ga ada duit, takut rugi, takut gapunya modal hilangkan itu semua.

2. Jangan Berharap

Bila Anda berharap banyak Anda akan kecewa
Karena dibalik harapan ada kekecewaan
Jadi untuk Apa berharap ?

3. Kemauan

Jelas semua orang memiliki kemauan, jadinya tidak cukup bukan?
Kemauan harus dilengkapi dengan tekad bulat dan berani mengambil peluang

4. Tahan Banting Dan Jangan Cengeng

"Mau bisnis ga ada duit, dikasih duit gatau jual apa, dikasih tau jual apa, nanya lagi pemasarannya bagaimana,
kalau ada orang gitu mending mati aja deh"
Ujar Om BOb

5. Bersyukur Kepada Sang Pencipta

Karena tanpa sang pencipta kita tidak akan bisa menjadi apa - apa.

Sumber : Fanspage Yukbisnis (https://www.facebook.com/YukBisnisCom/posts/1041130639304531)

INI DIA 5 AMALAN BEBAS HUTANG!

Kali ini Saya ingin sharing dengan Anda tentang Bagaimana Saya Bisa Lunas Hutang dalam Waktu Cepat.
Sebelum ketahui caranya, sadari terlebih dahulu bahwa hutang itu wajib dibayar.
Artinya, jika saat ini Anda sedang memiliki hutang, maka berusahalah sekuat tenaga untuk bisa menyelesaikannya sesegera mungkin.

Lantas, bagaimana caranya?
Pertama, Taubat Nasuha. Apapun alasannya, pastikan kita segera taubat dan menyesali segala dosa yang telah diperbuat, serta berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulanginya lagi. Kenapa? Jangan tanya kenapa, cobalah merenung dan berpikir: sudah berapa banyak dosa yang telah diperbuat selama ini? Renungkan.
Kedua, Pasrah Total. Dalam kondisi bangkrut dan punya hutang, sadarilah bahwa sungguh Maha Besarnya Allah dan betapa kecilnya kita. Pasrah saja. Ridho dengan keadaan yang ada. Terima segala kemungkinan yang terjadi. Pasrahkan diri kita hanya pada-Nya.
Ketiga, Bantu Orang Lain. Ingatlah sabda Rasulllah SAW, "Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hambaNya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim). Bantu orang lain dahulu, dibantu Allah kemudian.
Keempat, Tingkatkan Amalan Harian. Shalat Dhuha, Tahajud, Tadarrus Al-Qur'an, Sholat Tepat Waktu, Shubuh Berjamaah, Dzikir, dan amalan-amalan harian lainnya harus ditingkatkan. Dekati Allah, supaya Allah kasih solusi dari arah yang tidak disangka-sangka.
Keempat, Persering Silaturrahmi. Dibalik silaturrahmi, ada rezeki. Yakinilah itu. Coba perbaiki hubungan dengan orang tua, pasangan, keluarga, sanak saudara, rekan kerja, dan teman-teman kita. Hubungi mereka jangan pas ada butuhnya saja. Ingat itu. Ingat.
Kelima, Perbanyak Sedekah. Sedekah itu bukan dari yang kaya ke yang miskin, tapi dari yang mau ke yang membutuhkan. Bahasa langit itu bukan kaya dan miskin, tapi lapang dan sempit. Orang kaya bisa jadi sempit, kalau dia pelit. Orang miskin bisa jadi lapang, kalau dia dermawan.
Sebelum Anda lanjutkan baca, sadarkah Anda bahwa semua aktivitas di atas adalah amalan langit? Lalu, bagaimana dengan aktivitas buminya?
Ya. Fokuskan diri Anda 80% pada Solusi, dan 20% pada Masalah (Hutang).
Solusinya apa?
Bisa bisnis, bisa jualan, bisa kerja. APAPUN itu. Yang penting: HALAL!
Jangan dulu so idealis karena ingin mendapatkan uang besar dalam waktu cepat. Nikmati prosesnya, sambil menjalankan 5 amalan langit di atas.
Kalau Anda baca buku terbaru Saptuari yang berjudul KEMBALI KE TITIK NOL, Anda akan tahu bahwa hampir 99% dari mereka yang berhasil bangkit dari bangkrut dan mampu menyelesaikan hutang-hutangnya (mulai dari puluhan juta, ratusan juta, bahkan Miliaran), mereka melakukan hal yang sama. Persis.

Yakinilah...
Semua masalah pasti ada solusinya.
Bukankah Allah tidak akan membebani mahluknya di luar kemampuannya?
Semoga apapun masalah Anda saat ini diberikan kemudahan dan jalan keluar oleh Allah SWT. Aamiin..

Sumber : Dewa Eka P

JUST FOCUS ON ALLAH! UTANG 3 MILYAR LUNAS DAN KEAJAIBAN TERUS BERDATANGAN..

Madinah waktu subuh..
Saya dan mas Munawar keluar dari hotel berdua menuju masjid Nabawi. Sampai persis di depan Hotel sebuah taksi pas juga berhenti di depan kami. Sesosok tinggi besar keluar dari taksi langsung menyapa mas Munawar dalam bahasa arab yang saya tidak mengerti, saya hanya menjawab salamnya lalu ikut menyalaminya.
"Mas Saptu, Saya antar beliau dulu ke kamar hotel ya, nanti ketemu di Nabawi.." kata Mas Munawar.
Usai sholat subuh kami bertemu di halaman masjid Nabi yang penuh manusia itu.
Mas Munawar melanjutkan,
"Tadi itu Sheikh Sholeh Al Rajhi mas, salah satu kerabat Sulaiman Al Rajhi, pemilik bank tanpa riba terbesar di Saudi. Beliau ada kerjasama dengan kami untuk bisnis umroh. Nah nanti siang kita diajak beliau bertemu dengan Shaikh Abdurahman Al Sudais, imam besar Masjidil Haram.. kebetulan Shaikh Sudais sedang ada tugas di Madinah... "
Saya langsung bengong....

 
***
Teringat 1 Juni 2016 lalu ketika saya mengisi satu sesi seminar "Pengusaha Tanpa Riba" di Jakarta, saya bertanya kepada para peserta seminar siapakah yang tidak punya utang di bank?
Hanya 1 orang yang angkat tangan! Wow!
Saya inget orangnya, yang ketika sesi istirahat mengenalkan diri dan memberi sebuah buku pada saya..
"Saya Rendy ReZha Mas, ini buku karya saya PPA (Pola Pertolongan Allah), kami punya training untuk orang-orang yang ingin merubah hidupnya, alumni kami sudah 9000 orang lebih di Indonesia.."
Itulah awal perkenalan saya dengan komunitas PPA ini, Rendy di usianya yang masih muda, 26 tahun menjadi inspirasi ribuan orang menemukan ujung pangkal masalah mereka dan bisa menghadirkan banyak solusi keajaiban penyelesaiannya..
"Just Focus On Allah.." hanya itu mas ilmunya, ketika Allah ridho maka masalah apapun akan beres!
Sejak itu buku "Pola Pertolongan Allah" ikut masuk daftar yang dijual di Jogist bookstore milik saya, laris dan diburu banyak orang karena tidak dijual di toko buku konvensional.
Bulan Oktober tahun lalu Rendy mengajak saya untuk bikin program umroh bareng Saptuari dan Rendy, Alhamdulillah ada 175 jamaah yang berangkat bulan April ini, selama umroh inilah saya mengenal mas Munawar dengan banyak cerita ajaibnya..
Ketika berangkat di bandara Soekarno Hatta, Rendy mengenalkan saya dengan mas Munawar..
"Beliau otak dibalik PPA Tour and Training mas, untuk perjalanan umroh dan fasilitasnya beliau ini jaringannya di Saudi banyak sekali.."
Ketika mau masuk pesawat mas Munawar berkata.
"Mas maaf saya di depan ya, gak tau nih tadi dapat bonusan dari Emirates, saya dikasih kursi di kelas bisnis. Padahal kalo upgrade bayar 40 juta/seat, ini gratis aja dikasih.."
Rejeki nomplok itu namanya, atau keberuntungan yang bisa diundang?
Di Madinah kami satu kamar, obrolan kami ngalor ngidul, dan saya menjadi pendengar yang baik untuk kisah hidupnya. Ternyata dia selama ini jadi silent reader di group facebook ini. Jadi saya lebih mudah membongkar jeroan ceritanya..
Saya inget ketika Rendy cerita bulan September 2015 sedang mengadakan training PPA di Pekalongan, ada orang yang menunggu acara dengan gontai di lobby hotel. Wajahnya suram dan penuh masalah.. ternyata dia itu orangnya!
Bagaimana ceritanya dia bisa merubah total hidupnya dalam 1,5 tahun ini??
"Saya terjebak utang riba 3 milyar mas, usaha batubara saya rugi besar, bangkrut meninggalkan banyak utang. Waktu itu saya belum tau hukumnya main terjang aja, yang haram pun saya sikat. Buyer saya di Singapura, kalo pas ketemu disana saya harus melayani dan menjamunya. Dari urusan makan sampai hiburan, dalam hati saya menolak maksiat ini, tapi bagaimana lagi.. ini seperti lingkaran yang ada di bisnis ini. Dan bener ketika ALLAH tidak ridho maka ALLAH jungkalkan bisnis saya. Pusing minta ampun.. produksi berhenti, dan saya tidak bisa membayar utang usaha itu.."
Cerita mas Munawar berlanjut di kamar
Terus?
"Setelah ikut training PPA saya baru sadar banyak sekali kesalahan saya dalam bisnis yang saya langgar. Pantas jika ALLAH habiskan semua. Sejak itu saya taubat minta ampun pada ALLAH dan berusaha keras membersihkan semua harta saya dari yang haram. Beraaaat, tapi saya harus lakukan, saya tidak mau masih ada harta haram yang nempel di badan saya, akhirnya saya rembukan dengan istri dan kami sepakat mengembalikan semua harta yang kami dapatkan dengan riba.. rugi gakpapa yang penting segera diri kami bersih di mata ALLAH. Rumah KPR kami kembalikan ke developer, dua mobil yang kami punyai pun kami kembalikan ke leasing, semua kartu kredit saya tutup tanpa ampun, saya harus bergerak cepat untuk melunasi utang saya lainnya. Sampai ada tawaran untuk kerjasama bisnis di Saudi, dengan uang yang tersisa saya niatkan waktu itu berangkat kesini.."
Mas Munawar menyelesaikan S1 dan S2 nya di Yordania, pantes bahasa arabnya
Cas cis cusss faseh! Jadi modal untuknya membuka jaringan di tanah Arabia..
Langsung mulus? Tidaaak...
"Saya mencari tiket pesawat murah menuju Saudi, transit di Colombo Srilangka. Malam hari menginap di hotel dekat bandara, uang modal usaha saya simpan di tas yang saya letakkan di samping tempat tidur. Pagi harinya saya kaget uang itu sudah raib dari tas, lemes sudah.. di negeri orang baru setengah perjalanan, uangpun hilang. Saya berusaha membaca pesan cinta dari ALLAH, kenapa ini terjadi. Baru saya sadar, kalo uang itu memang saya dapatkan dari jalan yang tidak sepenuhnya halal, jadi ALLAH seperti tidak mengijinkan uang itu masuk ke tanah suci, saya bisa lanjut terbang lagi dari Colombo ke Saudi hanya dengan modal yakin dan iman!"
Mmm... makin seru
"Sampai Saudi saya ke Mekah, sempatkan untuk umroh sambil menahan lapar. Ketika saya duduk di halaman luar Masjidil Haram ada penjual swawarma yang harum baunya, lapar makin terasa padahal uang gak punya.
Dalam kondisi seperti itu apa yang bisa saya andalkan selain ALLAH? Saya langsung minta begini... ya ALLAH Engkau tau pasti tau kalau hambamu ini lapar ya ALLAH, berilah hambamu ini makanan ya ALLAH..
Dan masya ALLAH mas, ketika saya beranjak berjalan beberapa langkah kaki saya menyandung tas kresek, saya buka... derrrr!! isinya swawarma yang masih anget gak tau dari mana datangnya.. sambil nangis-nangis saya makan dengan lahapnya.."
Masya ALLAH...
"Kisah berlanjut, saya bertemu orang Indonesia yang mengerti kesulitan saya saat itu, saya diajak ke Sekolah Republik Indonesia Mekah, dengan modal S2 saya ditawari untuk menjadi guru disana, dari SD hingga SMP. Tanpa banyak pertimbangan saya langsung menerima. Alhamdulillah tiap bulan saya dapat gaji dan saya bertemu dengan jaringan yang luas di Arab Saudi. Pintu-pintu kemudahan seperti ALLAH bukakan lewat jalan ini, sampai akhirnya saya mengundurkan diri dan ingin fokus di bisnis trading dan ekspor dari Indonesia. Saya namakan PT. BEJO (BEyond Java Overseas), biar rejekinya juga bejo (beruntung) terus.."
Hehe.. boleh boleh boleh!
Silahkan dibaca dengan intonasi Upin Ipin..
"Dan ALLAH kalau sudah menghadirkan rejeki itu banyak dari jalan yang tidak terduga! Pas pulang ke Indonesia di pesawat ada seorang ibu yang pulang umroh tidak mau duduk di kursinya karena takut sebelahan dengan orang yang posturnya tinggi besar. Saya menawarkan untuk bertukar kursi, sepanjang jalan saya ngobrol dengan orang itu, ternyata dia dari Maroko dan mau ke Indonesia mencari suplyer kertas, saya inget punya kawan yang punya pabrik kertas, langsung saya tawarkan untuk membeli kesana, saya jadi makelarnya. Sampai di Indonesia dia melihat barangnya dan dia setuju, gak tanggung-tanggung dia pesan 7 kontainer. Satu kontainer saya untung 30 juta, total saya dapat 210 juta mas dari ekspor kertas itu. Masya ALLAH.. perlahan saya bisa melunasi utang-utang saya, dan dari trading lainnya pun pesanan terus berdatangan.. Alhamdulillah"
Allahuakbar..
Terus pertemuan dengan Syaikh Sholeh Al Raji itu bagaimana?
"Beliau orang yang sangat sederhana, padahal dari keluarga kaya raya, seperti Sulaiman Al Rajhi yang mewakafkan sebagian besar hartanya. Kemarin pas kita ketemu kan dia naik taksi dari Mekah, gak pakai mobil pribadi. Nah pas negosiasi dulu saya sering ke kantornya, saya lihat ini kantor terlalu sederhana, handle pintunya rusak gak diperbaiki, temboknya pada nglotok catnya. Sampai satu ketika beliau sedang keluar kota, diam-diam saya manggil tukang dan saya minta perbaiki semuanya saya yang bayar. Ketika. Saikh Soleh datang hari berikutnya saya kaget ditelpon dengan suara keras diminta datang ke kantornya.. saya dah mikir bakal dimarahi nih karena lancang mengotak-atik kantornya. Sampai disana saya malah kaget tiba-tiba beliau memeluk dan bilang, ini bukan kantor saya, ini kantor kita! Dan sejak saat itu hubungan kami sangat dekat, dan deal dengan Al Rajhi invest 10.000 seat tiket pesawat untuk jamaah PPA Tour & Training. Sehingga seat tahun depan sudah ada ditangan dengan harga yang jauh lebih murah, PPA bisa menjual paket umroh yang lebih murah dibanding lainnya.. "

Sheikh Sholeh Al Rajh (Kiri) & Mas Munawar (Kanan) , saat penandatanganan MOU

Masya ALLAH... gitu ya jalan mendekatkan hubungan bisnis, kadang dengan cara yang sederhana tapi kena di hati.
"Besok dari Mekah saya ke Jeddah dulu satu hari mas, MOU dengan klien lain yang juga ALLAH hadirkan. Dengan Al Rajhi juga MOU pembangunan lounge khusus jamaah umroh di bandara Soekarno Hatta, dan juga investasi untuk proyek rumah tanpa riba di Indonesia.." lanjut mas Munawar
Saya geleng-geleng kepala, takjub dengan skenario ALLAH. Ternyata janji ALLAH itu benar bagi orang-orang yang percaya. Ayat ini tak terbantahkan!
"Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.." [QS An Nisa:100]
***
Bertemu Syaikh Abdurahman Sudais...
Kami berlima mengikuti langkah kaki Syaikh Sholeh menuju depan pintu 26 masjid Nabawi, disana sudah ada mobil listrik yang menjemput kami dengan petugas yang tegap badannya seperti tentara.
Kami naik mobil listrik itu melintasi halaman Masjid Nabawi dari selatan ke utara, dilihat ribuan mata yang mungkin berpikir siapa orang-orang berkulit coklat yang dijemput seperti tamu negara. Kami dibawa ke gedung di utara persis Masjid Nabawi, lantai satu sudah ada beberapa penjaga di depannya, naik lantai 5 langsung bertemu penjaga dengan pakaian tentara. Ketat sekali..
Kami diminta menunggu di ruangan khusus, lalu ada protokoler masih muda-muda dengan pakaian arab yang menjelaskan tentang waktu pertemuan dengan Syaikh Sudais..
Lima menit kemudian kami diminta masuk ke ruangan yang lebih besar, dan langsung disambut dengan senyuman Shaikh Abdurahman Al Sudais..
 "Ahlan Wa Sahlan" kata beliau dengan suara lembutnya..



Inilah imam besar Masjidil Haram.. Pimpinan para imam di dua masjid suci, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram..
Hafal Al Quran di usia 12 tahun, dan sudah menjadi imam di Masjidil Haram di usia 24 tahun hingga saat ini beliau berusia 57 tahun..
Dulu waktu kecil bandel, sampai ibunya jengkel dan keluar doa "semoga engkau jadi imam Al Haram!" Alhamdulillah doa positif yang keluar dari mulut ibunya dan jadi kenyataan!
Wajahnya bersiiih dan bercahaya... selama ini saya hanya melihat di internet dan mendengar suaranya di aplikasi Quran di HP saja. Gemetar juga bisa menjabat tangannya dan mencium pipi beliau..
Selama 15 menit pertemuan itu Shaikh Sudais mengatakan sangat senang dengan jamaah Indonesia yang baik dan santun, serta mudah diatur. Beliau juga berkeinginan untuk datang lagi ke Indonesia secepatnya.
Ketika beliau mempersilahkan kami bertanya, Rendy di samping saya bertanya dengan air mata bercucuran, mas Munawar yang mengartikan dalam bahasa Arab.
"Hanya satu pertanyaan Shaikh, bagaimana caranya agar kami bisa bertemu ALLAH dan rasulnya.." kata Rendy.
Jawab Syaikh Sudais,
"Masya ALLAH, pelajarilah Islam dengan benar, belajarlah.. ikuti semua perintah ALLAH dan jauhi semua laranganNya, jika itu kita lakukan kelak kita akan dipertemukan dengan ALLAH dan Rasulnya.."
Singkat tapi makjleb mengena!
Pertemuan itu diakhiri dengan pemberian kenangan dari Shaikh Sudais, dan foto bersama. Melintasi Masjid Nabawi siang itu kami seperti dijamu oleh ALLAH dengan luarrrr biasa. Hanya ALLAH yang bisa mengatur pertemuan itu, dan kami yang beruntung mendapatkan kesempatan yang langka dari ratusan ribu jamaah di luar sana.
Sepanjang perjalanan Madinah-Mekah 430 kilometer saya banyak merenung. Betapa banyak kisah-kisah orang yang berhijrah dengan ribuan keajaiban yang ALLAH berikan.
Orang-orang itu seperti ALLAH hadirkan di depan saya, dan saya seperti mendapatkan tugas untuk terus bercerita dengan tulisan agar inspirasinya menyebar ke seluruh dunia..
Semoga ini jadi pahala kita bersama, menjadi saksi syiar perjalanan hijrah orang-orang hebat yang takhluk pada Tuhannya...
@Saptuari

Sumber : https://www.facebook.com/groups/109438006059782/permalink/486583935011852/

TEKNIK MARKETING GREGET ALA RUMAH MAKAN PRINGSEWU

Pernah berpergian ke luar kota terutama luar propinsi menggunakan jalur darat? Selain perjalanan lebih terasa menyenangkan, capek dan kadang membosankan, setiap menit yang berlalu senantiasa diiringi dengan pandangan mata yang tertuju pada keadaan sekitar melalui kaca kendaraan. Kebetulan, hari Minggu lalu saya kembali menyusuri aspal Jogjakarta sampai ke Jakarta. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 8-9 jam. Daripada tidur terus menurus, lebih baik saya memperhatikan hal yang menarik sedari kota Gombong. Spanduk-spanduk kecil bertuliskan “(Nama Restoran)-10 km lagi (tanda panah lurus)” yang dibuat dengan warna yang mencolok menyapa mata saya. Sudut mata saya pun terus memicing karena beradu dengan kecepatan kendaraan supaya bacaan-bacaan yang tertulis dapat dengan jelas saya rekam ke dalam ingatan.



Memang benar ada yang menarik. Mata saya pun tak berkedip. Apa yang saya dapat? Keunikan. Spanduk yang selalu ada (kira-kira) dalam setiap radius 50 meter itu bak kurir pembawa pesan tak bergerak yang sangat efektif. Kenyataannya, kami (para pelaku perjalanan) dipaksa untuk merekam data-data provokatif sebuah rumah makan guna memenuhi kebutuhan perut. Seperti, “Lapar? Isi Perut Saja Dulu. 30 km lagi. Pringsewu Restaurant”. Layaknya petunjuk sebuah harta karun, 50 hingga 100 meter ke depan, terpasang kembali ajakan lainnya, “Perut Kenyang dan Bisa Leyeh-Leyeh? 20 km lagi. Pringsewu Restaurant”. Begitu seterusnya sampai pada lokasi rumah makan yang sesungguhnya.

Perjalanan panjang inilah yang menjadi kunci utama mengapa spanduk-spanduk mentereng itu berjejer dengan apik dalam jarak yang sudah ditentukan. Jarak ratusan kilometer yang ditempuh para pelancong, membuat pelaku bisnis rumah makan mengambil langkah unik, yaitu memanjakan kami, para pelancong pelaku perjalanan jauh. Apa buktinya? Pertama, kami tidak perlu susah payah mencari tempat mengisi perut di daerah yang tidak dikenal. Mereka dengan berbaik hati menuntun kami ke tempat mereka dengan memasang puluhan petunjuk dan arah. Kedua, kami pun tak perlu susah-susah mereka-reka dan menebak, “Rumah makan apa itu? Jual makanan apa?”. Mereka sudah memikirkan kemungkinan tersebut dengan mencantumkan menu andalan mereka macam Ayam Bakar atau Gurame Masak Jawa di spanduk-spanduk. Ketiga, setelah kami berhasil digiring menuju tempat mereka, suguhan tempat dan suasana berkualitas pun tak luput dari pelayanan. Tempat yang luas nan megah, suasana yang dibangun serta pelayanan yang memuaskan adalah harta karun emasnya.

Mayoritas para pelancong daerah Jawa Tengah dan sekitarnya adalah berasal dari ibukota. Hiruk pikuk kemodernan, udara dan suasana yang menyesakkan mendominasi kehidupan mereka. Otak pintar pelaku bisnis rumah makan menyulap suasana rumah makannya menjadi pedesaan atau perkampungan. Sengaja dilokasikan ditengah hamparan hijau sawah, ornamen-ornamen berbau tradisionil khas Jawa Tengah menambah binar-binar mata para pelancong yang singgah. Masih ingat mengapa suasana adalah hal penting dalam berkuliner? Silahkan tilik pembahasannya di Snack Cinta.

Yang paling tersohor adalah Pringsewu Restaurant. Semenjak kabupaten Sumpiuh sampai ke Purwokerto, hiasan spanduk berwarna kuning dengan font merah menyala merapat di kanan kiri jalan propinsi ini. Tak hanya petunjuk lokasi dan menu, Pringsewu Restaurant juga memberikan detail “Gratis Peta Perjalanan” pada sapanduknya, mengingat jalur ini adalah salah satu jalur utama dari dan menuju Jawa Tengah sampai ke Jawa Timur. Spanduk hijau Restaurant Bebek Goreng Slamet (Asli) pun tak mau kalah menarik perhatian para pelancong mulai dari Gombong sampai Kutoarjo. Sederet lainnya adalah pemain lokal seperti Abah nDut, R.M Musim Sari, Bale Ijo atau Waroeng Djoglo, rumah makan berdesain Rumah Joglo yang menyediakan menu andalan Gurame, dimana spanduknya sudah bisa ditemukan disepanjang kabupaten Purworejo. Apabila bosan dengan menu ikan, makanan laut pun bisa ditemukan di Grafika Seafood.

Begitu banyak kemudahan, variasi menu dan kenyamanan yang ditawarkan iklan-iklan tersebut. Penentuan typografi atau komposisi warna pun secara tidak langsung mempengaruhi akan dibaca atau tidaknya sebuah reklame. Yang dapat tercatat oleh memori saya hanya empat rumah makan saja dari sekian banyak reklame yang terpasang. Itu karena cara penulisan, besar kecilnya huruf dan bahasa yang digunakan adalah yang paling menjanjikan dan paling jelas. Semua berawal dari rasa perduli para pelaku bisnis rumah makan terhadap pelanggan. Bahkan Restaurant Pringsewu tak hanya menjual dirinya sendiri saja. Mereka tak segan memberikan himbauan “Gunakan Sabuk Pengaman” atau “Utamakan Keselamatan”. Ingin sebaik mungkin memberikan pelayanan mumpuni bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh. Maka tak heran jika penyedia jasa rumah makan luar kota tak tanggung-tanggung dalam memberi service dan kepuasan.

Ada satu hal yang mencolok. Mereka tak lagi bersaing menu dan rasa. Justru persaingan yang terlihat adalah persaingan banyak-banyakan spanduk. Jika spanduk yang dipasang kurang dari spanduk kompetitor, maka dapat dipastikan bahwa minat pelancong mengunjungi rumah makannya pun akan berkurang. Mirip dengan musim kampanye politik. 5 km lagi si adik bisa berhenti menangis karena rumah makan yang dijanjikan spanduk restaurant menyediakan arena bermain anak. 3 km lagi ibu dan ayah bisa tidur, istirahat di bale nyaman yang juga telah disediakan. Dan 1 km lagi, supir bisa menikmati kopi penghilang rasa kantuk. Lalu, siapa yang akan meributkan soal rasa? Tujuan akhirnya adalah kepopuleran. Semakin banyak reklame dan iklan-iklan yang dipasang, semakin tinggi pula kemungkinan Awareness, Interest, Desire dan Action (AIDA) yang diterima oleh audience. Dan saya rasa, ini adalah salah satu cara ampuh menjual diri.

Berikut ini saya lampirkan gambar-gambar banner iklan RM.Pringsewu :









Oleh : Anisa Titisari

Sumber : https://kenyangbego.wordpress.com/ingin-makan-60-km-lagi/



Bangkit dari Kebangkrutan, Lolos dari Kematian, dan Jadi Penebar Kebaikan

Gerimis di tahun 2012 itu, turun membawa pilu. Dan milliaran rintik menutup air mata seorang pemuda yang gundah gulana.

Seharusnya pemuda itu berbahagia kali ini, baru dua minggu lalu dia meminang gadis pujaannya, tak ada alasan untuk bersedih.

Tapi ternyata kehidupan tak gampang ditebak seperti itu, pemuda ini pikirannya berpendar memikirkan hal lain yang lebih membuatnya otaknya pecah. Dia baru saja diterpa badai, ditusuk belati oleh temannya sendiri, dia tertipu dan kehilangan uang 7,7 milliar banyaknya.

Namanya Dewa Eka Prayoga, pengusaha muda nan tampan yang baru saja menikah. Umurnya baru 21 tahun saat itu, sangat belia untuk seseorang yang kehilangan uang nyaris 8 milliar.



Bersama dengan hujan yang tak kunjung berhenti, Dewa mengingat-ingat kembali semuanya, saat temannya menawarkan bisnis investasi pengadaan komputer kantor menggiurkan, dan dia diajak rekannya untuk mencari investor.

Selama delapan bulan Dewa bisa menghimpun dana dari ratusan orang, dan ketika uang yang disetor sudah mencapai 7,7 Milyar rekan bisnisnya tiba-tiba menghilang.

Dewa ingat bagaimana para investor langsung mengejar Dewa agar uangnya kembali. Berbagai ancaman dia terima sampai rumah ibunya di Sukabumi pun diancam dibakar.

Namanya begitu tercemar dan jadi bahan omongan dari para tetangga, sampai ibunya mengadakan yasinan untuk mendoakan dan mengklarifikasi kejadian sesungguhnya kepada para tetangga.
Dia putus asa, hujan menupi air matanya.

Dari waktu ke waktu, hari ke hari, bulan demi bulan. Semuanya makin kacau saja, cacian serta makian malah memperburuk situasi, teman yang awalnya dekat perlahan menjauh dengan pasti.

Semua yang dipunya sirna begitu saja karena harus mengganti rugi, bahkan tabungan untuk masa depan pun terpaksa ikut tiada.

SMS, telpon, chat dan mention terus berdatangan. Bukan dalam bentuk orderan, melainkan dalam bentuk tagihan hutang dengan nada marah bahkan kadang menggunakan kata kasar serta mengancam.
Tanpa uang, beribu kecaman.

Dunia pemuda itu berubah hanya dalam satu kedipan mata. Terpaksa dia hentikan kuliahnya di UPI Bandung yang sudah semester 7 karena biaya. Terpaksa dia jual aset-aset bisnisnya. Terpaksa ... secara terpaksa, hidupnya tiba-tiba seperti dibawa oleh badai yang mengamuk.

Hujan di tahun 2012 itu berhenti pada musim kemarau. Dan jalanan kering saat itu, tapi keresahan pemuda ini tak kering jua. Masalahnya tetap ada, tak berlalu secepat musim berganti.

Rasanya waktu demi waktu semakin kelam saja, pemuda bernama Dewa itu nyaris putus asa. Tetapi dalam ruang gelap sekalipun, cahaya tetaplah bersinar. Istri dari Dewa, Wiwin Supiyah selalu menjadi cahaya itu.

“Aku percaya kamu bisa lewati ujian ini. Aku yakin kamu mampu. Aku akan support apapun keputusanmu. Aku sayang kamu ... ” ucap Wiwin suatu hari kala menatap Dewa yang sedang ada dalam jurang kebangkrutan.

Setahun kemudian anak mereka lahir, ketika itu Dewa di titik terendah dalam usahanya, uang di dompet hanya tersisa 7000 saja, sampai para tetangga di kosnya berkomentar, "Itu anaknya apa gak kasihan hanya tidur diatas kasur tipis di lantai, dingin atuuh!"

"Habis gimana lagi, memang kami gak punya uang lagi ... buat beli kasur saja kami tidak mampu," jawab Dewa, sedangkan setelah hal itu, Wiwin menangis.

Merasakan bagaimana pedihnya menemani sang suami. Tetapi meski gerimis turun dari matanya, Wiwin tak pernah pergi meninggalkan Dewa, Wiwin ingat janji sucinya, untuk sehidup semati dalam keadaan senang maupun sedih.

Pertemuan Dewa dengan pak Heppy Trenggono di suatu hari telah membakar semangat Dewa untuk bangkit, mengingat pak Heppy juga pernah bangkrut dengan utang puluhan milyar namun bisa bangkit kembali.

Dan Dewa memutuskan untuk bangkit! Melihat pak Heppy yang bisa bangkit. Melihat istri dan anaknya yang ingin ia buat bahagia. Dewa benar-benar berniat bangkit! Bagaimana caranya? Bagaimana pun caranya!

Bersama sahabatnya, Mirza G. Indralaksana. Dewa bergerak kembali, mencoba bangkit kembali, mecoba menyudahi badai di kehidupannya, dan berdoa semoga pelangi akan datang dengan segera.

Berdua, mereka melakukan apa saja untuk bangkit dari keadaan hutang 7,7 milliar yang disebabkan orang lain. Mereka melakukan semua hal yang bisa dilakukan, sampai-sampai mereka berdua pernah menjadi seorang tukang makanan delivery, gratis ongkir se-Bandung Raya.

Walau tahu bahwa profit yang didapat hanyalah 5.000 rupiah persatu orderan. Tapi tetap dilaksanakan. Walau, 5.000 ke 7,7 Milliar itu telalu jauh. Bak bumi dan langit. Namun tak apa, yang penting berjalan. Pikir Dewa saat itu.

Pernah suatu ketika, Dewa dan Mirza mengantar makanan dari daerah Setiabudi ke Cibiru, lalu pergi lagi ke Cimahi.

Dan kemudian sadar bahwa mereka harus pergi lagi ke daerah Buahbatu, itu artinya balik kembali! Dan sesampai di sana, makanan mereka ditolak karena ‘sudah dingin’ keluh si konsumen.

Omset sangat sedikit, jangankan mendekati 7,7 milliar. Mencapai 0,001 persen dari sana pun masih jauh. Ah, yang penting jalani. Yang penting berusaha. Masalah hasil biar Allah yang nilai.

Seperti kisah Siti Hajar, berlari 7x Safa Marwah, dengan harapan menemukan air. Padahal dia tahu, dalam sekali lihat tak pernah ada air di sana. Tapi Allah memberikannya air, menilai dari perjuangan Siti Hajar. Dewa belajar dari hal itu!

Meski rasanya mustahil, namun dengan kesadaran dan keimanan yang kuat. Dewa berjuang sekuat tenaganya. Keteguhan hatinya, perjuangannya, kemaksimalannya, segalanya! Dia berikan semuanya, dan entah bagaimana dia percaya bahwa dirinya bisa!

Semuanya ternyata benar, perjuangan tak sia-sia, dan doanya dikabulkan. Berawal sebuah ide sederhana yang sebenarnya Dewa sendiri tak terlalu percayai. Yaitu, membuat buku berisi kisah dan pengalaman jatuh bangunnya dalam usaha.

Lalu lahirlah "7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula" yang dijual dengan sistem pre order, dijual online tanpa lewat toko buku. Dan ternyata sambutannya malah luar biasa! Buku itu larisss!

Buku itu menjadi pembuka jalan kebangkitan Dewa setelah buku pertamanya "7 Langkah Dashyat Menggenggam Masa Depan" tidak dapat respon bagus.

Seiring dengan kesuksesaan buku tersebut, perlahan hutang Dewa terbayar. Dan iapun kembali terjun kembali di Dunia bisnis, dan membuat sebuah perusahaan penerbitan buku bisnis --Billionaire Store.

Bersama Billionaire Store, Dewa menemukan pelanginya. Semua bukunya meledak di pasaran, diburu oleh para pengusaha, banyak komentar-komentar postif bahkan testimoni para pembaca yang omzetnya melejit setelah mempraktekkan ilmunya Dewa.

Pemuda yang menikmati hujan dengan rasa gundah di tahun 2012 itu sedang menikmati pelangi, dan menginspirasi orang lain agar tak terjebak badai seperti dirinya.

***

Namun, seperti roda yang terus beputar, kehidupan Dewa pun berputar kembali.
Penghujung tahun 2016 jadi saksi.

Seorang pemuda ambisius itu berbaring di kasur rumah sakit, dan asupan makanan hanya bisa terkirim lewat selang yang dimasukkan ke hidungnya untuk masuk ke lambungnya.

Sistem kekebalan tubuhnya terserang penyakit yang sangat langka, hanya menyerang 1 dari 40.000 orang setiap tahunnya, yang bernama: GBS --Guillain-Barre Syndrome.

Dewa tak percaya, kenapa ia tiba-tiba bisa seperti ini. Imannya kali itu goyah, seakan mengutuk Tuhan, ia mempertanyakan hal-hal remeh dalam kepalanya “Bagaimana tidak, makanan sehari-hari

Saya jaga, olahraga teratur, minum air banyak, istirahat cukup, dll. Anehnya, kok Saya sakit?”

Karena penyakitnya ini datang tanpa tanda-tanda yang mencurigakan, tiba-tiba saja ia terdampar lemas tidak bisa bergerak, dan istrinya panik kala itu langsung membawanya ke IGD.

Pertama kali, dokter hanya bilang itu ‘hanya kecapean’. Namun hari berlalu dan semakin parah saja, sampai dokter memutuskan memeriksa kembali.

"GBS ini penyakit autoimun. Imunnya terlalu sehat. Mas Dewa ini terlalu sehat, jadi begini ... " Jawab sang Dokter kala itu, entah bercanda atau memang begitu faktanya. Bagaimana seorang yang terlalu sehat bisa sakit?

Dan ternyata, penyakit ‘terlalu sehat’ ini malah membuat badannya tampak kurus, dua bulan di rumah sakit menggerogoti badannya yang kekar, dari 84 kilo turun hingga 55 kilo.

Selama 2 bulan, ia nyaris mati, tubuhnya sudah tak bisa bergerak. Mungkin malaikat pencabut nyawa sedang mengawasinya, menunggu titah dari Sang Kuasa untuk menyabut nyawanya.

Saat itu, bau-bau obat, jas dokter, tiktok jam yang mencekam, stetoskop menjadi saksi bisu. Bagaimana Dewa terbaring di sana, 49 hari bukanlah waktu yang sebentar. Bersama selimut rumah sakit, langit-langit ruangan yang terasa menyesakkan, dan tanggal-tanggal di kalender yang terasa seperti hitung mundur. Dewa menjalani hari-hari itu dengan seluruh syaraf yang tak bisa ia kendalikan.

Untunglah bukan hanya benda mati saja yang jadi temannya kala hidupnya mengalami fase mengerikan ini. Masih ada orang-orang terdekat yang tetap memberikan dukungan. Istrinya, keluarganya, sahabatnya bergantian menjaga di rumah sakit.

Dan doa selalu mereka kirimkan dengan ikhlas, terutama dari sang Istri. Karena sang Istri tahu, saat itu hanya doalah cara ia berkomunikasi dengan suaminya lewat Tuhan. Sungguh, doa adalah berpegangan tangan dengan amal. Doa adalah ciuman metafisika.

"Dok, kalau boleh tahu, selama ini pasien dengan penyakit GBS ada berapa orang di rumah sakit ini?" Tanya Wiwin –Istri Dewa

Dengan suara cukup lantang, dokter pun berkata, "Oh selama ini ada 3 orang bu ..."

"Terus bagaimana, dok?" Tanyanya lagi, polos, dan penuh perasaan.

Dokter menjawab, "1 orang lewat, 1 orang selamat. 1 orang lagi ya Pak Dewa ini ..."

Ada ketegaran dalam hati Wiwin kala itu. Hitungan matematika berputar dalam kepalanya, ia tahu bahwa kesempatan hidup Dewa adalah samar, abu-abu. Namun dengan penuh percaya, ia tahu bahwa hidup bukanlah hitungan matematika.

Masa lumpuh tubuhnya ternyata bukan puncak dari penyakitnya ini. Ia koma, benar-benar tak sadarkan diri. Seakan arwahnya tak ada dalam tubuhnya, seakan arwahnya sedang melakukan perjalanan. Mungkin ke Dunia sebenarnya. Tak ada yang tahu.

Berurai air mata, penuh haru, ternyata semua berwarna biru di sisa-sia hari itu. Namun, Allah ternyata berkata lain, Ia menjawab bisikan-bisikan dalam hampa. Doa menunjukkan kekuatan alaminya, doa membawa Dewa kembali, memutar arah arwahnya untuk pulang sejenak pada tubuhnya. Belum waktunya ia pulang pada Dunia yang sebenarnya.

Pak Dewa ini kuat ... jika saja orang lain, mungkin sudah lewat” kata sang Dokter kala itu.

Saat ini, Dewa sedang menjalani masa penyembuhannya. Ia lagi-lagi bisa melewati sebuah masa yang kelam, lagi-lagi ia bisa melewati sebuah kemustahilan. Pemuda itu sekarang kembali lagi menginspirasi orang lain.

Kembali lagi menjalani bisnis, dan kembali lagi menjadi seorang Coach bisnis. Dewa, dengan segala kisah hidup yang penuh liku menjanji akan kembali menginspirasi orang lain. Menginspirasi dalam bidang bisnis, atau menginspirasi orang lain agar lebih dekat dengan Tuhannya.

“Bisnis yang paling bagus bukan hanya bisnis yang menghasilkan uang saja. Tapi juga semakin mendekatkan ownernya dengan sang pencipta” –Dewa Eka Prayoga.

Penulis : Jein Oktaviany

Sumber : https://www.pejuangtangguh.co.id/gallery?share=439

PENYAKIT PENGUSAHA PEMULA

Sebelum jadi pengusaha, biasanya calon pengusaha akan ragu atau takut nyemplung ke dunia usaha. Banyak ‘kalau kalau’, bingung mau ngapain pertama kali, usaha apa, banyak keraguan muncul dalam benaknya.

Setelah melangkah, ehh gak seperti apa yang dipikirkan. Ternyata mudah yah jadi pengusaha. Asik..! (awalnya…). Seperti anak kecil yang dapat mainan baru, exited..! Terbukalah ‘cakra’ pengusaha mereka. Dunia pengusaha jadi ‘tampak' mudah.
Saat bisnis mulai berjalan dan menghasilkan income, yang mungkin tak disangka.., mulailah dia tergoda membuka usaha baru lainnya. Dengan dalih usaha pertama sudah jalan dan ada yang menjalankan, ia mulai pecah focus mengurus usaha kedua.
Saat usaha kedua (baru) mulai kelihatan hasilnya, ada tawaran lagi untuk join buka usaha (ketiga) bersama kawannya, “Peluang nih..!”, gumannya. PELUANG BARU. Iya BARU.. lagi Happening..! Assiiikk.. kali ini beneran gak perlu modal, cuma pake dengkul teman, berhadiah ribuan dollar perbulan. PELANGI..!
Sebulan.. dua bulan.. tiga bulan.. gak jalan-jalan juga.. sementara kedua bisnis sebelumnya ‘nungging’ meninggalkan segudang HUTANG kerugian dan cashflow yang macet. Karena serbuan tagihan bertubi-tubi, ia pun kelimpungan. Bisnis terakhir tak kunjung menghasilkan. Oh pelangi, hanya ilusi..
Tepat 2 tahun 4 bulan, nyerah deh dia.. katanya: Bisnis itu susahh..! NYERAH... K.O.. the end.
Penyakit pengusaha pemula, begitu terbuka ‘cakra’ pengusahanya, apa saja pengin dipegang. Ujung-ujungnya gak ada yang jalan atau tetap akan tersisa 1 saja yang eksis. Setidaknya ada 3 alasan pengusaha pecah fokus:
1. Merasa bisnis yang sekarang sudah ‘AUTO PILOT’, buru-buru buka usaha lain di luar lini yang sekarang.
2. Merasa bisnis yang sekarang ‘JALAN di TEMPAT’, mencoba alternatif lain.
3. BOSAN..!
Kapan boleh ekspansi? Gak ada yang gak boleh atau benar salah. Adanya konsekuensi atau sebab akibat saja.
AUTO PILOT
Beneran sudah auto pilot? Berapa lama dan berapa cabang buktinya? Jika masih seumur jagung sudah bisa ditinggal, hebat euy..! Kecuali beli (full) franchise dengan sistem yang sudah teruji atau akuisisi perusahaan sekelas ASTRA.
Mungkin usaha Anda sudah bisa BERJALAN tanpa Anda, tapi yakin bisa BERTUMBUH tanpa Anda?
Apa benar BUDAYA perusahaan yang Anda tularkan merasuk ke setiap lini di jajaran organisasi Anda?
Apakah grafik omzet dan profit saat Anda tinggalkan cenderung naik (melebihi inflasi), sama atau menurun?
JALAN di TEMPAT
Adakah pengusaha serupa yang pernah berhasil? Coba investigasi proses dia dari awal hingga sekarang. Berapa lama? Apa saja kesalahannya? Apa POLA suksesnya?
Apakah benar pasarnya sudah jenuh dan berdarah-darah kompetisinya?
Adakah mentor sukses yang mendampingi Anda?
Apakah ilmu bisnis Anda up to date?
Apakah Anda mempraktikkan keilmuan yang Anda dapatkan sesuai tuntunan?
Rumput tetangga terlihat hijau, padahal sintetis.
Bisnis tetangga terlihat untung, padahal sedang buntung.
BOSAN
Apakah ada orang sukses tanpa ketekunan?
Benarkah Anda ‘bosan’ karena itu bukan passion Anda atau itu POLA gagal Anda?
Tak ada kesuksesan tanpa ketekunan mengalahkan kebosanan..
“1 bisnis yang dikerjakan dan dipikirkan dengan sepenuh hati, akan menemukan inovasi-inovasi yang tak terfikirkan sebelumnya.. tiada henti..”
Kapan saatnya ekspansi ke bisnis lain? Tenang.. semua ada saatnya dan ada ilmunya. Jangan buru-buru poligami..

F.O.K.U.S satu dan besarkan..!

Sumber : Jaya setiabudi

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.



Suatu ketika Rasulullah Saw berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. 
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat r.hum tadi dengan harga kurma bagus.
Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf.
Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap
jatuh miskin!
MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik..
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.
Allahuakbar..Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:
"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )
Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
ALLAH Swt lah yang Memberi Rezeki.
Ibroh dari kisah ini sangat spesial buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah.
Bukan hanya karena usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.
Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...
Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.

Kategori

Kategori