Bob and Me : "Pensiun"

Loading...
'Jay. Tempo hari ada teman Lu datang ke sini. Kami diskusi soal pensiun dini bagi orang-orang yang sudah bekerja dan ingin segera jadi pengusaha.' Sang Maestro memulai pembicaraan di cafetaria Kemchicks. Saya paham orangnya.
'Keren topiknya oom,' saya menimpali. 'Pas juga nih. Saya mau ajak oom isi acara untuk memotivasi para pensiunan.'
'Umur berapa pesertanya Jay? Cocok nggak mereka kita monyet-monyetin?'
Kami tertawa bersama. 'Di atas 50 tahun oom. Tapi informasi yang saya dapat, mereka bakal dapat modal awal untuk memulai usahanya.'
'Oke. Yuk kita mainkan. Cuma kadang aku kasihan sama para calon pensiunan itu.' Sang Maestro geleng-geleng kepala.
'Coba pikir Jay,' kata oom sambil meletakkan satu telunjuk di dahinya. 'Para calon pensiunan itu, sejak muda (pikiran masih segar, kondisi tubuh masih sehat, ide-ide mengalir deras), bekerja habis-habisan, dimotivasi untuk mengejar prestasi tinggi untuk perusahaan (milik orang lain).' sang Maestro menarik nafas dalam-dalam, lalu menyeruput espresso dari cangkir mungil di hadapan beliau.
'Dan setelah mereka sudah mulai menua. Gerakannya melambat. Tubuh sakit-sakitan, daya pikir tidak secemerlang waktu masih muda, mereka dipensiunkan. Diberi sedikit modal, lalu diminta untuk mengelola usaha mereka sendiri.' Sang Maestro meringis.
'Masuk akal?' Itu pertanyaan pamungkas yang membuat saya bersyukur, memutuskan pensiun dini di usia tigapuluhan ...

Pemilik hak cipta: Zainal Abidin Sidik

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/d24d32f7ed1f49159af2b4219aca6580?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon