Bob and Me : Restoran Cina

Loading...
Sejak zaman dahulu kala, saya suka wisata kuliner. Dan kesukaan ini seperti panci bertemu tutup, ketika kami : saya dan sang maestro, berjumpa dan kemudian berkarib. 
Saya jadi tahu makanan kesukaan beliau. Juga makanan yang tidak disukai.

Saat pulang dari Bandung (seminar di ITB kalau tidak salah), kami singgah di sebuah restoran Chinese Food halal di sana. 
Makanan favoritnya, mie goreng. Selain itu, ada juga menu lainnya. Seperti biasa, oom yang memesan set menu untuk makan tengah. Kami makan bersama : oom, pak Marlock, pak Poniran dan saya.
Di meja yang cukup lebar, tersedia chopstick, sendok, garpu dan pisau. Juga beberapa piring untuk alat makan kami. 
Menu pun disajikan di bagian meja yang bisa diputar. Kami semua bisa mengambilnya tanpa harus bangkit dari kursi.
Setelah semua menu keluar, kami pun mengambil makanan masing-masing dan makan siang pun dimulai. 
Awalnya saya bersiap makan dengan tangan, tanpa sendok – garpu atau chopstick. Tapi oom langsung menegur sekembalinya saya dari wastafel untuk mencuci tangan.
‘Hei, Jay. Ini restoran Cina. Bukan Padang. Pakai alat yang disediakan …’
Seperti biasa, saya tidak membantah. Walau agak canggung, saya pakai juga chopstick yang disediakan. Lama-lama jadi mahir juga. Hehe he … 
Lama-lama saya tahu, oom memang orang yang pandai beradaptasi. Termasuk kebiasaan makan. 
Beliau bisa makan daging ayam dengan sangat bersih, memisahkan daging dan tulang dengan chopstick, atau sendok garpu. Saya, biasanya menggunakan tangan. Ha ha ha. Kampungan, sebut oom.

https://c.uctalks.ucweb.com/detail/929686e5c97a416087603adc74092d2b?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon