Kisah Mengharukan! Murid “Gila” yang Berangkatkan Secara Gratis 65 Guru-gurunya Jalan-Jalan ke Luar Negeri dengan Fasilitas Kelas 1

Total sebanyak 65 orang guru-guru berasal dari SMAN 1 Pekalongan, SMP Negeri 1 Pekalongan dan SD Sampangan terbang bersama-sama ke Singapura dan Malaysia selama 5 hari dan tiba kembali ke Indonesia pada Minggu (24/9/2017).




Keberadaan para guru-guru ini selama melancong ke luar negeri dilengkapi dengan fasilitas kelas 1 yang mana semuanya sudah diurus oleh sebuah biro perjalananan wisata. Para guru-guru ini hanya menikmati perjalanan wisata mereka ke luar negeri.
Sebanyak 65 orang bapak-ibu guru ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada 19 September 2017 dan pada malam harinya langsung terbang.
Saat keberadaan para guru-guru ini di bandara, mereka semua disambut dengan hangat oleh seorang yang bernama Fredy Chandra beserta keluarganya.

Pria inilah ternyata yang membiayai seluruh ongkos perjalanan ke luar negeri ini. Sosok pria ini tak lain dulunya adalah murid dari semua guru-guru ini.
Dia pun berpesan kepada biro wisata yang memberangkatkan guru-gurunya meminta agar tak ada keluhan dari guru-guru selama tur ke luar negeri ini berlangsung.
Dalam tulisan blognya di Gurusiana, Kepala Sekolah SMA N 1 Pekalongan, Sulikin menuturkan awalnya sekitar Juli 2017, dia kedatangan seorang tamu sebagai alumni SMAN 1 Pekalongan tahun 1993.
Pria ini kemudian memperkenalkan diri dengan nama Fredy dan lalu terjadi perbincangan hangat antara mereka. Pada pertemuan itu, Fredy memuji kenangan kewibawaan dan pasti akan membekas pada seluruh alumni di sekolahan itu.
Singkat cerita, Fredy menjelaskan bahwa kedatangannya bertujuan untuk mengajak para guru-gurunya dulunya yang mengajarinya untuk jalan-jalan ke luar negeri. Namun, Sulikin timbul rasa tak percaya apalagi pastinya butuh biaya besar untuk melancong ke luar negeri.

Fredy meyakinkan bahwa dirinya sudah sejak lama berkeinginan untuk mengajak para guru-gurunya berwisata ke luar negeri. Karena itu, semangatnya terus membara dan akhirnya dia berhasil menjadi pengusaha kabel FO bawah laut hingga ke mancanegara.
Sejak tiga bulan berlalu hingga akhirnya pada September 2017 semuanya terlaksana. Para guru-guru ini diterbangkan untuk berwisata ke luar negeri.
“Mungkin 100 tahun yang akan datang, kami tidak menemukan lagi mantan murid gila seperti Fredi. Semoga sukses Fred, doa kami selalu bersamamu,” demikian tulis Sulikin dalam blog Gurusiana dengan judul “Muridku Gila”. (asr)
Sumber : http://www.erabaru.net/2017/09/27/kisah-mengharukan-murid-gila-yang-berangkatkan-secara-gratis-65-guru-gurunya-jalan-jalan-ke-luar-negeri-dengan-fasilitas-kelas-1/

Ia Diledek Sebagai Kurir Miskin, Tidak Berpendidikan, Tapi Sekarang, Ia Adalah Miliarder Beraset 590 Miliar NTD, Punya 80.000 Karyawan

24 tahun lalu, ia adalah seorang pemuda yang setiap hari kerjanya hanya mengantar barang pesanan ke mana-mana, ia dihina, pendidikannya juga tidak diakui!



Tapi sekarang, ia adalah milarder peringkat keempat di seantero Tiongkok, memiliki asset senilai NTD 590 miliar atau sekitar Rp.250.7 Triliun, dan 80.000 karyawan yang bekerja untuknya. Bahkan miliarder Jack Ma mengatakan secara terbuka “Ia adalah sosok orang yang paling dikagumi!”



Dia adalah Wang Wei, pendiri “SF Express” yang berkantor di Shenzhen, RRT.


Wang Wei terkenal karena kesederhanaannya di kalangan industri papan atas, bahkan oleh media ia dijuluki sebagai “presiden direktur paling misterius!”
Kerumunan para kuli tinta dari berbagai media berebut ingin mengambil wajah aslinya, namun, setelah 18 tahun merintis bisnisnya, ia baru menerima wawancara untuk pertama kalinya ! Ia sendiri mulai berkarir dari bawah sebagai kurir, sehingga bisa lebih merasakan lika-liku dan kesulitan pada garis pertama.
Meskipun di usianya yang ke-46 sekarang adalah seorang direktur, tapi ia tetap turun ke garis pertama bersama dengan beberapa perintis senior, dan kerap mengantar barang bersama karyawan!
Tahun lalu, ketika sedang sibuk-sibuknya menyambut hari belanja China 11/11 yang digelar setiap 11 NovemberWang Wei dengan sendirinya ikut “be on duty” (bekerja pada jamnya). Di mata para karyawan, dia bukan saja seorang presdir yang dekat dengan karyawan tapi juga seorang bos yang dominan.
Bos Wang Wei foto bersama salah satu karyawannya.
April tahun lalu, Wang Wei mendengar salah satu kurirnya dipukul oleh sopir karena kecelakaan lalu lintas saat sedang mengantar barang, sehingga ia pun geram dan mengumumkan perihal itu di internet, “Jika  saya tidak mempermasalahkan hal tersebut sampai tuntas! Maka saya tidak pantas lagi sebagai presdir SF Exprress!”
Karena perhatian Wang Wei itulah, sehingga membuat karyawannya loyal kepadanya, bahkan terbetik kabar ada karyawan yang kecelakaan saat mengantar barang di tengah perjalanan, tapi karena tidak apa-apa, ia melanjutkan tugasnya, hanya bisa kita katakan bahwa dia benar-benar berhasil mengambil hati pimpinan!
Wang Wei adalah penduduk Shanghai, Ayahnya penerjemah, sementara ibu adalah seorang dosen universitas, tetapi saat baru berusia tujuh tahun, keluarganya pindah ke Hong Kong. Setelah duduk di bangku SMU, Wang Wei tidak melanjutkan studinya, tetapi bekerja di sebuah pabrik kecil, pada satu kesempatan, ia membantu seorang temannya mengantar barang ke Shenzhen, Wang Wei yang baru berusia 22 tahun ketika itu, melihat banyak peluang bisnis dari beberapa kali pengalamannya saat mengirim barang.

Sang ayah membantunya mengumpulkan 100.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp.175 jutanya kurs sekarang, membiarkannya merintis usaha, dan hasilnya ia telah meraih hasil yang lumayan hanya dalam waktu relatif singkat selama tiga tahun.
“Biaya kirim untuk satu item barang agen lain dikenakan 70 dolar, sementara saya hanya memungut 40 dolar! Saat baru merintis, karyawan hanya lima orang, tapi mereka kerja selama 15 jam sehari, dan sebagaia bos saya juga ikut mengantar barang,” cerita Wang Wei mengenang masa lalunya.

Mereka lebih dulu menarik pelanggan dengan ongkos yang rendah, kemudian menstabilkan pelanggan dengan kualitas, dan dalam waktu relatif singkat selama empat tahun, hampir memonopoli semua bisnis jasa pengiriman ekspress di Hong Kong.
Ketika itu, Wang Wei baru berusia 26 tahun. Pada 2003, terjadi wabah SARS, orang-orang takut keluar rumah, sehingga meningkatkan permintaan jasa pengiriman barang, dan saat itu, ia membuat gebrakan yang belum pernah ada sebelumnya.
Ia menandatangani kontrak lima pesawat selama ledakan wabah itu, mengirim barang dengan pesawat khusus, dan menjadi sebuah perusahaan pertama di Tiongkok yang mengangkut kiriman ekspres via pesawat.
Wang Wei sekali lagi membuka mata orang-orang, otaknya yang menakjubkan itu bergerak lebih cepat dari yang lain! Ia pernah mengatakan, “Saya tidak percaya yang namanya kebetulan, segala kesuksesan itu mengandalkan usaha dan kerja keras!”
Ketika ditanya rahasia bisnisnya yang sukses itu, Wang Wei tersenyum sambil berkata, “Semua orang bilang kesadaran krisis saya sangat berat. Tetapi justeru karena ini yang mendorong saya terus bergerak maju!”
Wang Wei yang kini berusia 46 tahun, adalah orang terkaya di industri kurir swasta, juga telah membangun 45 pesawat kargo, 15.000 kendaraan pengiriman, menjadi kerajaan kurir ekspres yang mencakup lebih dari 200 negara di dunia.
Seorang heroik atau sosok orang yang hebat tidak perlu takut terlahir miskin dan hina, dan kisahnya ini benar-benar inspiratif. (joni/rmat)
Sumber : http://www.erabaru.net/2017/03/02/ia-diledek-sebagai-kurir-miskin-tidak-berpendidikan-tapi-sekarang-ia-adalah-miliarder-beraset-590-miliar-ntd-punya-80-000-karyawan/

Remaja India Ini, Gagal di Sekolah Tetapi Akhirnya Menjadi CEO

Minat yang begitu mendalam tentang komputasi telah membantu remaja 23 tahun dari Ludhiana, India yang dikenal dengan nama  Trishneet Arora menjadi seorang pengusaha yang sukses!



Trishneet merupakan seorang ahli hacker yang bertanggung jawab menguji sistem jaringan dan keamanan insfrastruktur bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan layanan tersebut. Anak muda ini kini memiliki kekayaan  ratusan ribu  US dolar  dan perusahaan dengan kantor secara online di Dubai dan Inggris Raya.

Trishneet awalnya telah menciptakan Cyber Emergency Response Team yang pertama di India utara. Pada usia 21 tahun, dia mendirikan perusahaan sendiri yang dikenal sebagai TAC Security Solutions yang mengaplikasikan teknik hack secara etis sebagai metode untuk menguji sistem keamanan perusahaan pelanggan seperti Reliance, CBI, Polisi Punjab, Polisi Gujarat, Amul dan Avon Cycles.




Pada usia yang masih muda, Trishneet menunjukkan minat yang tinggi di dalam bidang komputasi ketika prestasinya di sekolah menurun. Dia kemudian menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar hack melalui video di situs YouTube dengan menggunakan komputer ayahnya. Selain itu, ia juga selalu dipanggil untuk membantu memperbaiki serta menyelesaikan masalah-masalah terkait komputer.
Seringkali dimarahi oleh kedua orang tua dan ditertawakan oleh teman-teman karena tidak berhasil mencapai hasil yang baik di sekolah, Trishneet bertekad untuk melanjutkan di dalam bidang komputasi.

Trishneet juga menulis beberapa buku tentang hacking,  diantaranya adalah ‘Hacking Talk with Trishneet Arora,’ ‘The Hacking Era,’ dan ‘Hacking With Smartphone’. Baru-baru ini, ia memulai bisnis baru yang dikenal sebagai TAC-CERT untuk membantu perusahaan melindungi data cloud online. “Saya juga sedang berencana untuk mengembangkan bisnis ke Amerika Serikat dan kini sedang dalam diskusi bersama para pemodal,” kata Trishneet.
Kesimpulan dari kisah sukses Trishneet Arora, kegagalan di tingkat sekolah tidak berarti kegagalan sepenuhnya di dalam hidup. Sebaiknya, turuti kata hati dan kejar impian serta cita-cita apa pun rintangan yang mendatang.(Erabaru.my/Yant)
Sumber : http://www.erabaru.net/2017/03/27/remaja-india-ini-gagal-di-sekolah-tetapi-akhirnya-menjadi-ceo/

Inspiratif! Pernah Kecanduan Narkoba, Mantan Narapidana ini Lalu Bangkit dan Menjadi Seorang Konglomerat!

Melansir dari LA Today, 14 tahun yang lalu, Khalil Rafati adalah seorang mantan penipu dan seorang pecandu narkoba.





Khalil hampir tidak dapat dikenali dari masa lalunya. Ditambah, sekarang dia adalah seorang jutawan.
Tapi yang lebih penting lagi, bisnis yang dia bangun ternyata dapat membalikkan hidupnya.
Khalil nekat merantau ke Hollywood, AS dari kampung halamannya di Toledo, Ohio, AS karena ingin melupakan masa lalunya.
Dia dulu sempat mengalami pelecehan seksual di masa mudanya.
Dia segera memulai sebuah bisnis untuk memodifikasi mobil sport, dan memiliki banyak klien terkenal, termasuk gitar Liz Taylor, Jeff Bridges, dan Guns n ‘Roses, Slash.
Khalil Rafati, meski sekarang telah menjadi jutawan di usianya yang ke-46, namun ia tak segan untuk menyajikan jus secara langsung untuk pelanggan.
Walaupun di masa tua ia mampu meraih kesuksesan, nyatanya dia pernah terperangkap dalam aksi kriminal.
Di suatu tempat di sepanjang jalan, Khalil dulu menjadi seorang pengedar narkoba, dimulai dengan ganja, kemudian beralih ke pengedar ekstasi dan ketamin.
Dalam sebuah biografi tentang dirinya, yang berjudul “Saya Lupa untuk Mati,” dia menggambarkan dosis heroin yang ia konsumsi pertama kalinya, yang memberinya sensasi kebahagiaan seperti di masa kecil yang sering diimpikannya.
Sensasi itupun meledak dan membuatnya kecanduan, bahkan dia mengalami overdosis karena mengkonsumsi heroin dengan batas di luar normal pada 2001.
Namun beruntungnya ia berhasil diselamatkan oleh dokter.
Dua tahun kemudian, setelah menjalani hukuman di penjara selama empat belas tahun, dia telah mencapai titik terendah dalam hidupnya.
“Tidak ada lagi penggalian yang harus dilakukan, semua sekop saya rusak. Saya pikir hidup saya sudah selesai,” katanya.
Namun, takdir berkata lain. Perlahan dia mulai tertarik pada bidang kesehatan, dan seorang teman membawanya untuk menikmati “jus dan makanan super.”
“Hasilnya luar biasa, dan seketika itu, saya berencana untuk berbisnis jus kesehatan,”katanya kepada Sober Recovery.
Pada 2007, dia mendirikan sebuah tempat tinggal yang serba sederhana di Malibu, dan dia mulai membuat jus untuk pasien dan staf di sana.
Produk minuman kesehatannya diberi nama “Wolverine,” yang terbuat dari kurma dan pisang.
Ia menjualnya di pusat pemulihan Riviera Recovery. Kemudian minuman itu menjadi produk andalan untuk Sun Life Organics, toko pertama yang dibukanya.
“Minuman itu memiliki khasiat untuk meremajakan dan memperkuat stamina pasien,”katanya kepada The Times.
Berbicara dari pengalaman, dia menambahkan, “Memang memilih gaya hidup sehat itu sulit. Namun jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari karena terkena berbagai komplikasi penyakit yang mematikan. Maka dari itu, sebelum terlambat, Anda lebih baik mengkonsumsi minuman kesehatan ini.”
Pernyataan luar biasa dari mulut Khalil menyebar seperti api di seluruh Malibu.
“Begitu banyak orang luar rela datang ke Riviera Recovery untuk menikmati salah satu minuman jus saya. Bahkan menjadi sedikit memalukan karena banyak dari orang-orang ini bukan anggota dari program Riviera Recovery,” katanya.
Dia segera memutuskan untuk memasarkan jusnya ke masyarakat luas.
Dengan mengandalkan tabungannya dan beberapa dukungan finansial dari seorang penjudi profesional, dia akhirnya bisa membuka toko Sun Life Organics.
Sun Life Organics menyajikan lebih dari 30 jenis jus dan minuman, serta protein shakes, yogurt beku, kopi, dan makanan lezat lainnya.
Butuh waktu lima tahun bagi Khalil untuk memperluas tokonya hingga mampu membuka enam cabang.
Dari mantan narapidana hingga akhirnya menjadi jutawan.
Khalil telah membantu banyak orang untuk menghilangkan kebiasaan buruk mereka di sepanjang jalan, dan memiliki keinginan untuk membuat perbedaan.
Khalil menyaksikan secara langsung bagaimana produk ciptaannya dapat membantu menjaga kesehatan pasiennya.
Motivasinya untuk terjun di dunia bisnis kesehatan adalah “mencintai, menyembuhkan dan menginspirasi.”
Bahkan mereka yang telah tersandung atau terjerumus dalam narkoba, seperti dirinya, bisa bangkit dan menjalani kehidupan normal kembali.
(intan/rp)
Sumber : http://www.erabaru.net/2017/08/08/inspiratif-pernah-kecanduan-narkoba-mantan-narapidana-ini-lalu-bangkit-dan-menjadi-seorang-konglomerat/ 

Inspiratif! Dia Menggunakan Trik Ini dan Berhasil Menghemat Sebelas Juta Rupiah dalam Waktu 4 Bulan! Triknya Pun Jadi Viral di Internet!

Banyak orang memiliki kebiasaan menabung, apalagi sekarang ada banyak cara untuk menabung, dan menabung pun menjadi lebih nyaman.




Tapi sebaliknya tetap saja ada orang yang belum bisa mengembangkan kebiasaan menabung, masih terus kering kerontang setiap bulan bahkan sebelum berganti bulan kantongnya sudah kempes.
Misalnya, salah satu warganet ini, dalam postingannya di dunia maya, dia mengaku dirinya bukan tipe orang yang bisa menabung.
Beberapa bulan yang lalu, saat ia dan teman-temannya nonton film komedi yang dibintangi Stephen Chow, ia sempat membeli sebuah celengan.
Setelah membeli pun, masih belum ada rencana untuk menabung.
Tapi begitu ada uang receh atau uang koin, ia pun memasukkan ke dalam celengan.
Terkadang ia menyisipkan beberapa lembar uang kertas dari amplop gajinya.
Saat gajian, ia pikir nanti juga tinggal dicongkel kalau tidak ada uang.
Tapi sampai pada akhirnya, dia tidak pernah sekali pun mencongkel celengannya.
Sampai pada suatu hari, ia melihat celengannya sudah penuh, tidak muat lagi, lalu ia pun membedah celengannya.
Ia membedah celengan sambil menggumam, “Wow keren! Perasaannya tak terlukiskan sambil senyum-senyum melihat tumpukan uang kertas dan aroma koin yang overlooad!”

Tanpa disadari, uang yang ‘tertidur lelap’ selama 4 bulan dalam celengannya itu mencapai lebih dari 26.000 NTD atau kalau dirupiahkan sekitar Rp. 11,4 juta!
Wow, itu tidak mudah lho. Tak lama kemudian, banyak netizen yang memosting tentang uang receh mereka.
Jadi, jika kantong kamu masih saja selalu kempes setiap bulan, dan belum menumbuhkan kebiasaan menabung, tidak ada salahnya coba kamu terapkan seperti teman-teman netizen ini.
Dijamin perlahan-lahan kamu akan bisa mengembangkan kebiasaan baik ini.
Suatu hari nanti pasti akan memberikan kejutan yang terduga tentunya! (jhony/rp)
Sumber: 
funpeer.com
http://www.erabaru.net/2017/09/14/inspiratif-dia-menggunakan-trik-ini-dan-berhasil-menghemat-sebelas-juta-rupiah-dalam-waktu-4-bulan-triknya-pun-jadi-viral-di-internet/

“Kafe Tak Berawak” Milik Jack Ma Mulai Dioperasikan, Tidak Ada Kasir Maupun Pelayan

Semua orang tak menyangka kafe tak berawak milik Jack Ma terealisasi begitu cepat ! Juga tidak ada yang menyangka kafe tak berawaknya akan sangat populer.





Ini akan menjadi badai yang berdampak pada industri makanan di negeri Tirai Bambu.
Mudah-mudahan Anda tidak tereliminasi…
Gerai kafe tak berawak Jack Ma mulai dioperasikan di Hangzhou !
Dengan memindai kode QR pada aplikasi Taobao di pintu masuk toko, setiap konsumen akan dimonitor lewat sejumlah kamera di gerai.
Jack Ma sendiri yang mempraktekkan secara langsung gerainya! Setelah supermarket tanpa awak, kini hadir kafe tak berawak.
Tidak ada pelayan, tidak ada kasir, konsumen tidak perlu melakukan pembayaran di kasir.
Sebab, pembayaran sudah terjadi secara otomatis melalui ponsel ketika konsumen keluar melalui pintu check-out.

1. Pengunjung yang ingin masuk hanya perlu memindai QR Code pada aplikasi Taobao.
Selanjutnya, sistem akan mengingat identitas pelanggan. Pengunjung bebas belanja apa saja dan makan di food court yang tersedia.

2. Saat memilih makanan di food court dan hendak membayar, pengunjung akan dihadapkan dengan layar yang dilengkapi speech-recognition. Layar ini yang akan bertanya “apakah ini adalah makanan yang dipilih, Anda yakin ingin bayar?”
Begitu suara otomatis yang terdengar. Jika jawaban pengunjung adalah “iya”, maka harga makanan pun akan dipotong dari saldo Alipay.

3.Di atas layar, Anda dapat melihat harga menu makanan dan informasi terkait.
Selain itu juga dilengkapi dengan operasional secara bersamaan, jadi bisa bebas memilih dengan leluasa tanpa harus berebut menu makanan dengan teman-teman!
Perlu dicatat bahwa layar cerdas ini juga dapat mengingat catatan makanan historis Anda, yang akan merekomemendasikan sesuai dengan selera Anda.
Sambil menunggu, Anda juga bisa bermain game atau berselancar di dunia maya …

4. Pembayaran dilakukan di akhir kunjungan. Tak ada transaksi dengan uang fisik, melainkan lewat layanan pembayaran digital Alipay, dimana sistem akan mengurangi saldo akun Taobao pelanggan, seluruh proses ini dilakukan secara sistem tanpa pelayan dan kasir!

Tentu saja, jika Anda membutuhkan layanan manual, pelayan tetap akan siap siaga.
Smartcafe sebenarnya bukan masa depan lagi ! Pengalaman yang diberikan kepada pelanggan adalah kenyamanan, tidak ribet mengeluarkan uang fisik.
Menakjubkan! Benar-benar tak percaya kafe tanpa awak ternyata sudah hadir !Hal ini jauh lebih cepat dari yang dibayangkan!

Karena tidak adanya biaya operasional untuk pelayan, kasir, dan sebagainya, biaya pengeluaran kafe tanpa awak ini hanya sekitar seperempat dari restoran tradisional.
Inovasi dari Alibaba Group ini lagi-lagi bisa dibilang sebagai “penghancur” industri makanan tradisional lain!
Bersamaan dengan itu, konon katanya, dalam beberapa tahun ke depan, Jack Ma akan membuka 100.000 gerai kafe tanpa awak di seantero negeri Tiongkok! (jhn/yant)
Sumber: pixpo.net

Kisah Sukses Buruh Tani yang Ubah Nasib Jadi Pengusaha Kue

Saat masih berusia 9 tahun, Cleusa Maria lebih mahir menggunakan cangkul dan garu dibanding harus bermain dengan boneka. Tak seperti anak-anak sebayanya, wanita yang dibesarkan di pinggiran kota Sao Pao, Brazil ini harus menjalani usia mudanya untuk bekerja sebagai buruh anak.

Setiap hari, Maria membantu sang ayah bekerja di kebun. Meski bukan milik sendiri, kebun yang digarapnya tersebut setidaknya bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.



Hari-harinya berjalan seperti biasa, hingga pada usia 12 tahun sang ayah meninggal dunia. Tidak ada lagi yang bisa menafkahi keluarga, ibunya juga harus berjuang mati-matian menghidupi Maria dan 9 saudaranya.

"Saat itu saya baru mengerti bahwa sesuatu bisa menjadi buruk kapan saja," tutur Maria seperti dilansir dari BBC, Rabu (23/8/2017).

Lantas, ia bersama ibu dan saudara-saudaranya memutuskan pindah ke rumah nenek. Maria dan sang ibu bekerja di pabrik gula menjadi buruh potong tebu. Setiap hari ia bekerja selama 10 jam.

Bosan dengan hidup yang serba kesusahan, Maria akhirnya bertekad untuk bisa mengubah nasibnya. Di usia 17 tahun ia memutuskan hijrah ke kota untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Kehidupan yang dijalaninya kala itu pun jauh dari cukup. Ia hanya punya waktu libur dua hari selama sebulan. Semua gajinya pun ia kirim ke kampung untuk membantu ibu dan adik-adiknya.

Bertekad sukses

Menjalani hidup sebagai pembantu rumah tangga tak lantas membuat Maria puas. Ia merasa banyak kesenjangan yang harus dirasakannya apalagi ketika bekerja dengan orang berada.

Dengan tekad yang besar, Maria akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. Ia kemudian masuk ke sekolah kejuruan agar bisa bekerja kantoran sebagai seorang resepsionis.

Di tahun 1995, Maria dihadapkan pada satu kesempatan yang mengubah hidupnya. Istri dari bos tempat ia bekerja memintanya untuk membantu membuat kue. Tak tanggung-tanggung, Maria diminta merancang kue seberat 35 kilogram.

"Istri bos saya senang untuk menjual kue. Suatu hari, ia mengalami cedera kaki. Dia kemudian meminta saya untuk membantunya membuat kue. Saya tidak pernah memanggang sebelumnya, saya hanya mengikuti instruksi. Untungnya hasil kue itu memuaskan," cerita Maria.

Sang istri bos sangat senang dengan kue yang Maria buat. Ia pun menghadiahi Maria sebuah mixer dan meminta Maria membuat kue lebih banyak untuk teman-temannya.

Setelah itu, semua kesempatan makin terbuka lebar untuk Maria. Ia tak hanya bekerja sebagai resepsionis, kala malam Maria juga sibuk membuat pesanan berbagai kue.

Dua tahun setelahnya, Maria memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. Ia membuka gerai toko kue pertamanya yang diberi nama Sensacoes Doces.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, ia mampu membuka cabang di empat tempat berbeda.

Makin sukses

Setelah mampu dikenal luas oleh masyarakat, salah seorang teman menyarankan Maria untuk membuat franchise. Meski ia tidak terlalu tahu tentang dunia franchise, wanita ini akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran temannya tersebut.

Benar saja, hanya dalam waktu singkat, gerai kuenya kini menjamur di 50 lokasi berbeda.

Dua dekade setelah ia membuka gerai toko pertamanya, Maria kini memiliki lebih dari 300 outlet di 13 negara bagian di Brazil. Tiap toko, ia mempekerjakan lebih dari 15 orang pegawai.

Maria menuturkan, ia memiliki dua mimpi besar dalam hidupnya. Ia ingin membuat sang ibu tidak lagi harus bekerja di ladang tebu. Ia juga ingin anak-anaknya tidak merasakan pengalaman pahitnya dulu.

"Awalnya saya takut bisnis ini berkembang sangat pesat dan saya tidak memiliki pengalaman yang cukup. Tapi di satu poin saya mengerti bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saya bahkan harus bersyukur sudah bisa berada di titik ini," tutur Maria.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/3065421/kisah-sukses-buruh-tani-yang-ubah-nasib-jadi-pengusaha-kue

Bos Warung Upnormal Rex Marindo: Kaya, Terkenal, So What…?

Hari minggu lalu saya ketemu Rex Marindo, salah satu bos Warung Upnormal Grup (nama asli grupnya si Cita Rasa Prima Indonesia Berjaya). Ini sudah pertemuan saya yang kesekian kali. Selalu menyenangkan mendengar cerita dia jatuh bangun mendirikan bisnisnya, apalagi sambil “ditraktir” kopi di kafenya yang baru, Upnomal Coffee Roaster, Jl Wahid Hasyim, Jakarta. Selalu ada yang baru di ceritanya.

Dia lulusan Universitas Parahyangan Bandung, menekuni dunia marketing, yang kini menjadi Direktur Pemasaran Cira Rasa Prima Group. Dia seperti Midas dalam mitologi Yunani. Seolah apa pun yang disentuhnya menjadi emas. Namanya menjadi buah bibir para praktisi pemasaran. "Bagaimana dia bisa membuat branding keren dari sebuah produk sederhana seperti Indomie dan dijual lebih valuable sesuai kantong anak kafe lewat Upnormal," begitu kata banyak orang
Memulai bisnis kuliner di 2013 (sebelumnya menjadi konsultan marketing) dengan membuat Nasi Goreng Mafia  bersama teman-temannya seperti Danis Puntoadi, Stefi Kurniadi, Sarita Sutedja dan beberapa orang di Bandung. Dengan modal Rp 100 juta saja (Rp 60 jutanya untuk sewa tempat di Jl Dipatiukur), dia nekat meninggalkan bisnis konsultan pemasaran dan banting setir menjadi tukang nasi goreng. Nasi Goreng Rempah Mafia namanya.
Warung Nasi Goreng Rempah Mafia itu booming dan dalam waktu singkat sempat menjadi 28 cabang. Lalu 2014 mendirikan Bakso Boedjangan yang sekarang sudah menjadi 25 cabang.  Setahun kemudian, 2015 Rex dkk meluncurkan  Warung Upnormal. Akhir tahun ini, jumlah cabang Warung Upnormal akan menjadi 80 cabang. Satu cabang Warung Upnormal biaya franchisenya bisa mencapai lebih dari Rp 4 miliar. Hanya empat tahun, Rex dan teman-temannya di CRP punya 80 cabang Upnormal, 25 cabang Bakso Boedjangan, 12 cabang Nasi Goreng Mafia, dan 6 restoran Sambal Karmila.
Saat di sebuah pelatihan Endeavour Global di Malaysia dia ditanya, “Setelah Anda kaya, Anda terkenal setiap ketemu orang, orang mengajak selfie, lalu so what?” tanya seorang mentor. Rex seperti terkesiap. “Iya buat apa,” katanya dalam hati.
Rex punya jawaban tapi mulutnya tercekat. Dia melihat dirinya sendiri. Dia beda dengan OKB (orang kaya baru) yang berubah saat bisnisnya meledak. Harta OKB kerap dihabiskan untuk barang-barang konsumsi seperti baju mahal, jam tangan Rolex yang harganya ratusan juta sampai puluhan miliar rupiah, mobil mewah dan lain-lain. Rex tidak. Dia ingat saat pertama kali sukses membuka bisnis kuliner. Lelaki kelahiran Palembang itu menahan diri membeli mobil dan tetap memakai motor. Uang yang didapat dia tanamkan kembali untuk membuka lebih banyak resto cabang 
Rex dulu dan Rex sekarang tak ada beda, begitu kata teman-temannya. Ke mana-mana dia tak butuh memakai baju mahal. "Baju kebesarannya" adalah  kaos hitam kaos hitam Upnormal bertulisan “Kopi untuk Indonesia”. “Semakin banyak cabang resto baru dibuka, kaos saya seperti ini semakin banyak. Saya punya kaos selusin kayak begini.” Tak ada secuil arloji di tangannya. Celana jeans dan sepatu olahraganya juga sepatu kebanyakan orang, seperti New Balance, Adidas atau sebangsanya. Orang pun tak tahu apakah sepatunya original atau sepatu KW-1?
“Iya jadi buat apa semua (kekayaan dan ketenarannya) ini?” kata Rex menirukan mentornya. Rex punya jawabannya. “Ini semua untuk ibadah. Bisa menjadi kran (penyalur) rezeki bagi 3.500 karyawan itu membahagiakan.”
“Kita semuanya ini sedang deal dengan The Greatest Investor: God! Jadi itu yang membuat saya tetap bersemangat.”
Semoga kita bisa belajar dari Rex Marindo dkk. Untuk apa kita mengejar semua ini—apalagi dengan menghalalkan segala cara?
Ya, segelas kopi dan obrolan dengan Rex di sebuah diskusi, telah menyadarkan semua ini fana dan akhirnya berpulang kepada The Greatest Investor.
Jakarta, 24 September 2017
Penulis : Burhan Sholihin, penggemar kopi dan dotcomer
(FB/IG/Twitter: @burhans)
Sumber : https://indonesiana.tempo.co/read/117218/2017/09/28/burhan_sholihin.1/bos-warung-upnormal-rex-marindo-kaya-terkenal-so-what#kbObg3QiZiY6qcKQ.01

Kategori

Kategori