Yuk coba tiru gaya hidup Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang kaya tetapi “down to earth!”

Kita semua tahu lah Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang memiliki kekayaan luar biasa ini memang terkenal sebagai orang yang down to earth atau sederhana. Meskipun memilki kekayaan hingga 62.5 milyar dollar, tetep aja tuh gaya hidupnya seperti orang biasa dengan gaji pas-pasan.

Bersama istrinya, Priscilla Chan, Mark memang selalu tampil sederhana dan apa adanya. Nggak pernah terlihat sok kaya atau menunjukkan kekayaannya. Beda banget ya sama *ehm* ibu-ibu pejabat sebelah. Yha daripada banyak omong, yuk kita lihat gaya hidupnya Mark dan Priscilla:

1. Ternyata seperti ini ya, rumahnya CEO dan bilyuner facebook!

via: greasengasoline.wordpress.com

2. Bersama sang istri, Priscilla. Tetap sederhana dan nggak terlihat seperti bilyuner!

via: nytimes.com

3. Ternyata Mark sehari-harinya hanya menggunakan satu jenis baju lho, yaitu kaus abu-abu ini. 

via: newsonhunt.com

4. Masih menyempatkan memasak sendiri di rumah, ini nih salah satu hasil bikinan Mark. 

via: thewire.com

5. Nah kalau yang ini masak pas tahun baru China. Psst, Mark bahkan bela-belain belajar bahasa China biar bisa pergi ke China sama Priscilla, lho!

via: bqpic.com

6. Sesibuk apapun, masih sempat kok untuk mengurusi anaknya perempuannya, Maxima. 

via: lesinrocks.com

7. Saking sederhananya, bahkan ulang tahun Maxima pun diadakan bukan secara megah, tapi sederhana layaknya ulang tahun anak balita. 

via: selipan.com
Nah, keren banget ya ternyata gaya hidupnya Mark Zuckerberg ini. Meskipun memiliki uang banyak, tetapi nggak dipakai untuk pamer sana sini, malahan untuk donasi sekolah dan sumbangan lainnya. Keren banget, ya! Yuk, daripada pamer biasakan hidup sederhana seperti mereka. Yang beneran kaya nggak perlu nunjukin kalau emang kaya beneran, kan?
Sumber: Selipan

Buat kamu yang ingin bisnis dengan modal nol rupiah, simak ide bisnis berikut ini!

Banyak orang menggunakan beragam cara untuk menjadi sukses salah satunya adalah berbisnis. Tapi sayangnya nggak sedikit juga terutama anak muda yang patah semangat ketika mereka ingin berbisnis karena kepikiran modal. Ya, modal yang besar selalu jadi kendala untuk memulai bisnis.

Tenang aja, kali ini Mumun akan memberikan 5 ide bisnis yang bisa kamu jalankan dengan modal nol rupiah. Apa aja? Yuk simak terus.

#1 Jadi calo aja !


Discussing project
Foto : hudson-wheeler-l94y.squarespace.com

Ya, mau bisnis dengan modal nol rupiah? Jadilah calo atau perantara. Tugasmu simpel banget yakni memanfaatkan orang-orang yang mager atau minta serba dilayani, membuat peluangmu untuk jadi calo lebih besar.
Sebagai calo, kamulah penjembatan antara pembeli dan penjual. Misalnya aja teman kamu ingin beli handphone tapi mager pergi ke toko, peluang ini bisa kamu manfaatkan dengan menggantikan dia mencari HP sesuai keinginannya dengan budget yang telah ditentukan.
Setelah barang didapat kamu bisa mendapat kompensasi berupa uang dari temanmu sebagai uang jasa atas usahamu medapatkan barang tersebut.

#2 Jadi Reseller


baju
Foto : www.eveshopashop.com

Kalau profesi ini, Mumun juga pernah melakukannya. Namanya juga reseller jadi sistemnya menjual kembali barang dagangan orang dengan menaikkan harga sesuai hargamu sendiri sebagai keuntungan.
Menjadi reseller merupakan solusi cerdas untuk berbisnis tanpa perlu mengeluarkan modal sepeserpun. Jadi kamu nggak perlu ‘kulakan’ atau membuat barang sendiri, cukup menjual kembali aja.
Tentunya yang harus diperhatikan adalah mencari dan memilih supplier yang terpercaya agar mendapat harga yang miring pula.

#3 Kamu kreatif? Buat sesuatu untuk dijual


handmade syal
Foto : smallbiztrends.com

Jika jadi reseller itu menjual barang dagangan orang lain, sekarang giliran kamu membuat barang dagangan kamu sendiri untuk dijual. Kamu yang punya ide-ide kreatif membuat barang-barang dengan nilai jual yang tinggi bisa kamu terapkan loh. Misalnya aja, kamu punya kemampuan desain, kamu bisa membuat produk beripa lukisan atau membuat produk custum untuk undangna atau banner. Kamu yang suka masak juga bisa membuat makanan dengan ciri khas rasamu sendiri.

#4 Jual kemampuan yang kamu miliki


pekerja freelance
Foto : www.fastcompany.com

Poin ini sebelas dua belas sama bikin sesuatu untuk dijual, bedanya kali ini difokuskan ke skill yang kamu punya untuk dijual ke orang-orang yang membutuhkan. Dewasa ini, udah banyak perusahaan yang butuh tenaga lepas untuk diberdayakan contohnya menjadi penerjemah, pembuat website, desain grafis sampai ke guru les privat. Manfaatkan bakat dan kemampuan yang kamu miliki, bisa jadi menghasilkan pundi-pundi rupiah.

#5 Mendaur ulang barang bekas menjadi barang baru dengan nilai jual yang tinggi


kerajinan tangan dari kaleng
Foto : www.teropongbisnis.com

Sebagian dari kamu pasti mengenal istilah DIY atau Do it Yourself. Kegiatan DIY biasanya menyulap bahan bekas menjadi barang baru yang nggak hanya memiliki nilai seni yang tinggi tapi juga nilai jual yang bagus, soalnya homemade. Nah, ini bisa kamu jadikan peluang usaha modal nol rupiah dengan memanfaatkan barang bekas di rumahmu untuk dijadikan sesuatu yang berseni.  Misalnya botol saus dijadikan vas bunga atau kertas kado yang udah nggak digunakan dijadikan amplop lebaran. Bermanfaat bukan? Wkwk

Sumber : https://www.kitamuda.id/tips/2016/07/19/bisnis-modal-nol-rupiah/

6 Langkah Memulai Usaha dari Nol, Karena Kesuksesan Bukan Sebuah Kebetulan!

1. Riset tentang pasar yang akan Anda masuki
Mengetahui siapa saja pesaing yang akan Anda hadapi adalah salah satu cara untuk memulai bisnis. Namun hal tersebut tidak akan memberikan perkembangan terhadap bisnis Anda. Anda harus meneliti lebih jauh ke pasar yang Anda incar dan mempelajarinya.
Riset dapat Anda lakukan dengan melakukan mesin pencari di internet. Jangan berkecil hati jika ternyata pasar yang Anda masuki telah memiliki banyak pesaing.
Anda bisa menjadikan ini sebagai keuntungan Anda untuk melihat kelemahan dan kelebihan para pesaing Anda.


2. Tentukan tujuan bisnis yang jelas
Beberapa orang yang sukses dengan bisnis hebatnya biasanya selalu menentukan tujuan
bisnis mereka setiap 6 bulan sekali. Tarik garis mundur dari tujuan yang Anda harapkan tersebut, dan buat rincian kegiatan yang harus Anda lakukan setiap harinya untuk berhasil meraih tujuan tersebut.
3. Tentukan Siapa Target Market Anda
Pada saat Anda membangun atau menciptakan Usaha baru dari Nol, sebaiknya anda sudah bisa menentukan siapa yang akan jadi target market anda, sehingga kedepannya jadi lebih mudah dalam menentukan harga,menentukan dimana akan buka toko dan bagaimana cara promosinya.
4. Pastikan produk Anda sudah layak dijual
Sebelum produk anda dijual kepada hal layak ramai, ada baiknya anda lakukan ujicoba dan lakukan quality control dengan baik.

Jangan sampai produk yang dijual kepasaran ada banyak kekurangannya sehingga membuat pembeli sangat kecewa, karena kesan pertama itu sangat penting.
5. Buat produk atau layanan yang mudah dijual
Jika Anda memiliki tujuan untuk balik modal pada 6 bulan setelah bisnis dimulai, Anda harus menjual banyak produk Anda untuk meningkatkan pendapatan.
Cari tahu apa yang menjadi pertimbangan bagi calon pembeli Anda sebelum membeli produk Anda, dan bangunlah relasi dengan calon pelanggan tersebut. Anda harus membuat produk yang dapat menjawab berbagai permasalahan yang dimiliki oleh calon pembeli atau pelanggan produk dan layanan Anda.
6. Segera mulai dan perbaiki kemudian
Banyak orang terlalu banyak berpikir untuk membuat berbagai hal sempurna sebelum mereka meluncurkan bisnis mereka. Sayangnya, hal ini hanya membuang waktu. Anda dapat menjual produk Anda sebelum bisnis Anda diluncurkan dengan menggunakan sistem Pre-Order (PO). Fokus bagaimana cara meningkatkan penjualan dan menarik perhatian calon pelanggan.

Bisnis yang sukses diluncurkan kapan saja, walaupun saat itu bisnis tersebut belum sempurna. Anda dapat memperbaiki berbagai kesalahan di bisnis Anda setelah bisnis Anda diluncurkan. Jika tidak memulai dari sekarang, kapan lagi?
Penulis : Amelia Suci Wadida
Sumber :http://www.hipwee.com/opini/6-tips-memulai-bisnis-dari-nol/

Pelajaran Berharga Di Balik Tutupnya 7-Eleven di Indonesia

Dulu kalau ditanya mau ketemuan dimana, jawabnya pasti sevel aja.
Di sevel kita bisa duduk dan ngobrol hanya dengan modal beli kacang dan minuman. Sampai pagi juga tidak masalah. Kira-kira begitulah deskripsi Sevel buat anak muda Jakarta.

Sevel dari awal masuk sampai sekarang hanya ada di Jakarta. Untuk ekspansi ke luar kota masih belum terealisasi.
Dan sekarang, Gerai 7-Eleven yang dulu sempat menjamur dimana-mana kini semakin pudar.
PT Modern Sevel Indonesia memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasional per 30 juni 2017 ini.
Hal itu disampaikan oleh PT Modern Internasional TBK (MDRN) sendiri yang merupakan induk dari PT Modern Sevel Indonesia ke Bursa Efek Indonesia (BEI)
Sedikit tentang perjalanan 7-Eleven di Indonesia :
PT Modern Internasional Tbk menandatangani master franchise agreement dengan 7-Eleven Inc, di 3 Oktober 2008.
Gerai 7-Eleven yang pertama dibuka di Bulungan pada tahun 2009 untuk menjadi “food store destination” dengan fokus menyediakan makanan dan minuman segar berkualitas baik, cepat, aman, higienis dan nyaman serta harga yang terjangkau.
Gerai 7-Eleven sendiri juga menjadi kontribusi utama bahkan di tahun 2016 mampu memberikan kontribusi penjualan hingga 79,6% kepada perseroan.
PT Modern Sevel Indonesia telah memiliki 175 Gerai 7-Eleven di akhir September 2016. Semuanya berlokasi di Jakarta.
Namun gerai 7-Eleven yang mulai meredup. Penjualan turun 31,37% dan mengalami kerugian Rp 162,02 miliar hingga kuartal III 2017 padahal periode sebelumnya untung Rp 11,7 miliar.
Kehilangan penjualan alkohol berdampak terhadap penurunan penjualan 7-Eleven diikuti dengan pembayaran pokok pinjaman dan bunga yang cukup besar sehingga modal kerja semakin ketat.
Perseroan sudah mengambil upaya untuk menjual bisnis restoran dan convenience store di Indonesia kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) untuk menyehatkan kembali neraca.
Berita penjualan tersebut sempat membuat harga saham PT Modern Internasional Tbk melonjak dari 24,19 % ke level Rp 77 per saham namun sayangnya transaksi tersebut tidak terjadi karena tidak mencapai kesepakatan pihak berkepentingan.
Binus Business Review pun pernah mengungkapkan industri convenience store tidak akan menarik lagi di masa mendatang karena persaingan yang makin ketat dan jumlah pemain yang semakin banyak sehingga laba semakin tipis.
Pelajaran yang bisa kita ambil sebagai pebisnis :
  1. Tidak ada yang namanya stabil dalam bisnis.
Bisnis apapun juga pasti harus melewati perjalanan yang lika-liku dengan grafik pertumbuhan yang kadang naik dan kadang turun.
Sevel tumbuh dari tahun 2009 – 2015 namun hanya dengan sedikit gejolak saja langsung berimbas ke hasil pencapaian selama ini dengan kerugian yang tidak tanggung-tanggung, 162 miliar!
Sebesar sevel saja bisa tutup, apalagi kita yang masih bertumbuh, kita harus belajar terus menerus, jangan berhenti dan mudah menyerah.
2. Tidak adaptasi = mati
Sevel mendapatkan persaingan yang cukup hebat ketika Lawson masuk di tahun 2011. Kemudian ada juga Family Mart masuk ke Indonesia di tahun 2013.
Walaupun Family mart sedikit jumlahnya namun harga yang dibanderol lebih murah dibandingkan sevel. Tidak hanya itu luas bangunan juga lebih luas.
Sevel tidak mampu beradaptasi dengan sistem bisnis yang baru sehingga dengan tingginya kompetisi tersebut menyebabkan Sevel susah untuk berekspansi.
Jika perkembangan dunia ini sudah laju seperti singa, maka berlarilah seperti antelop. Walaupun mungkin akan dimangsa, tapi setidaknya tidak habis dalam sekejap. Apalagi kalau jalannya seperti kura-kura, maka habislah sudah…
3. Inovasi Produk Adalah Hal Terpenting
Dulu sevel hadir dengan konsep minimarket yang bisa nongkrong sepuasnya, orang bisa santai dan sekedar ngobrol dan berlama – lama. Kemudian konsep ini ditiru dan mayoritas mini market di Indonesia melakukan hal yang sama sehingga sevel tidak punya diferensiasi dengan mini market lainnya, so… inovasi produk adalah kunci terpentingnya
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda
Sumber : http://www.alona.co.id/bisnis/di-balik-tutupnya-7-eleven-di-indonesia/

Law of Attraction : You Can If You THINK You Can

You can if you think you can. Kalimat sakti yang pernah menjadi judul buku legendaris karangan Norman Vincent Peale ini sepertinya hendak memberikan satu pesan yang jelas : jika Anda senantiasa berpikir positif, selalu merajut “mentalitas bisa” (can do attitude), dan senantiasa membayangkan masa depan dengan gelegak optimisme, maka percayalah, hidup Anda pada akhirnya benar-benar akan basah kuyup dalam nirvana keberhasilan dan kebahagiaan.

Dan persis seperti itulah spirit yang dikandung oleh Law of Attraction (LOA) – sebuah aliran keyakinan yang kini tengah digandrungi dimana-mana. Maka simaklah petikan kalimat-kalimat berikut ini.
Rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik. Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Ketika Anda membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yakni Anda. (dikutip secara bebas dari buku The Secret karangan Rhonda Byrne).
Dengan kata lain, jika Anda selalu membayangkan pikiran yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik secara powerful kepada sumbernya, yakni Anda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membawa kita dalam lorong gelap tak berujung.
Dalam lorong gelap itulah, benih-benih spirit optimisme, raungan keyakinan untuk mencengkram keberhasilan, dan daya juang untuk merajut imajinasi positif, menjadi hilang tak berbekas. Hidup yang nyata pada akhirnya akan berujung pada nyanyi bisu keterpurukan.
Itulah mengapa sebagian orang lalu memberi saran agar kita menjaga jarak dari lingkungan yang hanya menerbarkan energi kelam negativisme. Toh sialnya, setiap hari rasanya kita selalu disergap dengan energi negatif ini. Di jalanan tiap pagi kita disergap kemacetan yang melentik kita untuk segera mengeluarkan kemarahan dan umpatan menyalahkan pihak lain. Di kantor, kita acap menatap wajah-wajah sayu yang melakoni pekerjaannya dengan semangat yang kian sempoyongan. Di sudut lain kita juga tak jarang menemui sang complainer, yang kerjanya tiap hari hanya mengeluh : mengeluh bos-nya tidak adil-lah, mengeluh mengapa karirnya tak naik-naik-lah, atau mengeluh mengapa kopi yang disajikan office boy rasanya terlalu pahit……..
Dan aha, ketika kita pulang ke rumah, dan sejenak membaca berita di koran serta melihat acara talk show di televisi, duh mengapa isinya selalu sarat dengan negative news dan gambaran pesimisme yang kelam. Pengamat yang satu mengkritik ini, pengamat yang lain menyalahkan itu. Pengamat yang lainnya lagi memberikan gambaran masa depan bangsa yang seolah-olah akan jatuh dalam kegelapan abadi. (Fakta ini membuat teman saya pernah memberi saran pada saya agar BERHENTI total untuk membaca koran dan menonton televisi. Kenapa, tanya saya. Jawabnya lugas : berita dan komentar-komentar kelam yang muncul di televisi dan koran hanya akan membunuh imajinasi dan harapan Anda tentang masa depan yang lebih baik !!).
Begitulah. Ketika segenap partikel udara telah dipenuhi dengan energi negative, dan ketika berderet narasi tentang masa depan yang muram selalu menari dihadapan kita, maka apa yang sesungguhnya mesti kita lakukan?
Kita tentu tak boleh membiarkan diri kita larut didalamnya, sebab itu artinya hanya akan membuat kita terpelanting dalam kubangan nasib yang penuh ratapan dan sembilu kepedihan yang tak berujung.
Anda tak dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negatif. Ketika Anda berfokus pada peristiwa-peristiwa negatif, maka Anda bukan saja menambahnya, namun juga mendatangkan lebih banyak hal negatif ke dalam hidup Anda sendiri,” demikian untuk mengutip kembali ungkapan Rhonda Byrne.
Sumber : http://strategimanajemen.net/2008/01/14/law-of-attraction-jalan-terjal-menuju-nirvana-kebahagiaan-bagian-1/

Sukses Berpola, Gagal Berpola

Saat pertama kali bergabung di salah satu anak perusahaan Astra di Batam, saya dan teman-teman satu batch (angkatan), harus melewati masa training. Di akhir sesi training kita selama 3 bulan lamanya, kita diwajibkan untuk membuat studi kasus yang harus diselesaikan menggunakan metode Practical Problem Solving (PPS). Permasalahan yang timbul adalah, kami diwajibkan presentasi menggunakan metode PPS dalam bahasa Inggris. 

Review presentasi dilakukan sebanyak 4 kali, sampai akhirnya final presentation di depan COO (Chief Operational Officer) yang notabene orang ‘bule’. Celakanya, bahasa Inggris saya saat itu amburadul dan super tidak lancar. Untuk menutupi ketidak lancaran saya setiap presentasi dalam bahasa inggris, saya berdalih menyalahkan metode PPS yang tidak up to date.
Suatu saat, sepulang dari tempat kerja, saya menyambangi kawan satu batch saya, Fajar Hidayat namanya. Di kamar mess (rumah dinas) Fajar, saya menggerutu tentang kelemahan-kelemahan metode PPS dan tidak adanya manfaat yang didapat dari materi tersebut. Awalnya Fajar hanya mendengar sambil melirikkan matanya dari bawah keatas. Tiba-tiba dia memotong omongan saya dengan nada serius,”Yak (panggilan akrab saya), menurut aku, kamu itu tipe orang yang suka excuse terhadap sesuatu yang kamu tidak mampu. Kamu tidak berusaha membuat dirimu mampu. Orang kayak kamu itu, biasanya tidak pernah nomor satu!”
Wow wow wow, saya hanya terdiam sejenak dengan muka merah terbakar omongan kawan baik saya. Sayapun bertanya dengan nada tinggi,”maksudmu?!” Fajarpun menjawab dengan sangat jelas,”Sebetulnya bukan metode PPS-nya yang kurang, tapi aku tahu kamu punya kekurangan tidak lancar berbahasa inggris. Dari situ kamu membuat dalih untuk menutupi kekuranganmu!”. Tanpa bicara lagi, dengan muka masam, saya meninggalkan mess Fajar, yang jaraknya hanya satu gang dari mess saya. Malam hari itu darah saya naik ke kepala, rasanya ingin marah besar, karena belum pernah ada orang yang mengkritik saya setajam itu. Saya merenung memikirkan kembali setiap perkataan Fajar,”….orang kayak kamu itu, biasanya tidak pernah nomor satu!”.
Saya flashback ke masa lalu saya, ternyata benar apa yang dikatakan Fajar, memang SAYA TIDAK PERNAH NOMOR SATU. Setelah menganalisa kembali apa yang menyebabkan saya tidak pernah nomor satu? Padahal saya terhitung pekerja keras dan gigih. Ternyata kuncinya ada di kata-kata Fajar,”…kamu itu tipe orang yang suka membuatEXCUSE terhadap sesuatu yang kamu tidak mampu. Kamu tidak berusaha membuat dirimu mampu!”. Exactly, itulah diri saya di masa lalu. You woke me up, my friend! Sejak malam itu saya berikrar,”Saya akan menjadi yang terbaik di manapun saya berada dan di bidang yang saya tekuni!”
Belajar dari pengalaman saya dan orang lain, saya menyimpulkan bahwa ada POLA SUKSES dan POLA GAGAL. Tuhan telah menciptakan manusia dengan mekanisme serba otomatis. Orang-orang yang gagal dalam kehidupannya, dia memiliki pola gagal yang berulang. Begitu juga orang yang sukses, memiliki pola sukses yang berulang. Apapun deskripsi Anda tentang sukses, amatilah orang yang menurut Anda sukses dan gagal, perhatikan polanya. Saat saya memutuskan untuk mengubah nasib saya, saya mengubah pola saya yang lama, seperti tidak disiplin, banyak alasan, cepat menyerah, tidak tuntas dalam kerja, juga ketidak beranian mengambil resiko. Apa pola gagal Anda? Simple, hanya dibalik saja dan sukseslah Anda.

Penulis : Jaya Setiabudi
Sumber : https://hot.yukbisnis.com/sukses-gagal-berpola/

Cara Sederhana Membuat Produk Anda Laris

Menciptakan produk barang atau jasa itu mudah. membuatnya dicintai konsumen dan laris dalam waktu yang lama, itu persoalan lain. Tidak hanya butuh bahan baku yang bagus, kreatifitas yang tak habis, namun diperlukan banyak hal untuk itu. Oleh karena itu akan dibahas mengenai cara untuk membuat suatu produk menarik dan berdaya saing tinggi.



1. Jadi Orisinil/Original
Maksudnya, jadilah diri sendiri. Orisinillah dalam ide, menjadi yang terdepan. Proses ATM (Amati-Tiru-dan Modifikasi) adalah pelajaran awal ketika memulai. namun setelah anda buat produk dan bisnis berdasatkan metode ATM, anda tetap harus autentik dalam strategi, bisa jadi autentik dalam iklan, bisa jadi autentik dalam metode pemasaran, metode manajemen dan sebagainya.
Steve Job pernah berpesan pada penerusnya Tim Cook, CEO APPLE, “Jangan pernah mengikuti pola pikirku saat mengambil keputusan. Jangan pernah menjadi penerus seperti di Walt Disney yang terus-menerus mempertanyakan What Would Dalt Do. Jangan kotori kejernihan pikiranmu dengan menanyakan What Would Steve Do. Itu akan sia-sia, dan perusahaan ini tak akan berkembang. Jadilah dirimu sendiri, dengan ide-idemu yang autentik, karena tantangan perusahaan Apple di masamu akan berbeda dengan di masaku. Tugasmu memberikan RESPON terbaik, menurutmu, bukan menurutku!”.
2. Engkaulah Konsumen Pertama Produkmu
Sebagian dari kita mengatakan membuat produk ini dan itu untuk memenuhi permintaan pelanggan, atau untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan untuk memanfaatkan momen dan kesempatan tertentu. Taukah hasilnya? Hasil dari produk yang katanya memenuhi keinginan pelanggan hanya jadi produk menengah yang mudah dilupakan, atau hanya ‘menyesaki pasar’ tidak jadi produk ‘ngangenin’ yang benar-benar dicari dan dicintai pelanggan.
Mau tahu contohnya?
Cobalah lihat produk-produk souvenir di tempat-tempat wisata di seluruh Indonesia. sedikit sekali yang benar-benar dirancang dan dibuat dengan baik. Sedikit sekali yang bisa membuat konsumen benar-benar suka, apalagi jatuh cinta pada produknya. 
Konsumen justru membeli bukan karena suka, tapi hanya karena membutuhkan souvenir untuk memenuhi kewajibannya membawa oleh-oleh. Kita tak bahagia saat membelinya, tak juga merasa bangga saat memberikannya sebagai oleh-oleh pada keluarga dan sahabat di rumah. Bahkan setelah dibelipun, produk tersebut hampir tidak pernah digunakan alias mubazir.
Jika kita sebagai produsen produk saja tidak jatuh cinta pada produk yang kita ciptakan, ya jangan pernah berharap orang lain jatuh cinta pada produk kita dong! Karena, ANDA adalah konsumen pertama produk ANDA! As Simple as That.
3. Produk Harus Ngangeni
Pastikan produk anda dibuat dan dirancang dengan baik. Ingat, andalah pelanggan pertama produk anda. Anda harus bangga dengan produk anda. Artinya, dari segi desain kemasan, harus keren, manis. Packaging adalah first insight dari produk anda. Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda! Ini disebut konteks. 
Konteksnya harus bagus dan bikin mata anda senang, maka pelanggan andapun hampir sama senangnya dengan anda. Selanjutnya, hanya produk yang ngangeni yang bisa bertahan. Produk dengan kemasan baik dan lucu tapi isinya buruk, tak akan bertahan lama. Setelah konteks nya bagus, maka anda harus membuat konten yang juga baik dan ngangeni. Karena ada pameo dalam dunia marketing:
“Pembelian pertama dari pelanggan bukanlah prestasi, karena mungkin itu terpaksa, tertipu kemasan, atau ingin tahu. Nah prestasi sebenarnya adalah ketikan pelanggan melakukan pembelian berikutnya atau repeat order”.
4. Jangan Berhenti Berinovasi
Inovasilah yang membedakan market leader dan follower. Inovasilah yang membuat perbedaan tiap zaman. Inovasilah yang bisa menjadi magnet yang menarik makin banyak orang untuk membeli produk. Inovasilah yang membuat hidup kita semakin bergairah, mengundang keajaiban.
Berinovasi membutuhkan riset dan kreatifitas tanpa henti. Jadilah berbeda dan terlihat di tengah kerumunan. Ketika banyak kemasan barang lain sejenis menggunakan full colour, makan desainlah kemasan anda hitam putih atau grey scale. Inovasi juga pada strategi memasarkan, buatlah produk bundling, yang membuat harga yang anda tawarkan jadi samar dan tak tersaingi oleh kompetitor karena ada produk tambahan yang nilainya juga tak terbilang. Misal, bundling-kan produk shampoo dengan conditioner dalam satu paket.
5. Sederhanakan.. sederhanakan.. sederhanakan
Makin banyak elemen dalam sebuah produk yang memiliki fungsi yang tidak subtansial, akan makin mengurangi value produk tersebut. Banyak contohnya, maka tambahkan fitur yang benar-benar subtansial, bukan asal berbeda. Kalau kamu bilang produk mobilku ini berbeda karena ada cantolan saputangannya, maka so what gitu lho?
Lihatlah misalnya produk gadget atau handphone lokal yang dijejali beragam fitur baru. Seakan komplit, tapi justru malah berlebihan dan menurunkan value-nya. Misalnya ada HP dengan 4 SIM Card dalam satu handset. Atau bonus 1000 SMS/hari. Hanya sebagian kecil dari pelanggan saja yang bisa memanfaatkan fitur itu. Sebagian kecil, kalau tak mau dibilang sangat-sangat kecil.
Sungguh produk-produk seperti ini akan menjadi kawan setan karena kemubazirannya. Tidak akan menjadi trend setter, tidak juga best seller. 
Sederhanakanlah sistem penjualan, sederhanakan desain, sederhanakan ide. Sederhana tidak berlawanan dengan inovasi. Justru membuat hal rumit jadi sederhana itu yang mahal harganya.
6. HEART Sale Bukan Hard Sale
Tidak hanya membuat produk hebat, tapi jual lah juga dengan cara yang hebat. Kecenderungan orang-orang yang kreatif adalah mampu membuat produk yang sangat kreatif dan hebat, tapi jarang yang bisa menjualnya juga dengan cara yang super hebat atau kreatif seperti proses penciptaan produknya. 
Seperti kebanyakan dari kita juga yang mampu mempelajari ilmu-ilmu hebat tapi tak bisa menyampaikannya dengan sederhana dan hebat sehingga menjadi menyenangkan buat orang lain yang ingin belajar pada kita.
Saat mengatakan ‘menjual’, yang banyak terbayang di benak adalah orang jualan di pasar, teriak-teriak, kasih diskon, kasih hadiah, tawar menawar. Padahal yang dimaksudkan adalah bagaimana menjual itu dengan hati (HEART) bukan dengan hard
Tundukkan dulu hati konsumen dengan pendekatan emosional, dengan menawarkan value, dan dengan memenangkan kepentingan konsumen. Bukan mengedepankan fitur, tapi kedepankanlah solusi dari permasalahan konsumen.
Menjual dengan hati, ya harus ‘hati-hati’. Buatlah bagaimana konsumen merasa sangat 
beruntung bertransaksi dengan kita bukan sebaliknya merasa rugi karena telah membeli barang obral yang tidak berguna buatnya. Jika konsumen menang, dalam artian dia mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari uang yang dikeluarkannya, maka marketing kita akan bertambah tanpa dibayar, karena dia akan merekomendasikan kita pada teman-temannya tanpa diminta.
7. Manfaatkan Teknologi dan Media Sosial
Jika Anda hanya belajar membuat produk hebat tanpa memikirkan cara menjualnya, maka sudah pasti Anda akan gagal. Produk sehebat apapun tidak akan laku terjual jika konsumen tidak mengetahuinya.
Mengingat semakin berkembangnya teknologi, Anda tidak harus merepotkan diri menyebarkan brosur di jalanan atau membuat iklan di media cetak yang mengharuskan Anda merogoh kocek lebih dalam. Manfaatkanlah media sosial gratis seperti Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, dan media lainnya. 

8. Cara Pamungkas yang Sangat Hebat dan Gak Boleh ditinggalkan
"If you believe in your ideas, money will follow. But if you pursue money, you should fail!." – Tibor Kalman 
Uang dan keuntungan itu hanyalah akibat. Sekali lagi, jangan mengejar uang. Engkau akan capek jiwa raga. Lakukanlah hal-hal hebat, rancanglah produk dan sistem yang hebat, maka uang akan mengejar-ngejar kita. 
Dan, inilah kuncinya: ACTION! Bertindaklah! Responlah sebaik mungkin. Dan serahkan hasilnya pada DOA Anda.
Selamat Berbisnis!
(***)
Sumber : kampungwirausaha.com

Kategori

Kategori