Bob and Me : Ponzi

Loading...
'Jay. Kita pernah bahas soal usaha MLM yang sesungguhnya. Tentu saja menurut aku. Kalau ada MLM yang sungguhan, pasti ada antagonisnya. Sebutlah itu MLM jadi-jadian.' Kami tertawa bersama.
'Abal-abal, oom,' saya menimpali ungkapan sang Maestro.

Saat itu, memang sedang ramai usaha MLM yang menawarkan paket cepat kaya dengan sistem keanggotaan yang diatur sedemikian rupa. Pengelolanya dari beraneka latar belakang. 
Bahkan ada juga yang dikelola oleh public figure. Produk yang dijual ada beberapa macam, tapi penghasilan terbesarnya bukan dari penjualan produk, tapi dari rekrutmen anggota.
'Kalau MLM sungguhan, usahanya berkembang karena ada produk yang dijual, bermutu tinggi. Lalu bagaimana dengan MLM jadi-jadian?' tanya saya, memancing jawaban sang Maestro.
'Setiap MLM jadi-jadian seperti ini, mempersyaratkan uang pendaftaran. Dan makin tinggi syarat ini, berhati-hatilah. Hampir pasti ini jebakan Batman,' lanjut oom.
'MLM itu, arti harfiahnya pemasaran dengan sistem berjenjang. Bentuk umumnya, piramida. Jadi, ada leveling anggota. Kalau Lu ikut jadi aktivis MLM ini di saat awal, masih mungkin Lu bisa ada di bagian atas piramida. 
Kesempatan kayanya bisa lebih cepat. Tapi kalau masuknya di saat akhir, duit Lu cuma habis untuk nyumbang rumah dan mobil untuk orang yang ada di bagian atas.' Sang Maestro menggambar sebuah skema berbentuk piramida di atas kertas. Di bagian bawah, oom menulis KAPAN KAYANYA?
'Semakin Lu ada di bagian bawah, ya siap-siap aja jadi kuda tunggangan. Duit Lu cuma dibagi-bagi ke atas. Diiming-imingi kaya. Ikut seminar, bayar. Mengundang orang untuk diprospek, paling tidak harus membayarinya ngopi.' Untuk kesekian kalinya kami tertawa bersama.
'Itu ada literaturnya oom. Sebutannya, pakai skema Ponzi. Lebih populer disebut Money Game,' sambung saya.
'Entah apalah sebutannya, Jay. Yang pasti, sejarah begitu terus berulang. Yang kaya dari bisnis itu, nggak banyak. Tapi yang bercita-cita kaya dan nggak kesampaian, jauh lebih banyak. Kasihan mereka.' Sang Maestro menyeruput espressonya.
'Sampai sebegitunya orang cari uang, sampai rela memperkuda orang lain,' pungkas beliau.
'Dan, masih ada saja orang yang mau jadi kudanya!' Saya geleng-geleng kepala. Kami pun tertawa bersama lagi.

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/4305011b53084e998215b8a3b2902a0c?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon