Bob and Me : "Kerja"

Loading...
Bukan rahasia lagi, bahwa langkah-langkah awal sang Maestro, adalah perjalanan yang penuh dengan cerita susah. 
Saat kembali dari negeri Belanda, beliau membawa serta dua unit kendaraan yang cukup mewah. Satu unit, ditukar dengan sebidang tanah yang kini menjadi bagian dari Kemang Mansion, yang menjadi lokasi Kemchicks. 

Satu unit lagi, menjadi sarana untuk mencari penghidupan sehari-hari sebagai pengemudi taksi gelap.
Sayangnya, sang mobil kesayangan itu tidak bisa lama digunakan. Sebuah kecelakaan lalu lintas membuat beberapa bagiannya ringsek dan tidak ada cukup dana untuk memperbaikinya. Dengan terpaksa kendaraan itu dijual dengan harga murah.
Riwayat masyhur yang tertulis di banyak buku tentang sang Maestro, menyebut bahwa setelah itu beliau sempat jadi pekerja bangunan. Tiada lain. Padahal, di periode itu, banyak pekerjaan yang menguras tenaga, dijalaninya. 
Misalnya, menjadi pemungut bola tenis, sparring partner bermain tenis, dengan bayaran seikhlasnya. Beliau tidak pernah menetapkan tarif tertentu. Bahkan, kadangkala bayarannya hanya dua M. Makasih Mas ...
Tidak ada kehendak merahasiakannya. Seperti dikisahkan sebelumnya, sang Maestro adalah sebuah gitar tua, yang menuntut kepiawaian pemetiknya. Kepada saya, di suatu sore, beliau bercerita lancar sekali soal ini. Tanpa merasa terpaksa.
'Menjadi sopir taksi gelap, pekerja bangunan, pemungut bola atau sparring partner bermain tennis, adalah sisi hidup kerja kerasku, Jay,' begitu cerita sang Maestro. 'Apa yang kulakukan di Kemchicks ini, adalah bagian dari kerja cerdas,' sambungnya.
'Tanpa menetapkan tarif tertentu, semoga menjadi bagian kerja ikhlasku. Marlock dan Lu aja yang kadang-kadang memungut angka dari langit sebagai tarifku. Dan banyak orang goblok percaya itu. Ha ha ha ...'

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/4fa434c91b7742e6a79a4c5adefd6b03?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon