Bob and Me : "Konsisten"

Loading...
Sejak awal 2000an, permintaan kepada sang Maestro untuk menjadi pembicara seminar, terbilang cukup padat. 
Tentu saja, ini seiring dengan meningkatnya gairah masyarakat untuk memulai usaha sendiri. Topiknya, tentu saja memaparkan pengalaman berwirausaha yang beliau alami sendiri.

Sang Maestro, bukanlah satu-satunya pembicara untuk topik itu. Ada banyak yang lain, baik pengusaha asli maupun KW. Nggak berlebihan, kalau saya sebut jutaan seminar besar dan kecil, dilaksanakan untuk topik ini. 
Dan, sejarah kemudian membuktikan sebuah konsistensi. Sampai akhir hayatnya, beliau masih berkibar sebagai pengusaha sekaligus pembicara untuk topik itu.
Di sisi lain, tak terhitung jumlahnya, yang datang dan pergi. Ada yang usahanya bangkrut habis-habisan, sehingga karir pembicaranya pun ikutan redup. Ada yang rusak kedua karirnya karena kasus tertentu. 
Ada juga yang mengaku punya usaha, tapi kemudian terbukti bahwa usahanya virtual. Tidak ada dalam kenyataan.
'Jay. Ada orang yang hidup sehari-harinya penuh rekayasa. Wujudnya kere, tapi penampilan seperti orang kaya. Usaha orang lain, diakui sebagai miliknya. Sosial media dipakai untuk mendongkrak popularitasnya. Tikus ngaku gajah.' Sang Maestro mulai 'bersabda'.
'Aku memilih hidup apa adanya. Percayalah pada rekayasa Tuhan. Itu sebaik-baik rekayasa. Konsisten saja dengan kata dan tindakan. Itu yang akan membuat karir kita bisa bertahan, bahkan menanjak ...'

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/2f9b181e9da34dd1a9f298bdd0b943ef?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon