Bisnis Jutaan Dolar Sang Mantan Gamer

Loading...
Sebagai mantan pencandu game, Ashadi Ang paham betul sulitnya membeli vocer game. Betapa tidak, para pemain harus memiliki berbagai vocer yang mereka beli untuk berbagai permainan yang berbeda. 
Selain itu, distribusi vocer yang dulu sangat terbatas makin menyulitkan gamer untuk membeli ataupun menambah saldonya. 

Ini yang mendorong lulusan ilmu komputer dari Universitas Coventry Inggris itu membesut UniPin, sistem pembayaran yang bisa digunakan untuk berbagai jenis game, enam tahun silam.


Kini, di bawah PT 24 Jam Online, Ashadi sukses membesarkan UniPin menjadipayment gateway untuk game terbesar di Indonesia. Dengan keunggulannya, UniPin digunakan di 5 ribu game lebih yang diterbitkan oleh 250 penerbit game.
Di kantornya, Ruko Prisma Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ashadi menuturkan kepada SWA bahwa ide membesut UniPin datang ketika dia bekerja di perusahaan teknologi informasi yang khusus membuat peranti lunak untuk lembaga koperasi di Indonesia. Belakangan, dia terpikir membuat sebuah vocer yang bisa menyatukan seluruh pembayaran di berbagai game online. Alhasil, meluncur UniPin, akronim dari Universal Pin yang bermakna “satu pin untuk semua game. “Slogan kami adalah ‘Satu untuk Semua, Semua untuk Satu’,” Ashadi menjelaskan slogan yang identik dengan semboyan tiga ksatria pelindung raja Prancis di abad pertengahan itu.
UniPin dikembangkan Ashadi selama bertahun-tahun. Riset saja butuh waktu dua tahun, belum termasuk pengembangan sistem dan tim. Bisnis yang meluncur enam tahun silam ini pun telah merasakan langsung perubahan perilaku pemain game. Dari zaman warung internet sampai kini para pemaingame menggunakan PC atau laptop, bahkan ponsel pintar masing-masing.
Produk UniPin terdiri dari dua jenis vocer. Pertama, UniPin Express yang tersedia dalam enam denominasi, dari Rp 10 ribu sampai Rp 500 ribu. “Ini jenisdirect top up, tidak perlu registrasi. User bisa membeli electronic pin UniPin diconvenient store atau mobile agent, lalu redeem game credits,” kata Ashadi.
Kedua, UniPin Wallet untuk menampung pembelian dalam jumlah besar sehingga memerlukan registrasi. Setelah mendaftar, pengguna mendapat UniPin Account atau UniPass. Keunggulannya, UniPin Walet dapat diisikan ke berbagai macam game dengan berbagai denominasi. “Kebanyakan user yang top updengan nilai besar selalu menggunakan Wallet karena mendapat reward setiap mengisi akunnya,” kata Ashadi seraya menyebutkan, 60% pelanggan UniPin menggunakan Wallet.
Salah satu penunjang popularitas UniPin adalah strategi distribusinya, yakni memilih memperluas penyebaran vocernya melalui gerai minimarket seperti Indomaret. Dengan demikian, pemain game tidak terbatas membeli di warung internet saja. Belakangan, distribusinya bertambah dengan menggandeng tiga penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia: Telkomsel, Indosat, dan XL. Jadi, pengguna tinggal memotong pulsanya untuk mendapatkan vocer UniPin.”
Selanjutnya, perbankan pun digandeng sehingga pengguna bisa membeli langsung melalui mobile bankinginternet banking, serta transfer via mesin ATM. “Yang membuat kami terfavorit dan terbesar adalah dari sisi user experience ini. Kami kan bidangnya jasa, jadi harus benar benar melihat dari sisi servis. Sejak pertama kali berdiri, kami sudah menganut filosofi ‘customer is our soul’,” kata Ashadi menegaskan.
Prinsip tersebut dianutnya berkat pengalaman buruk ketika menjadi gamer. Dulu, Ashadi kerap dipusingkan dengan masalah waktu respons yang lama dari para penyedia jasa vocer game. Pasalnya, mereka tidak memiliki sistem yang baik untuk menanggapi jutaan konsumennya. Pengalaman ini memacunya untuk melayani pelanggan dengan baik saat membesut UniPin. Terlebih saat ini, ketika jumlah pelanggannya telah mencapai tiga juta, layanan pelanggan menjadi semakin krusial.
Bahkan, Ashadi mematrikan komitmen respons layanan pelanggan UniPin paling lambat lima menit dalam menanggapi keluhan pengguna. “Sampai sekarang, saya juga masih suka mengecek langsung, saya ikut mengontrol. Kalau saya terjun langsung begini, pastinya tim CS juga harus all out. Bahkan, sampai hari ini alamat e-mail saya masih pakai CS1,” paparnya.
Adapun model kerjasama yang diusung, UniPin hanya menangani aspek pembayaran, sedangkan penerbit game fokus mengembangkan game. Dengan jumlah pengguna mencapai jutaan, tim UniPin bisa mendorong pengguna terus menambah saldonya.
Melalui big data analysis, UniPin mampu menganalisis perilaku dan tren pengguna game. Data berharga ini lalu disetor ke para penerbit game. Salah satu kegunaan data ini, para penerbit dapat memprediksi waktu promosi gameyang paling tepat.
Berbagai keunggulan UniPin (seperti distribusi produk yang luas dan terjangkau, layanan pelanggan yang mumpuni serta big data analysis) juga sukses memenangi hati para penerbit game besar dunia. Yang terbaru bergabung adalah Moonton, penerbit game Mobile Legend yang memiliki 30 juta pengguna di Indonesia.
Alhasil, UniPin terus melaju kencang di industrinya. Ashadi membeberkan, UniPin memproses tak kurang dari 6 transaksi per detik dan mencetak 2 ribu-6 ribu pelanggan baru saban hari. Omset UniPin mencapai US$ 1 juta lebih per bulan. “Dari pendapatan ini, kami juga ada feedback ke komunitas untuk pembinaan. Dulu kami juga sisihkan Rp 50 setiap transaksi untuk Yayasan Kehati. Kalau sekarang untuk mahasiswa kurang mampu,” ungkap Ashadi.
UniPin pun masih terus berupaya menarik pelanggan baru dengan menggaetgame-game anyar. Strategi ini harus ditempuh lantaran setiap game memiliki daur hidup terbatas.
Hingga kini, total terdapat 5 ribu game dari 250 penerbit yang bekerjasama dengan UniPin. Karena pencapaian itu, UniPin sukses mencetak rekor versi Rekor Bisnis (ReBi) sebagai payment gateway untuk game terbesar dan terfavorit. “Kami juga tiga tahun berturut-turut mendapat award dari majalahKotak Game sebagai payment gateway terfavorit,” ujar Ashadi.
Setelah sukses di Indonesia, Ashadi menjajaki peluang berekspansi ke Filipina, selanjutnya Vietnam dan Kamboja. “Penjajakannya tidak sulit karena di kawasan Asia Tenggara mereka sudah tidak asing dengan UniPin. Mereka juga paham bahwa kami sanggup mengelola pelanggan dan transaksi yang jumlahnya besar,” kata Ashadi tandas.
Reportase: Yosa Maulana
Sumber : https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/bisnis-jutaan-dolar-sang-mantan-gamer
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon