Bob and Me : "EO Nakal 1"

Loading...
Tak terhitung jumlahnya, lembaga atau organisasi yang meminta sang Maestro untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya berwirausaha. Juga sekolah dan perguruan tinggi. 
Tak ketinggalan juga, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang event organizer, yang jeli melihat peluang. Fajar menyingsing di dunia wirausaha, berarti juga munculnya tambang uang bagi industri seminar dan pelatihan.

Suatu saat, sang Maestro diundang seminar di Batam. Menilik spanduk dan pamflet yang muncul di sekitar lokasi seminar, tampak sekali bahwa event organizer penyelenggara seminar, sangat serius mempersiapkan acara. 
Tempatnya representatif. Kapasitas gedung cukup besar, dan sepertinya target tercapai mengingat jumlah peserta yang hadir lebih dari seribu orang. Hotel tempat kami bermalam juga cukup representatif di kota itu.
Sayangnya, tidak semua event organizer memiliki etika bisnis yang memadai. Usai acara, tidak ada satupun panitia yang bisa dihubungi. 
Para pelaksana seminar yang bertugas ternyata para profesional, yang bukan karyawan EO. Bahkan sampai seluruh peserta pulang, panitia yang menjemput kami di bandara, tidak menampakkan batang hidungnya. Kontak telepon tidak bisa dilakukan.
Akhirnya kami kembali ke hotel dengan kendaraan charteran yang kami bayar sendiri. Saat hendak check out, ternyata hotelnya belum dibayar. 
Tanpa banyak cing-cong, kami lunasi. Sampai di bandara, kami langsung membeli tiga tiket kembali ke Jakarta. Beruntung, ada 3 tiket kelas bisnis.
'Romantika hidup, Jay. Semoga Tuhan masih kasih rejeki sama orang-orang itu ...' Begitu sikap beliau.

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/fece99f56aa44704b6f18c52eb15b942?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon