Bob and Me : "Membela Petani/Peternak"

Loading...
Sejak lama kita terlena karena diombang-ambingkan oleh slogan. Jargon. 
Kita merasa bangga sekali dengan jargon, sekalipun apa yang disebut ternyata bertolak-belakang dengan yang terjadi dalam kenyataan.

Misalnya soal keberpihakan kepada petani atau peternak. Sejak zaman dahulu, jargon ini populer sekali. Ada istilah bapak angkat. Ada istilah plasma inti.

Yang artinya sebenarnya sama, yaitu soal bagaimana melindungi dan memberdayakan petani, sehingga mereka bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Itu jargonnya. Bagaimana kenyataannya? Seperti jauh panggang dari api. Namanya bantuan, tapi kenyataannya seperti membiarkan leher seekor kambing tidak terikat, tapi ekornya tidak dilepas. Itu sebenarnya memindahkan kapitalisme dari satu pihak ke pihak lainnya.
Coba pikirkan. Pada sistem inti plasma, para kapitalis itu menyediakan semua sarana produksi pertanian atau peternakan. Mereka berperan sebagai inti. Petani atau peternak sebagai plasma, tidak harus membayar dahulu. Bayarnya nanti setelah panen. Tapi, nanti kalau panen, petani atau peternak harus menjual hasil tani atau ternaknya kepada perusahaan inti. Harganya, sudah ditentukan sepihak oleh inti. Bisa lebih tinggi dari harga pasar, tapi bisa juga lebih rendah. Di sini, inti bisa berlindung di bawah jargon : melindungi petani peternak dari harga rendah.
Ini yang disebut oleh sang Maestro ‘leher dilepas ekor dipegangi.’ Kalau benar-benar serius membantu petani peternak, bersiaplah membeli hasil panen petani peternak berapapun jumlahnya, jika mereka tidak mampu menjual produknya. Tapi izinkan juga petani peternak menjual hasil panennya di pasar bebas, pada tingkat harga yang lebih tinggi daripada harga penawaran perusahaan inti.
(Jauh hari sebelum pola Perusahaan Inti Rakyat atau PIR digalakkan, sang Maestro sudah melakukannya. Beliau memberikan pelatihan kepada para petani peternak soal budidaya sampai pasca panen, termasuk grading produk. Dengan grading itu, petani bisa menjual hasil panennya pada beberapa tingkat harga.
Mengingat komoditi yang ditanam atau dipelihara adalah komoditi yang tidak umum dijual di pasar lokal, maka perusahaan sang Maestro lah yang kemudian menampung hasil panennya. Tapi lama-kelamaan, pasar lokal pun bisa menerima pasokan. Dan petani peternak bebas menjual hasil produknya, kemana saja mereka suka.
Walaupun sudah dibebaskan menjual kemana saja, tetap saja para petani peternak lebih suka menjual produknya kepada sang Maestro. Kenapa? Karena harga jual yang ditetapkan masih lebih tinggi daripada harga pasar. Itu bisa terjadi karena beliau sudah memiliki pasar yang memberikan harga lebih baik di luar negeri)

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/49400e3b93bc4787a5075570e89ffff2?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon