Bangkit dari Musibah Tsunami, Anggun Kini Sukses Jadi Pebisnis Online

Loading...
Bangkit dari keterpurukan akibat tsunami Aceh tak membuat gadis cantik berusia 24 tahun ini putus asa. Kenangan pahit pada 2004 itu membuatnya terpisah dari keluarganya dan hidup dalam panti asuhan.
Gigih dan tekun mungkin menjadi gambaran yang tepat bagi Anggun. Sejak usia muda, perempuan kelahiran Aceh, 2 Februari 1994 ini sudah berani terjun ke dunia bisnis sebagai pengusaha online. 

Sejak dimulai tahun 2014 silam, kini Anggun telah sukses menjual camilan khas Aceh yaitu Pisang Sale secara online di Tokopedia. “Saya sudah terbiasa diajarkan oleh Bunda untuk tidak bermalas-malasan. Jadi, jika kira-kira ada peluang, saya coba untuk manfaatkan. Apalagi sekarang semua sudah serba online, jadi semakin mudah untuk berjualan. Yang penting mau mulai aja dulu,” tutur Anggun.
Lapak digital Anggun bernama Peukan Online. Selain aneka macam sale, Anggun juga menjalin kerja sama dengan beberapa mitra untuk menjual produk oleh-oleh lainnya khas Aceh, seperti kue keukarah, kopi gayo, hingga daun salam koja.
Dari bisnisnya online-nya, Anggun mampu meraih omset sebesar Rp15 juta per bulan. Ini belum termasuk bulan-bulan ramai, seperti bulan menjelang tahun baru atau hari raya. Jika sedang dalam bulan ramai, penghasilan Anggun bisa sampai dua kali lipatnya. Menurut Anggun, apapun bisa menjadi besar jika diperhatikan secara seksama dan tak menyerah untuk terus belajar melihat potensi pasar.
Bangkit dari nol
Anggun berkisah, sebelum tsunami melanda Aceh pada tahun 2004 silam, keluarganya sudah memulai usaha pisang sale. Kala itu, pisang didatangkan dari Aceh Timur. 
Bencana tsunami melanda, dan hal itu mengubah drastis kondisi kehidupan Anggun dan keluarganya. Anggun dititipkan ke panti asuhan, sedangkan ibundanya tinggal di barak. Rumah Anggun dan beberapa rumah di kampungnya tersapu bersih gelombang tsunami, sebab lokasinya amat dekat dengan laut. Beruntung, sebuah lembaga nonpemerintah memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah keluarganya dan beberapa rumah lainnya.
Di rumah itulah Anggun dan keluarganya kembali merajut mimpi. Dia mulai menjalankan lagi bisnis sale pisang. Usaha yang dibangun terus berkembang. Bahkan dia mulai mengembangkan bisnis lainnya, yakni pengasapan sale pisang.
“Tadinya sale pisang yang kami beri brand Rizki ini hanya dipasarkan ke toko-toko terdekat dan para tetangga saja. Kemudian, waktu itu saya ada mendapat tugas kampus untuk berjualan secara online. Saat itu, di tahun 2014 di Aceh itu sedang tren sekali jual beli barang secara online di Tokopedia. Saya coba untuk buka toko juga di sana, dan ternyata responnya sangat baik,” cerita Anggun.
Peukan Online kini telah dibantu oleh dua karyawan tetap dan beberapa ibu rumah tanga di sekitar rumah Anggun yang dipekerjakan untuk turut membantu produksi. “Memang niatnya dari dulu kalau buka usaha ingin turut membantu orang-orang di sekitar untuk tambah penghasilan. Alhamdulillah sekarang tercapai,” ucap Anggun.
Untuk mengembangkan usahanya, Anggun kemudian mencoba membuat varian rasa dari sale pisang. Salah satu yang menjadi andalan adalah sale pisang legit. Awalnya Anggun mencoba memasarkan secara online dengan jumlah terbatas.
“Setelah memasarkan produk baru, saya biasanya tunggu ulasan dulu dari pelanggan-pelanggan yang pesan, dari ulasan itu kemudian saya tau di mana kelebihan dan kekurangan produk kami,” ucap Anggun.
Anggun merasa senang bisa memasarkan produknya secara online. Selain itu, ia juga bisa berkeliling mengirim produk, menuruti keinginannya untuk bekerja tanpa diam. Namun demikian, Anggun juga memendam impian untuk bekerja di bidang teknologi informasi. Bidang inilah yang digelutinya di bangku kuliah di Medan. (inf)

Sumber : https://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/inspirasi-bisnis/bangkit-dari-musibah-tsunami-anggun-kini-sukses-jadi-pebisnis-online
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon