Bob and Me : "Di 6 Momen Ini, Bob Sadino Tanpa Celana Buntung"

Loading...
Salah satu pembeda yang paling nyata antara sang Maestro dengan pengusaha lain adalah gaya busananya. Umumnya pengusaha, dalam berbagai acara resmi mengenakan stelan jas dan dasi. 
Beliau, dalam berbagai acara resmi, konsisten sejak muda, hanya mengenakan celana buntung belel berbahan jeans, yang dipadu dengan hem lengan pendek kotak-kotak. Keduanya tidak dijahit rapi pada bagian ujungnya, sehingga benang-benangnya tampak lepas.
Hampir di setiap kegiatan yang dijalani sang Maestro, pilihan busana seperti itulah yang dikenakannya. Bahkan termasuk ketika memenuhi undangan para wakil rakyat yang sempat heboh di tahun 80an. 
Pertemuan pada akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena para anggota DPR yang terhormat tidak sudi dengar pendapat dengan tamu yang dianggap tidak sopan. 
Dengan pakaian yang sama, juga di tahun 80an, beliau menemui tamu istimewanya, presiden Soeharto. Berturut-turut setelah itu, semua presiden kecuali Gus Dur, ditemui dengan pakaian yang serupa.
Celana buntung dengan hem lengan pendek tanpa jahitan, seakan sudah menjadi trade mark sang Maestro. 
Jangankan saat menemui para presiden, bahkan saat memenuhi undangan dari rumah ibadah maupun lembaga keagamaan, trade mark itulah yang beliau tampilkan. Beliau lebih suka menolak undangan daripada harus keluar dari pakem berpakaian yang sudah menjadi cirinya.
Hanya pada 5 momen lah, sang Maestro rela keluar dari kebiasaannya berbusana, yaitu :

Referensi pihak ketiga
1. Menghadiri undangan pernikahan
Sebagai anggota masyarakat, sang Maestro juga sering mendapat undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan dari banyak kenalan dan kerabat. 
Pada acara seperti ini, beliau biasanya mengenakan stelan jas dan dasi. Terakhir, saya melihat oom Bob mengenakan pakaian adat saat menjadi saksi pernikahan Naomi Susan.

Referensi pihak ketiga
2. Melayat orang meninggal
Pada momen ini, sang Maestro biasanya mengenakan busana celana panjang dan hem lengan pendek. Keduanya berwarna sama, hitam.
3. Tidur
Sang Maestro adalah orang yang sangat konservatif. Di malam hari, saat-saat menjelang tidur, beliau mengganti pakaiannya dengan setelan piyama, celana panjang dan baju lengan panjang. Bahkan untuk event di luar kota, beliau membawa pakaian ini satu dua stel.

Referensi pihak ketiga
4. Berkuda
Olahraga berkuda, adalah olahraga yang sangat digemari sang Maestro, dan beliau benar-benar menekuni olahraga ini secara serius. 
Bukan sekedar mahir menunggang kuda, beliau juga sangat memahami filosofi dan tata kramanya. Itu sebabnya, saat menunggang kuda, penampilan beliau memang lain dari biasanya.
5. Shalat
Dalam penampilan keseharian, sang Maestro memang menampilkan diri sebagai orang yang sangat tidak agamis. Bahkan di depan orang-orang dekatnya. Celana buntung, seringkali dipersepsi orang lain sebagai tida menutup aurat. Terlepas dari hal itu, dalam beberapa kegiatan di luar kota maupun di luar negeri, secara tidak sengaja saya melihat beliau shalat. masih dengan baju piyama plus bawahan mengenakan sarung. Ini juga barang bawaan yang tak pernah lupa dibawa di dalam koper.

Referensi pihak ketiga
6. Akhir kehidupan
Pakaian terakhir yang menyelimuti tubuh sang Maestro, adalah beberapa lembar kain kafan. Tidak ada lagi celana buntung belel berbahan jeans. Tidak ada lagi hem lengan pendek dengan kedua ujung lengan tidak berjahit. 
Di akhir kehidupan, kain kafan lah pakaian wajib bagi setiap jenazah seorang muslim. Tentu saja, dengan pengecualian bagi mereka yang meninggal dalam kondisi khusus. Allahummagh firlahu, warhamhu ...

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/5b4b29c81b02498ebaba8a54497fdfcc?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon