Bob and Me : "MLM"

Loading...
Sebagai pelaku bisnis yang sudah banyak makan asam garam, sang Maestro seringkali menjadi salah satu sumber referensi bagi para wartawan, pada saat marak suatu trend bisnis baru. 

Itulah yang terjadi ketika di dalam negeri, mulai tumbuh genre bisnis baru yang disebut MLM. Multi Level Marketing.
Sebagai sebuah bisnis, MLM tentu saja memiliki instrumen atau aturan yang menjadi ciri khas sebuah bisnis. Ada produknya. Ada pemasok produknya. 
Ada penjualnya. Hanya mungkin cara jualannya saja yang berbeda. Hirarkinya diatur sedemikian rupa, sehingga penghasilan dari masing-masing jenjang, terdistribusi secara sistematis.
Kalau MLM yang sesungguhnya, pendapatan tertinggi para pelakunya, seharusnya berasal dari penjualan produk. 
Siapapun pembelinya, baik kalangan anggota maupun non anggota. Kalau penghasilan terbesarnya bukan dari penjualan produk, berhati-hatilah. 
Jangan-jangan itu hanya money game. Misalnya, anggota mendapat bonus besar dari rekrutmen anggota. Ini berbahaya. Begitu pendapat sang maestro.
'Oom tertarik dengan bisnis MLM?' tanya seorang wartawan.
'He he he. Aku sudah punya bisnis. Jadi, bisnis inilah yang akan terus aku jalani. Nggak perlu aku menekuni bisnis baru, walaupun modal jejaring bisnis, yang dibutuhkan dalam bisnis MLM ini, aku punya banyak sekali. 
Cuma memang, hidupmu belum lengkap kalau kamu belum pernah diprospek untuk ikut bisnis MLM,' sang maestro menutup pembicaraan.
Sumber artikel : Pengalaman pribadi bersama Bob Sadino

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/5383088245ba40baa431e95a4074e271?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon