Albaik, Ayam Goreng Tersohor yang Lahir dari Gudang

Loading...
Ketika mendengar restoran ayam goreng cepat saji, mungkin yang pertama kali terlintas dalam pikiran adalah McDonalds (McD) atau Kentucky Fried Chicken (KFC). Tapi, di Arab Saudi, pamor dua restoran ini masih kalah dengan restoran ayam goreng lokal, Albaik.



Restoran ini pada dasarnya sama dengan restoran ayam goreng lainnya. Bedanya, ayam yang disajikan lebih beraroma dan porsinya lebih jumbo.

Sahabat Dream, restoran yang beken di Arab Saudi ini semula bukan bernama Albaik. Restoran ini awalnya berdiri di sebuah gudang tua.

Ide bisnis ini muncul dari seorang pria bernama Shakour Abu Ghazalah. Dia mendirikan bisnis restoran ayam goreng cepat saji bernama Broast Restaurant.

Shakour sadar masyarakat butuh makanan berkualitas dengan harga bersahabat serta disajikan dengan cepat di tempat yang bersih dan nyaman. Pria ini pun membuka usaha restorannya di daerah Sharafiyah, Jeddah, Arab Saudi, pada September 1974.

Dua tahun berikutnya, Shakour membuka cabang pertama Broast Restaurant di Al Dakheel Building. Sayangnya, lima bulan setelah cabang itu beroperasi, pria tersebut menghembuskan napas terakhir pada usia 48 tahun.

Dia meninggal karena sakit kanker. Usaha ini pun dilanjutkan oleh anaknya, Ihsan Abu Ghazalah, yang baru saja lulus kuliah.

“ Tekad, ketekunan, dan kerja kerasnya menjadi inspirasi yang telah mendorong keberhasilan kami. Semua orang mencintai ayah kami. Dia orang yang menyenangkan dan rendah hati. Pria yang luar biasa,” kata Ihsan.

Bisnis di Ujung Tanduk

Perjalanan Broast Restaurant tak semulus jalan tol. Bisnis ini sempat mengalami kebangkrutan dan membuat Ihsan kelimpungan. Dia sampai kehilangan hak agen dan memulai bisnis dari awal.
“ Kami harus melikuidasi aset, membayar utang, merampingkan bisnis, dan merampingkan biaya,” kata dia.

Tak hanya itu, Ihsan mengatakan ada 400 restoran peniru yang menyajikan ayam goreng di Jeddah. Hal itu menyebabkan tingkat persaingan menjadi semakin sulit.

Tahun 1982, Ihsan dibantu dengan adiknya, Rami, membangun kembali bisnis ayahnya. Meski tak punya latar belakang bisnis, keduanya menjalankan restoran mulai dari nol lagi.

“ Kami harus menemukan sesuatu untuk membuat kami berbeda dengan kompetitor dan kami tahu bahwa hal itu terkait kualitas dan nilai,” kata dia.

Nama restoran pun diubah dari Broast Restaurant menjadi Albaik pada 1986. Dalam bahasa Arab, 'albaik' berarti 'ambil' atau 'pilih'.

Resep Rahasia Ayamnya

Demi mengembangkan bisnis, Ihsan rela terbang ke Paris, Perancis. Sepulangnya dari sana, dia membuat resep andalan dengan 16 jenis rempah dan bumbu rahasia.

Selama tiga tahun, dua bersaudara ini bekerja siang malam untuk menyiapkan resep rahasia di lokasi tersembunyi. Lalu, resep itu dikirim ke dapur pusat untuk pengolahan lebih lanjut.

Kini, restoran punya menu andalan, yaitu spicy chicken, chicken fillet nugget, shrimp. Ada juga kentang goreng dan roti goreng sebagai pelengkap menu. Albaik ini juga punya andalan saus bawang putih yang khas.
Saat ini, Albaik sudah punya cabang di berbagai negara, seperti India, Mesir, dan Amerika Serikat. Untuk program corporate social responsibility (CSR), Albaik juga turut berperan aktif mendukung sejumlah program di bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan, sampai kesadaran lingkungan. Restoran ini pun menjadi restoran ayam cepat saji yang paling disukai oleh warga Arab Saudi.
Sumber: Boombastis
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon