Bob and Me : "Pasrah Total"

Loading...
Moment bertiga atau berempat (bersama pak Marlock dan pak Poniran) di dalam mobil, saat perjalanan dari lokasi seminar kembali ke rumah adalah saat yang paling tepat untuk memperdalam bahasan. 
Seminar seringkali tidak memberikan ruang yang cukup untuk mengeksplorasi permasalahan sampai tuntas.
'Kalau dulu mulai dari titik nol, apa anehnya jika suatu saat nanti juga harus kembali ke titik nol?' Itu potongan quote yang saya tangkap dari paparan sang Maestro tentang resiko.
'Apakah dengan begitu, kita usaha sekenanya saja?' tanya saya membuka percakapan.
'Jay. Lu belajar agama lebih banyak dari Gue. PerintahNya, usaha itu mesti maksimal. Cari deh ayatnya. 
Pasti ketemu. Jadi, harus dengan perhitungan dan pertimbangan yang matang. Kalau tidak mengerti, cari konsultan yang memang sudah teruji dan keahliannya mumpuni. Tim juga mesti punya kompetensi yang mendukung. 
Bukan sekedar teori, tapi cekatan dalam praktek. Kalau perlu, bayar mahal.' Sang Maestro menghela napas panjang.
'Pakai informasi yang up to date, dari sumber yang kredibel. Secara umum, referensi dari majalah profesi atau jurnal terbaru lebih baik daripada buku. Luar negeri masih lebih baik daripada dalam negeri. 
Dan ingat. Yang terpenting adalah informasi yang lengkap. Bukan informasi yang banyak (nantilah kita bahas soal ini). Jangan terjebak opini. Coba Lu cek. Ikan Lou Han, lobster air tawar dan sejenisnya. Pepesan kosong yang cuma bikin untung segelintir orang,' lanjutnya.
'Kalau semua usaha itu sudah dilaksanakan, baru pakai prinsip di atas. Pasrah, setotal-totalnya pasrah, karena semuanya hanya akan terjadi atas izinNya.'

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/96c074cb319e4fc79796793892e4af1b?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon