Bob and Me : Bebek Slamet

Loading...
Siang itu, di Lebak Bulus. Ada spanduk besar berisi pengumuman pembukaan cabang baru restoran bebek paling enak di Solo, Bebek Slamet. 

Secara bersamaan, hari itu juga kami janjian bertemu di rumah tipe 21 milik sang Maestro. Jadilah topik diskusi hari itu dibumbui dengan janjian makan siang di restoran bebek.
Dengan berjalan kaki, kami keluar dari komplek rumah menuju restoran. Mungkin sekitar 300 meteran. Ini kondisi luar biasa. 
Tidak biasa, oom keluar rumah dengan berjalan kaki. Biasanya, kemana pun oom pergi, pasti diantar dengan Jaguarnya. Kali ini dikawal dua junior yang sudah tidak bisa disebut muda.
Masuk areal restoran, kami seperti tamu undangan. Maklum, yang datang selebritis. Beberapa karyawan restoran sibuk mencarikan meja kosong. 
Setelah dapat, dan kami duduk, seorang dari mereka sibuk membuat foto dokumentasi.
Kami pesan satu ekor bebek goreng utuh, plus ati ampela dan cekernya. Asumsinya, kami bertiga akan makan bersama. 
Tapi ternyata saat itu saya baru tahu, oom tidak suka makanan berbahan baku bebek. Sungguh di luar dugaan. Selama ini, yang saya tahu, oom tidak suka ikan.
Jadilah. Oom hanya minum the tawar saja. Kami (saya dan pak marlock), menyantap nasi plus bebek goreng yang terhidang. 
Sialnya, saat nasi sudah habis, di meja masih ada separuh bebek goreng. Dan sebagai orang termuda, saya selalu kebagian menghabiskan sisa menu.
Nasib deh …

Sumber :https://c.uctalks.ucweb.com/detail/14a303aaf05d40f69667edb05a50fe53?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon