HUANG DAFA, 36 TAHUN MENGGALI 3 GUNUNG DAN 10 BUKIT

Loading...

Seorang petani asal Tiongkok menghabiskan waktu 36 tahun menggali saluran air, "menembus" 3 gunung dan 10 bukit—dengan menggunakan peralatan tangan sederhana dan bahan peledak. 

Hal ini dilakukannya demi mengalirkan air untuk desanya yang terpencil.

Petani bernama Huang Dafa ini membangun saluran irigasi sejauh 9,6 km di Provinsi Guizhou, dari tahun 1958 hingga 1994. 

Para penduduk desa yang terinspirasi, kemudian menolong Huang mewujudkan cita-cita mulianya. Setelah selesai, mereka menamai saluran irigasi ini dengan nama Dafa Channel (Saluran Dafa) untuk menghormati kerja keras Huang Dafa.

Setelah lebih dari dua dekade, kisah nyata yang luar biasa ini diangkat kepada masyarakat umum , tepatnya pada April 2017.

Masalah Serius

Sebelum saluran irigasi ini ada, ketersediaan air bagi 1200 penduduk Desa Caowangba merupakan masalah serius. Terletak di balik pengunungan dengan ketinggian 1.249 m, desa itu tidak memiliki sumber air. 

Maka, para penduduk harus berjalan selama dua jam ke desa tetangga Yebiao, kemudian mengantre di mata air.

Cara lain untuk memperoleh air adalah menampung air hujan—itu pun kalau cuaca mendukung. Atau, berjibaku mengumpulkan air yang menggenang di tebing dan bukit yang curam.

Warga desa bertengkar untuk mendapatkan air minum, sudah biasa terjadi. Kemiskinan pun makin menjadi-jadi, karena warga hanya bisa menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar.

Para penduduk desa saat itu hanya punya dua pilihan: pasrah dengan keadaan yang ada atau pindah ke lokasi yang lebih bersahabat.

Ide Irigasi

Solusi alternatif muncul saat Huang Dafa terpilih sebagai kepala desa pada 1958. Melihat masalah yang ada, ia ingin mengalirkan air dari desa Yebio, yang berjarak 3 gunung itu. 

Lalu, dengan sedikit ilmu, ia mulai menggali. Harapannya saat itu, warga yang lain akan terinspirasi dan ikut terlibat. Akhirnya, terkumpul 200-an relawan yang bekerja menggunakan sekop dibantu bahan peledak. Mereka mengukur dengan batang bambu dan mata telanjang. 

Dinding saluran ditopang dengan lumpur kuning dari tebing (bukan dengan semen).



Hasilnya? Ternyata tidak serta merta sukses. Setelah menggali saluran sepanjang 100,5 meter, misalnya, Huang dan para relawan kecewa karena tidak ada air mengalir. Proyek itu tidak berjalan seperti harapan karena mereka kurang ilmu soal irigasi. 

Saluran ini sempat menjadi jalan pintas bagi penduduk saat bepergian, namun hancur saat bencana air bah datang.

Air dan Listrik

Huang kemudian dipindahkan pemerintah untuk bertugas di sebuah PLTA di daerah yang lebih padat. Saat itu usianya sudah 54 tahun.

Karena masih menyimpan impian soal irigasi desa, Huang lantas memanfaatkan waktunya di kota untuk belajar ilmu sistem irigasi. Tepatnya di Fengxiang Water Conservation Bureau, Zunyi.

Pada awal 1990-an, ketika Desa Caowangba mengalami musim kering yang parah, Huang dan penduduk desa sepakat untuk kembali menggali saluran air—kali ini dilengkapi dengan pengetahuan yang benar. 

Mereka pun lebih bersemangat dan percaya diri. Sebagai inisiator, Huang aktif membimbing setiap warga untuk membangun, memperbaiki, serta merawat saluran air.


Huang lantas meminta pemerintah daerah mendanai proyeknya dengan uang senilai Rp 115,8 juta ditambah 190 ribu kg jagung. 

Penduduk desa sendiri, sekalipun hidup miskin, mampu menyumbang uang Rp 25 juta. Mereka bisa memulai proyek mereka lagi pada 1992.

Pada 1994, proyek selesai. Desa Caowangba akhirnya punya air yang memadai dan mengalir teratur. Penduduk bisa menanam padi. Mereka lebih rukun, lebih tenang dalam bekerja dan belajar. 

Pada tahun yang sama, listrik juga mengalir ke desa itu.“Kalau mau maju, kita tidak seharusnya menunggu sesuatu terjadi. Puluhan tahun hidup saya, bisa saja berlalu tanpa ada sesuatu pun terjadi,” kata Huang.



Huang, yang saat ini berusia 81 tahun, kini hidup layak. Ia sangat disegani dan dihormati, dianggap sebagai pahlawan.
Luar biasa!

Sumber : http://www.andriewongso.com/huang-dafa-36-tahun-menggali-3-gunung-dan-10-bukit/
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon