Bob and Me : "Tidak Punya Musuh"

Loading...
Banyak orang hidupnya tidak bahagia, karena punya banyak musuh. Mungkin karena ucapannya. Mungkin karena tindakannya.

Bisa juga karena keduanya. Dan orang-orang yang memusuhi itu, tak hanya muncul karena kita jahat. Karena Nabi dan Rasul, dengan kebaikan perilaku dan visi masing-masing, pun memiliki banyak musuh.
Itulah sebabnya, dalam dunia politik kita mengenal idiom : tidak ada kawan atau musuh abadi. Yang ada hanya kepentingan.
Sejuta kawan masih kurang. Satu musuh terlalu banyak, kutip sang Maestro usai berjumpa dengan seorang wartawan senior, Aristides Katoppo. Beliau adalah kawan berkelahi saat masih jadi anak Menteng. Keduanya lebih banyak bercerita soal masa lalu dengan setting kawasan elit Jakarta itu. Saya lebih banyak mendengar saja obrolan mereka.
'Setelah jumpa dengan kawan-kawanku zaman dulu seperti Tides itu, aku merasa bahwa semakin menua, aku semakin tidak punya musuh,' kenang oom, yang saat itu menjelang usia 80 tahun. 'Kamu tahu kenapa aku seperti itu?' tanya oom.
'Semakin tidak punya musuh?' tanya saya, memperjelas pertanyaan sang maestro.
'Ya,' jawabnya pelan.
'Mungkin karena oom semakin hari semakin baik. Semakin bijak,' jawab saya, yang tidak siap dengan pertanyaan itu.
'Karena musuh-musuh gue sudah meninggal semua, goblok ... Paham?'
Dan kami pun tertawa bersama.

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/e3365d78c5bd463587a906fd5076f8d8?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon