Bob and Me : "Banjir Kemang"

Loading...
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Kemang adalah wilayah yang tidak pernah absen dari banjir. Bahkan pada 2013-2014, Kemang mengalami banjir yang sangat parah. 

Ketinggian air bervariasi antara 20-150 cm. Di depan KemChicks, ketinggian air mencapai 60 cm, sehingga membuat aktivitas gerai sang Maestro terhenti aktivitasnya karena akses pelanggan terhalang banjir. Gerai tutup selama beberapa hari.
Tempat nongkrong kami, sementara berpindah. Diskusi tentang berbagai hal, sambil sesekali memantau Breaking News dari beberapa stasiun televisi berita, tentang banjir Jakarta. Pantauan situasi terkini dipadu dengan wawancara para pejabat maupun pengamat. Ramai mencari penyebab, dari cuaca ekstrim sampai manipulasi perizinan. Saling tunjuk hidung. Berupaya mencuci tangan.
Berulang-kali konsumsi berganti. Sarapan pagi racikan sendiri. Makan siang order by phone dari restoran bakmi langganan. Kopi, teh, aneka minuman ringan dan air mineral, tinggal ambil sendiri.
'Aku mengalami sendiri perkembangan Kemang, sejak masih jadi tempat jin buang anak. Sekeliling rumah yang juga jadi warung, masih banyak sawah dan pepohonan yang asri. Sampai jadi Kemang seperti hari ini,' kisah sang Maestro.
'Ada baiknya. Ada juga buruknya. Tapi yang pasti, Kemchicks bakal lebih ramai pengunjungnya. Besok kita lihat, setelah banjir usai ...'
Sungguh. Optimisme seperti ini yang saya suka dari sang Maestro. Dan seringkali, optimisme itu terbukti, bukan isapan jempol.

Sumber :https://c.uctalks.ucweb.com/detail/8cf0d98bcd594a0b9a27dc324e388b45?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon