Bob and Me : "EO Nakal 2"

Loading...
Lain Batam, lain pula di Bali.   Di bandara Ngurah Rai, sang Maestro pernah berada pada posisi seperti Tom Hanks pada film The Terminal.  
Bukan akibat negaranya bubar sehingga beliau tidak memiliki kewarganegaraan, tapi karena pihak pengundang, sebuah event organizer lokal, membatalkan acara secara sepihak tanpa pemberitahuan.  Bahkan, tidak bisa dikontak sama sekali.
Saat itu, sang maestro berangkat dengan 2 tiket sekali jalan dari Bandara Soetta ke Ngurah Rai Denpasar yang diberikan panitia.  Beliau ditemani pak Gino, yang memang biasa menemani jika kami (saya dan pak Marlock) berhalangan.  
Memang hal yang tidak biasa, tetapi bukan sekali itu saja terjadi.  Dalam keadaan demikian, tiket pulang akan diberikan kemudian, setelah acara selesai.  hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari sang Maestro kepada pengundang.
Kami kontak-kontakan selama 2 jam, dan akhirnya diputuskan untuk kembali ke Jakarta.  Pak Gino kami pandu untuk reservasi tiket Garuda Indonesia, dari Denpasar ke Jakarta.  Beruntung, saat itu bukan peak season.  Tiket dengan mudah bisa didapatkan, dan dengan segera sang Maestro kembali ke Jakarta.
Kami menjemput di Jakarta.  Tidak terlihat wajah gusar dari wajah sang Maestro.  Cuma satu kalimat datar yang keluar dari mulut beliau.  'It's my life, Jay ...'
Waktu masih menunjukkan pukul 18.15 saat pak Poniran menghampiri kami di lobby terminal 2 bandara Soetta.  Masih ada cukup waktu untuk menuju warung Bakmi Jawa di bilangan Blok M, kesukaan kami.  Dan Jaguar pun meluncur meninggalkan bandara.

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/50d7aef9331d4ce0a8736046fdab837a?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon