Bob and Me : "Somasi"

Loading...
Sependek ingatan saya, ada tiga buku yang secara officially, ditulis dan diterbitkan berdasarkan persetujuan sang Maestro, yaitu (1) Agribisnis yang Membumi, (2) Mereka Bilang Saya Gila dan (3) Belajar Goblok karya Dodi Mawardi.

Buku pertama ditulis oleh seorang begawan dan intelektual pertanian sekaligus staf pengajar di Institut Pertanian Bogor, Prof. DR. Ir.  Sjamsoe'oed Sadjad dan diterbitkan oleh Penerbit Gramedia.  Buku kedua dan ketiga, diterbitkan oleh penerbit yang sama : Kintamani.
Buku kedua, sebenarnya adalah buku kecelakaan.  Sahabat saya, Edy Zaqeus, sama sekali tidak diprogram untuk menulis buku itu.  Beliau pun tidak terlibat dalam proses awal penulisan sejak awal.  

Sebuah 'insiden' menyebabkan sang Maestro mencari penulis lain untuk buku itu.  Dan Edy melakukan tugasnya dengan happy ending.  Terbitlah buku ini dengan launching besar-besaran di toko buku Gramedia Matraman.
Buku ketiga, sedianya bakal dijadikan buku 'legacy' sang Maestro.  Sayangnya, akibat insiden itu, penerbitannya ditangguhkan. 
Di luar ketiga buku itu, saya menemukan beberapa buku yang menjadikan figur sang Maestro sebagai bahasan, yang kemudian saya laporkan.   Ada yang satu buku khusus, ada yang hanya dalam satu dua bab saja.   
Tapi semua itu tanpa persetujuan sang Maestro.   Sebagian hanya amati, tiru dan modifikasi (ATM) dari berbagai sumber.   Beliau yang sangat concern dengan etika bisnis, merasa prihatin dengan hal itu.
Saya diminta mengonsep surat somasi kepada beberapa penerbit.  Intinya, meminta penerbit menarik buku-buku itu dari toko buku.   Tentu saja ini bukan surat somasi sungguhan, tetapi hanya untuk pembelajaran untuk para penerbit, agar lebih peduli soal etika bisnis.
Yang menarik adalah respon para penerbit itu.  Ada penerbit yang segera merespon Surat Somasi itu dengan mengontak saya melalui telepon yang saya cantumkan di bagian bawah surat.  
Ada yang menjawab via email dan meminta waktu untuk berjumpa langsung dengan sang Maestro.  Ada juga yang buru-buru merespon dengan membuat surat penarikan kepada toko buku.  Info ini saya dapat dari seorang kawan yang bekerja di sebuah jaringan toko buku besar.
Semuanya saya fasilitasi untuk bertemu sang Maestro.   Dan semuanya 'dikeramasi' beliau soal etika bisnis.  Walau awalnya ada nada marah, suara bernada tinggi, akhirnya happy ending.  
Tidak ada penarikan buku secara paksa.  Tidak ada tuntutan hukum sampai ke meja hijau.  Tidak ada transaksi bayar-bayaran. Dan yang terpenting, pesan-pesan soal etika bisnis, sampai.

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/250a1de1d18f4c23bf11954ec11aad46?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon