Bob and Me : "Resolusi Awal Tahun"

Loading...
Setiap jelang akhir tahun, beberapa tahun terakhir, berbagai lembaga sibuk mengadakan outing. 

Pergi beramai-ramai ke suatu tempat, adakan rapat berhari-hari, melakukan evaluasi kinerja dan pada akhir sesi menetapkan resolusi sambil menyanyikan lagu kemesraan.
Bukan hanya secara kelembagaan. Resolusi awal tahun juga mulai merambah ke ranah perorangan. 
Seminar dan pelatihan pun ramai diadakan untuk memberi tuntunan bagaimana membuatnya. Apa pendapat sang Maestro?
'Jay. Aku nggak pernah punya mimpi. Nggak punya cita-cita. Kalaupun ada keinginan, paling hanya ingin makan sepiring berdua sama tante. 
Hidup ini sederhana. Cukup melangkah. Satu dua langkah, perhatikan hasilnya. Kalau bagus hasilnya, dilanjutkan. Kalau kurang bagus, evaluasi dan perbaiki sepanjang perjalanan.'
'Sekali lagi. Hidup ini sederhana. Bikin resolusi-resolusi begitu malah bikin ribet. Apalagi sekarang. 
Perkembangan teknologi menyebabkan banyak hal umurnya lebih singkat. Berbagai masalah membutuhkan respon yang segera. 
Manuver harus dilakukan dalam hitungan hari, bahkan jam atau lebih cepat lagi. Keputusan-keputusan bisnis tidak bisa menunggu sampai akhir tahun untuk membuat resolusi.'
'Percuma kan bikin resolusi dengan biaya tinggi, baru tiga bulan sudah nggak relevan lagi? Kalau mau piknik, ya piknik saja. Jangan pakai alasan bikin Renstra. Ha ha ha ...'
Saya cuma tersenyum. Ada benarnya juga.

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/2f41745e846245a59eb3a39b7cd19fe2?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon