Bob and Me : "Trust"

Loading...
Sekali waktu, ponsel saya berdering. Sebuah nama yang tak asing berkedip di layar. Bob Sadino. Hm, pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan. 
'Jay, oom. Sedang di Jakarta. Oom dimana?' sapa saya, to the point. Itu kebiasaan oom. Tidak ada basa-basi, ucapan selamat atau tanya kabar. Pertanyaan biasa yang muncul dari beliau, 'Kamu dimana Jay?'  

Makanya saya pun menjawab to the point, sekaligus menanyakan posisi beliau. Biasanya hanya ada dua jawaban. Di rumah atau di warung. Kemchick.
'Kemang ya. Ditunggu!' 
Dan klik. Ponsel ditutup. Ucapannya pelan, tapi saya tahu persis. Itu perintah. Jika tak ada halangan mendesak, wajib hukumnya saya datang. Pasti ada pelajaran berharga.
Saya lupa waktu itu ada dimana, tapi dengan segera saya putar haluan menuju Kemchicks di kawasan Kemang. 
Dan oom sudah menunggu bersama sahabat dan guru saya juga, pak Marlock. Di meja ada satu dus seperti kemasan susu. Setelah saya dekati, ada tertulis di sana, 'Rice Milk'. Usai salam-salaman, sayapun duduk di hadapan oom.
Susu beras? Apa pula ini? Tanya saya dalam hati. Dan pertanyaan itu pun muncul dari mulut saya. Oom membuka tutup kemasan dan menuang isinya ke sebuah gelas kosong.
'Coba minum,' perintah oom.
'Nggak beralkohol kan?' tanya saya.
'Minum aja. Nggak diracunin kok,' jawab oom. 
Saya meneguk sedikit. 
'Tajin oom?' Saya menyebut sebuah istilah yang sudah jarang disebut anak-anak zaman sekarang untuk jenis air rendaman beras. Dulu, air tajin sering digunakan oleh para ibu sebagai pengganti susu, karena harga lebih murah dan bisa diperoleh lebih mudah.
Oom Bob dan pak Marlock tertawa. 
'Coba lihat harganya,' perintah oom lagi.
Rp. 98.000,- untuk satu liter air tajin? Fantastik!
'Laku oom?' tanya saya.
'Yaaah, kalo 100an liter sebulan mah keluar,' jawab oom.
Ha ha ha. Ini juga salah satu kehebatan oom. Beliau mengemas air tajin yang murah harganya sebagai Rice Milk dengan harga melambung tinggi. Susu Beras dijual mahal, dan laku!
'Hebaaaat,' saya berdecak kagum. 
'Lu tahu kenapa ini laku? Apa cuma karena nama lokal diganti kebarat-baratan seperti kopi tubruk diganti black coffee? Apa cuma karena Susu Beras gue ubah jadi Rice Milk?' tanya oom.
Saya menggeleng.
'Coba pikir, seandainya barang ini lu yang jual. Laku nggak?' 
Skak mat lagi.   Jaminan mutu di balik nama Bob Sadino, saya yakini sebagai salah satu faktor penentunya. Bukan soal sekedar nama atau kemasan, tapi TRUST pada nama besar KemChicks dan Bob Sadino, yang bertahun-tahun dibangun dan dijaga terus-menerus. Itu jawaban saya. TRUST ...
Hargamu, harga produkmu, tergantung pada seberapa tinggi kepercayaan calon pembeli padamu!

Sumber : https://c.uctalks.ucweb.com/detail/0c20b718e9b84af5a7d199567f7d6c73?uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvnwpflameefut&stat_entry=personal&comment_stat=1
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon