Bob and Me : "Sekolah Monyet"

Loading...
Hari-hari ini, seolah mengingatkan saya kembali dengan situasi tahun 2011, ketika saya melepas jabatan sebagai Direktur Institut Kemandirian. 
Ya, di akhir 2017 ini, saya harus melakukan hal yang sama, dan memulai kegiatan baru tahun depan.

Sehari setelah serah terima, saya sudah siap dengan konsep Sekolah Monyet. Dan orang pertama yang antusias dengan konsep itu adalah sang Maestro. 
Juga pak Nukman Lutfi, jagoan internet dan sosial media. Satu orang menolak karena namanya tidak manusiawi. It's ok.
Tak menunggu lama. Konsep pun dilaksanakan. Semua siswa, 8 orang (dua perempuan, enam laki-laki), saya ajak tamasya ke Jogyakarta dengan kereta eksekutif. Tiketnya bayar sendiri-sendiri. 
Di atas kereta api, mereka saya traktir makan dengan menu terenak hari itu. Usai makan, semua harta benda yang melekat pada masing-masing peserta saya sita, dan saya turun di Cirebon, kembali ke Jakarta dan lanjut berlibur ke Bali. 
Para siswa saya minta melanjutkan perjalanan ke Jogyakarta dengan bekal satu bungkus mie instan dan satu botol air minum dalam kemasan. Pesan terakhirnya, kita bertemu kembali di Gambir, 3 hari kemudian.
Jangan anggap saya tenang menunggu 3 hari di Bali. Ketar-ketir sekali. Ini pengalaman yang ekstrim. Bagaimana jika ada peserta yang tidak bisa pulang?
Dan hari yang ditunggu pun tiba. Dari Bandara Soetta saya menuju Gambir, menyambut para siswa dari Jogyakarta. 
Orang tua salah satu siswa ada yang ditemani aparat kepolisian. Mungkin agak curiga, anaknya masuk kelompok terlarang. 
Tapi alhamdulillah, semua siswa kembali tanpa kekurangan apapun. Bahkan sesi hari itu kami tutup dengan bertemu sang Maestro, di Kemchicks.
Pesan beliau pendek, tegas. 'Hari ini baru awal. Masih ada masa susah 20 - 30 tahun ke depan. Kalau anda semua tahan, monyet-monyet hari ini akan berubah menjadi manusia beradab.'

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/33cd0011081f4ab4a39c1971e24106b7?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon