Bob and Me : "Duren"

Loading...
Oktober 2007, ada sebuah event besar yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Nasional. 
Tempatnya di salah satu venue di kawasan Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Jogjakarta. Sebagian peserta adalah para guru kewirausahaan di SMK dari seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta. Pembicaranya, sang Maestro.

Acaranya, seperti biasa, cukup seru. Beberapa guru dan kepala sekolah, langsung didaulat goblok. Bukannya marah, mereka justru ketiban berkah. 
Siangnya, mereka semua mendapat hadiah yang mungkin tidak terlupakan seumur hidup. Makan siang bersama, dalam satu meja bersama sang Maestro, Bob Sadino.
Di ujung acara, beliau didaulat untuk menjadi gurunya guru-guru Kewirausahaan SMK. Ya, kepedulian pada dunia pendidikan, membuat beliau bersedia menjadi salah satu ikon yang mendukung pengembangan SMK, dengan slogan SMK Bisa. 
Beberapa video testimoni tentang dunia pendidikan SMK, juga menampilkan sang Maestro. Bahkan, saya pun kebagian berkah. Tak lama setelah acara itu, saya diminta menjadi salah satu konsultan untuk pengembangan wirausaha di SMK, di instansi tersebut. 
Berteman dengan minyak wangi, kita kebagian wanginya. Berteman dengan bedug, kulit kambing digebukin terus. Ha ha ha ...
Malamnya, kami masih menginap di Jogjakarta. Biasanya, ada saja yang mengajak kami kuliner lokal. Dan malam itu, beberapa guru SMK, dengan kendaraan sekolahnya, mengajak wisata kuliner ke bakmi Mbah Mo. 
Lokasi yang agak jauh dan masa tunggu yang lama, jadi kendala. Tapi sudah disiasati. Jadi, sampai di lokasi, kami langsung makan tanpa menuggu. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, kami pun kembali ke hotel.
Saat itu, ternyata sedang musim duren. Iseng-iseng saya tanyakan, apakah oom suka? Tak saya sangka, beliau menyahut. 'Siapa takut?' Saya colek pak Marlock. 
'Bagaimana? Mampir?' tanya saya. Keduanya mengangguk. Dan mobil pun menepi, ke jejeran pedagang duren. Beberapa guru yang ikut dalam rombongan, terpaksa ikut.
Kami masuk ke salah satu tenda. Pedagang duren merasa ketiban rejeki. Sebelum melayani kami, ia mencium tangan sang Maestro. Kapan lagi ketemu pengusaha unik ini, mungkin begitu pikirnya.
Beberapa butir duren dibelah. Isinya bagus semua karena sudah dicoba. Sang Maestro mengambil beberapa bagian dari hampir semua duren yang sudah dibelah. Seorang guru bertanya, 'Tidak khawatir kolesterol, oom?'
'Dasar goblok. Bahan nabati nggak ada kolesterol,' jawab sang Maestro sambil menikmati durennya.
'Jay, ini duren yang paling enak. Manis, dan ada pahitnya. Jadi aku sudahi makan durennya.' Dan saya percaya sama sang Maestro soal ini. Durennya saya nikmati sampai habis ...

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/4e4152fa52eb4143aa96856982970aeb?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon