Bob and Me : "Menggoreng Kartu Kredit"

Loading...
Pada suatu masa, di era duaribuan akhir, sangat ramai pelatihan ‘memberdayakan kartu kredit sebagai sumber modal’. 
Istilah yang biasa dilakukan untuk praktek ini adalah ‘menggoreng’ kartu kredit.

Polanya adalah memanfaatkan kondisi over likuiditas di bank-bank nasional (juga yang multinasional), yang membutuhkan saluran untuk bisa memutar dana masyarakat. 
Saat itu, memang mudah sekali mendapatkan kartu kredit. Cukup dengan copy KTP, slip gaji dan copy rekening koran selama tiga bulan, kartu kredit berbagai bank, bisa didapat.
 Apalagi jika sudah punya kartu kredit dari bank ternama. Lebih mudah lagi dapatnya.
Bagaimana dengan orang yang tidak punya gaji? Ahaaaaai. Di Indonesia, apa yang nggak bisa direkayasa? 
Slip gaji bisa dibuat sendiri. Bahkan rekening koran pun bisa dipoles agar terlihat kinclong. Cukup punya dua atau tiga rekening di bank berbeda, rekening koran pun bisa dibuat aktif putaran dananya.
Dalam salah satu seminar (entah di mana lokasinya), ada seorang penanya, anak muda, bertanya soal goreng-menggoreng kartu kredit ini. Apa jawaban sang Maestro?
Aku dididik untuk jadi pekerja keras. Bukan akal-akalan, apalagi jadi orang licik. Kalau tidak punya uang, aku memilih untuk bekerja dengan tenagaku. Bukan dengan melakukan rekayasa. Aku ingin hidup tenang, tidak dikejar-kejar debt collector.
Itu …

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/8fc0fc62606545a3b847b148bc8ab926?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon