Mau Bisnis? Jangan Dipikir, Jalani Saja !

Loading...
Terkadang ada orang yang mau bisnis saja ribetnya minta ampun. Harus belajar manajemen dululah, akuntansi lah, ini itu lah. 

Padahal bisnis bukan seperti itu, tapi bagaimana anda berani memulai dan siap dengan berbagai keadaan.
Ada orang bilang begini, “Mas bukannya bisnis perlu ilmu-ilmu ekonomi ya, akuntansi ya, manajemen ya”. Saya jawab iya. Tapi bukan berarti anda harus menguasai segala hal, baru anda berbisnis. 
Begini lho, bisnis itu lihat-lihat dulu berapa besar bisnis yang ingin anda bangun. Kalau anda ingin membangun bisnis dari skala kecil untuk apa belajar begituan. 
Contoh anda ingin membuka warung Mie Ayam, lalu anda belajar manajemen, akuntansi, dll terlebih dahulu, itu anda belum selesai mempelajarinya, saingan anda sudah buka cabang dua, ya kan? 
Kecuali bisnis yang ingin anda bangun adalah berskala besar, seperti pakai dana Investor ber MM jumlahnya. Nah mau tidak mau anda harus paham hal-hal teknis seperti itu. Tapi kalau bisnis anda kecil, apa coba yang mau diitung?
Prinsipnya begini, semua ilmu dalam bisnis adalah penting. Tapi lebih penting lagi anda berani membuka bisnis. Bisnis mengajarkan kecepatan, apa-apa harus serba cepat. Bahkan ada perkataan “If you are not fast, You are food!” “Kalau kamu tidak cepat, akan disantap!”. Artinya bahwa tak perlu banyak tau diawal tetapi berani memulai. Kalau anda berani melangkah, pasti nanti mikir. Kalau anda mikir, belum tentu melangkah.
Contohnya adalah, berapa banyak sih orang Indonesia yang paham dan ahli tentang manajemen, akuntansi, bla bla. Tapi apakah iya dia punya bisnis? saya tidak janji ya. Nah sebaliknya, apakah orang yang bisnisnya sukses, sedari awal dia paham manajemen, akuntansi, dll? kok saya rasa tidak ya.hehe. Sekali lagi, orang yang berani membuka bisnis pasti dia mikir, kok ndak laku ya? maka harga dimurahin, produk dibagusin, marketing di luasin. Kok rugi ya? manajemen di perbaikin, efisiensi ditingkatin, bla bla. Nah awalnya yang tadi tidak paham akhirnya paham, karena sambil praktek dan sudah punya bisnis. Sedangkan orang yang idealis dari awal harus paham semua, belajar juga belum tentu bisa, bisnis juga tak punya. Pilih mana hayo???
Nah soal kecepatan sebenarnya adalah bahasan menarik mengenai otak kanan dan otak kiri. Otak kanan menganjurkan kecepatan dan langsung jalan, sedangkan otak kiri adalalah yang banyak itung-itungan. (Penjelasan megenai dua otak ini akan dibahas dalam artikel selanjutnya). Banyak survey menunjukan bahwa orang yang memiliki bisnis sukses kebanyakan adalah hasil implementasi dari otak kanan. Contoh, Chairul Tanjung, orang yang ndak harus kuliah di manajemen, akuntansi, tapi berani buka bisnis Fotocopy saat kuliah. Padahal jurusannya sendiri adalah Kedokteran Gigi yang setiap hari ya praktikum, ya laporan, ya kuliah, yassalam. Tapi apa hasilnya? Dia lebih cepat dari teman-temannya yang kuliah di jurusan-jurusan tersebut. Apa kelebihannya? Otak kanan tentunya.
Jadi intinya, kalau anda mau cepat, mau buka bisnis, mau sukses, ndak perlu banyak dipikir. Kata Bob Sadino, “Bisnis itu bukan dipikir, tapi DI BUKA” Yap begitulah kira-kira. Mau cepat atau tidak, anda sendiri yang menentukan!

Sumber : http://www.talkbisnis.com/mau-bisnis-tak-usah-banyak-dipikir-2/
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon