Bob and Me : "Alasan Menikah"

Loading...
Sang Maestro, menikah dengan tante, Soelami Soedjoed, 31 Juli 1967 di Bandung. Seperti rumah tangga lainnya, tentu saja keluarga ini tidak lepas dari berbagai cobaan. 
Tapi, seperti sudah sering diungkap berbagai media, bahtera rumah tangga in terus bertahan sampai Tuhan memisahkan keduanya. 

Tante meninggal dunia lebih dahulu : 22 Juli 2014. Tak sampai satu tahun, sang Maestro menyusul, 19 Januari 2015.
Merunut kondisi kesehatan keduanya, sebenarnya sang maestro lebih mengkhawatirkan. Di saat-saat terakhir, oom justru lebih sering bolak-balik ke rumah sakit. Beberapa kali pula, keduanya dirawat di ruang yang sama.
Mungkin itu yang disebut sebagai cinta sejati. Usia keduanya pun tidak terpaut jauh. Sang Maestro lahir 9 Maret 1933, tante 25 Oktober di tahun yang sama. Ketika saya datang bersama keluarga di hari raya, dalam ruang bicara yang terpisah, sempat tertanyakan alasan oom menikahi tante.
'Nal. Kalau pilih istri untuk seumur hidup, pilihlah yang siap menerima kamu apa adanya. Yang lebih utama, adalah yang siap menerima hidup susah bersamamu. Siap bareng mengarungi bahtera kehidupan. Bukan yang mau mengikuti karena ketebalan kantongmu, atau kegantengan wajahmu.'
'Kalau susahnya siap, kalau senang pasti lebih siap! Masuk akal?'
Di saat semakin banyak rumah tangga yang bubar dengan berbagai sebab, patut direnungkan petuah sang Maestro ini. Bukan soal lama-sebentarnya pacaran (atau menghindari pacaran). Mungkin bukan juga soal kepatuhan menjalankan ajaran agama. Cukup di soal kecil itu. Kesediaan menerima pasangan apa adanya. Bukan ada apanya ...
(Saat artikel ini ditulis, ramai berita viral soal usia pernikahan Salmafina dan Taqy Malik yang baru seumur jagung. Semoga petuah sang Maestro bisa menjadi pelajaran berharga)

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/8c8151b0ff074619b57c34190fda3c46?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon