Bob and Me : "Bertukar Mobil"

Loading...
Kedatangan pertama saya ke rumah 2121, kediaman sang Maestro, adalah kedatangan yang tak terlupakan bagi saya. Siang itu, saya pakai mobil pertama yang saya beli dari hasil usaha sendiri, sebuah mobil pick up Daihatsu tahun 1997, yang masih lumayan bagus kondisinya.
Di halaman rumah yang cukup asri, dengan begitu banyak pepohonan yang rimbun, terparkir dua mobil Jaguar keluaran tahun terakhir. Masih cling, kondisinya sangat terawat.

Balutan catnya masih mengkilat. Ibaratnya, lalat nempel saja kepleset. Ada beberapa mobil lain, yang setara kelasnya. Sebuah pick up doyok parkir di sebelah Jaguar edisi terbaru, tentu jarang terjadi, pikir saya.
Sang Maestro menyambut di lobby depan rumah. Itu lah pertama kali saya masuk ke rumah itu dari pintu depan. Biasanya, di hari-hari berikutnya, saya lebih suka masuk lewat pintu dapur. Kelak, saya melalui pintu depan kembali di tahun 2015, saat mengantar jenazah beliau, dari rumah sakit ke rumah duka.
Kami mengobrol ngalor-ngidul di meja makan. Sang Maestro lebih banyak bertanya, dan saya menimpali. Sesekali beliau memberi komentar atas jawaban saya. Lepas shalat Ashar, saya pamit. Tak saya duga, sang Maestro meminta kunci mobil saya. Tak hanya sampai di situ. Beliau membuka pintu, dan menghidupkan mesinnya. Mencoba maju-mundur, lalu parkir ke tempat semula. Saya menunggu mobil berhenti dan menghampiri.
'Nal, sebelum Lu pakai ini, Gue sudah pakai. Jadi nggak perlu tanya-tanya soal operasional mobil ini. Sekarang gantian. Nih, kunci Jaguar. Coba Lu pakai!' perintah sang Maestro.
'Ini bukan kunci, oom. Cuma remote saja,' komentar saya.
'Huh dasar kuno. Buka pintunya dulu. Nggak perlu pakai kunci seperti mobil ini,' kata sang Maestro sambil memberi contoh dengan menggunakan remote cadangan. Beliau masuk ke mobil dan memencet sebuah tombol. Mesin mobil pun hidup.
'Mau coba?'
'Nggak oom. Nanti malah ingin bawa pulang,' jawab saya, ngasal.
'Lu bawa deh. Besok pagi Lu ke sini lagi. Kembalikan mobilnya,' jawab sang Maestro sambil keluar dari Jaguar. Mesin mobil masih dalam keadaan hidup.

Pemilik hak cipta: Zainal Abidin Sidik

Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga
'Nggak oom. Kalau cuma sehari bawa Jaguar, besok balik lagi bawa pick up, kebanting rasanya. Nantilah kalau saya punya uang, mobil ini saya beli. Itu juga kalau oom mau jual,' jawab saya menolak tawaran beliau.
'Oke Nal. Jangan lupa besok ketemu di Kemchicks ya,' kata sang Maestro sambil melambaikan tangan yang menjadi ciri khasnya.

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/8e6f03a1a65d4365bbca6b36912da170?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon