Mau Cari Uang atau Cari Kerja?

Loading...
Jumlah penduduk semakin meningkat dari hari ke hari. Jumlah sarjana yang lulus dari perguruan tinggi pun semakin banyak. Ironisnya, hal ini tidak diikuti oleh tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai. Lalu apa yang terjadi? Menjamurnya pengangguran! Sarjana menjadi bagian dari masalah, bukan justru malah menyelesaikan masalah.

Selama ini kita selalu berpikir linear: sekolah, kuliah, lalu mencari pekerjaan. Seakan-akan uang itu hanya didapatkan dari hasil mencari pekerjaan. Jika yang anda cari adalah uang, tetapi anda mencarinya dalam pekerjaan, maka dapat dipastikan anda akan menemukan banyak pekerjaan, dan tentunya sedikit uang. Nggak percaya? Mari kita telusuri!
Jika yang anda cari adalah uang, tetapi anda mencarinya dalam pekerjaan, maka dapat dipastikan anda akan menemukan banyak pekerjaan, dan tentunya sedikit uang.
Mencari pekerjaan tentu banyak pesaingnya. Jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pelamar. Anda harus mempunyai ijazah yang memadai untuk bisa diterima di sebuah perusahaan. Nilai anda harus baik, track record anda dalam beroganisasi juga harus baik. Biasanya anda akan melewati serangkaian tes untuk dapat masuk dan bekerja pada sebuah perusahaan. Anda akan melewati seleksi administrasi, tes tulis, tes kesehatan, dan tes wawancara. Mendebarkan, bukan?!
Berbeda dengan mencari uang. Anda hanya cukup mempunyai kemauan. Sudah itu saja. Tidak perlu berbagai syarat njlimet yang membuat kepala anda pusing. Anda hanya membutuhkan keberanian untuk membuka bisnis yang sesuai dengan minat anda. Anda pun sudah bisa memulai bisnis. Sederhana, kan?!
Pertama kali yang harus anda lakukan untuk mencari pekerjaan adalah melamar sana-sini. Anda akan mencatat perusahaan apa saja yang membuka lowongan pekerjaan, karyawan di bidang apa yang dibutuhkan, dan apa saja syarat-syarat serta berkas yang diperlukan.  Proses ini tentu tidak mudah. Anda akan bersaing dengan sejumlah pelamar lain yang mungkin mereka mempunyai persiapan dan kualitas yang lebih baik dari anda.
Lain halnya dengan anda mencari uang. Anda cukup mempunyai sesuatu yang hendak anda jual, lalu mencari konsumen. Jika anda tidak mempunyai sesuatu yang bisa untuk anda jual, maka anda bisa menjualkan barang milik orang lain, dengan harga yang sedikit anda naikkan untuk mengambil keuntungan. Mudah, kan?!
Ketika anda ingin mencari pekerjaan anda harus mempunyai ijazah. Di mana anda mendapatkan ijazah? Ya di lembaga pendidikan formal lah. Anda harus masuk ke pendidikan formal, lebih baik yang favorit, biar mendapatkan ijazah yang kredibel dan bisa digunakan untuk melamar pekerjaan. Eh, tapi untuk bisa masuk di lembaga pendidikan kan perlu seleksi juga, perlu bersaing, perlu belajar keras? Duhh, sampai pusing sendiri saya. Ya begitulah kalau anda ingin mencari pekerjaan. Repotnya minta ampun. Belum lagi nanti ketika sudah masuk di lembaga pendidikan yang favorit, anda akan menjalani proses pendidikan yang tidak mudah, penuh perjuangan, dan kompetisi yang ketat. Haduhh, semakin pusing saja saya.
Kalau anda mau mencari uang anda pasti bertanya, “Dari mana saya mendapatkan pengetahuan dan ilmu untuk saya gunakan mencari uang?” Gampang, anda hanya perlu bertanya kepada mereka yang sudah berpengalaman dan mereka yang sukses. Anda hanya perlu belajar bagaimana mereka memulai, mereka berproses, dan akhirnya sukses. Belajarlah dari bagaimana mereka hidup. Dengarkan nasehat-nasehat dari mereka, saran-saran mereka, tips-tips dari mereka. Ambil yang anda perlukan, dan simpan yang kurang anda perlukan, siapa tahu kelak anda membutuhkan.
Anda hanya perlu bertanya kepada mereka yang sudah berpengalaman dan mereka yang sukses.
Begitulah perbandingan antara bagaimana mencari uang dan bagaimana mencari pekerjaan. Keduanya mempunyai persamaan, yakni sama-sama membutuhkan proses. Yang mau mencari pekerjaan juga membutuhkan proses, yang mencari uang juga membutuhkan proses hingga akhirnya sukses. Mau pilih yang mana, itu terserah anda. Mau pilih cari pekerjaan oke, mau pilih cari uang juga oke. Saya hanya ingin mengingatkan anda sekali lagi, “Jadi, apa yang sebenarnya yang mau anda cari, uang ataukah pekerjaan?”.

Sumber : http://www.talkbisnis.com/mau-cari-uang-atau-cari-kerja/
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon