KISAH IMAN USMAN SUKSES KEMBANGKAN STARTUP RUANGGURU

Loading...
CEO sekaligus Co-Founder RuangGuru, Iman Usman, mendirikan RuangGuru pada 2014 bersama sahabatnya, Belva Devara, saat menekuni ilmu pendidikan di Columbia University New York, USA.  Kini, RuangGuru adalah satu dari sedikit startup edtech di Asia Tenggara yang terus berkembang dan mampu memberi solusi bagi dunia pendidikan di tanah air.

Dalam perjalanannya, RuangGuru terus berinovasi hingga melahirkan program terbaru mereka RuangBelajar, platform pembelajaran digital yang dilengkapi dengan ribuan video materi dan pembahasan dengan lebih dari 1200 sub-topik untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA.


"Iman Usman"
Via Facebook

Hitsss berkesempatan melakukan wawancara dengan pria yang berdarah Padang. Dengan penuh percaya diri, alumni program studi Hubungan Internasional, Universitas Indonesia ini  menjawab pertanyaan. Petikannya. 
Bagaimana ceritanya membangun RuangGuru bersama Belva?
Di saat sekolah, waktu itu S-2, saya sama partner Belva, kita bikin yang namanya Ruang Guru. Perusahaan yang bergerak di bidang layanan pendidikan tapi berbasis teknologi. Jadi, saya dengan Belva bikin di 2014. Intinya bagaimana kita mengembangkan konten-konten dan layanan-layanan pendidikan yang berbasis video, atau soal-ujian, atau  mencari guru privat, dan lain-lain, itu bisa diakses secara online oleh pelajar-pelajar Indonesia.
Seperti apa RuangGuru sekarang?
Saat ini kita sudah digunakan oleh lebih dari 4 juta pelajar di Indonesia. RuangGuru sendiri juga sudah menerima berbagai apresiasi dan penghargaan dari berbagai organisasi dan institusi baik luar negeri maupun dalam negeri. RuangGuru juga pernah menjadi situs pendidikan terbaik Indonesia.
Kenapa memilih startup pendidikan?
Saya sudah lama terlibat di dunia pendidikan, berkecimpung di dunia non-profit, dan aktivitas lain yang berhubungan dengan pendidikan. Waktu itu saya berpikir kita butuh lompatan yang jauh secara signifikan kalau kita mau meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Caranya kita bikin akses yang dapat dinikmati semua orang, kita juga bisa memonitor kualitasnya, dan itu hanya mungkin dengan adanya teknologi.


"Iman Usman dan Adamas Belva"
Via Facebook

Jadi ini merupakan wujud kepedulian?
Saya dan Belva punya pengalaman serupa. Kita mengalami kesulitan mencari materi pelajaran, mencari guru privat juga tidak ketemu, sehingga pada akhirnya kita berpikir kenapa tidak coba saja bikin sendiri. Kita bikin (Ruang Guru) Akhirnya, seperti sekarang berkembang dan layanannya juga makin bervariasi.
Berapa banyak karyawan RuangGuru?
Sekarang karyawan kita sudah 300 orang yang full-time.
300 orang itu tersebar di mana saja?
Di Jakarta, Jogja, Medan, dan Semarang. Tapi mostly di Jakarta.
Bisa diceritakan tentang pendanaan yang didapatkan Ruang Guru?
Kita – Alhamdulillah – sudah memperoleh beberapa putaran pendanaan. Jadi kita sudah share funding, series A, series B. Terakhir, series B-nya kita dipimpin oleh UOB Venture Management. Jadi venture capital-nya bank UOB di Singapura. Tapi ada juga beberapa institusi lain yang berpartisipasi ada Ventura, Ace Venture, dan beberapa organisasi lain. Harapannya dengan pendanaan ini kita bisa bertumbuh jauh lebih cepat, lebih signifikan, kita bisa hire best talent untuk join Ruang Guru dan mungkin bisa lebih agresif dari sisi marketing dan pengembangan produk.
Siapa konsumen utama dari Ruang Guru?
Yang sudah mengakses sudah lebih dari 4 juta dari SD sampai dengan SMA.
Mahasiswa?
Yang kuliahan mungkin jadi guru privat, paling gitu.
Apakah ada strategi khusus Ruang Guru dalam berbisnis?
Kita banyak kemitraan dengan pemerintah, swasta, organisasi lain. Dengan pemerintah kita sudah punya kemitraan dengan 33 provinsi dan 305 kabupaten. Kita juga ada kemitraan dengan LINE Messaging Aps, Telkom, Telkomsel, dengan sejumlah bank, lumayan banyak. Maksudnya kemitraan sudah dibangun dan bentuk-bentuk kemitraan juga berbeda-berbeda.
Kedepannya, RuangGuru akan seperti apa?
Pastinya kita mau fokus dengan apa yang kita punya dulu sekarang. Jadi dari sisi produk kita bagaimana caranya meningkatkan kualitasnya; mengembangkan counter-counter-nya jauh lebih banyak lagi, dan jauh lebih berkualitas. Kita juga mau nama RuangGuru lebih dikenal luas.
Ada tip bagi milenial Indonesia?
Untuk pembacanya Hitsss negara ini punya banyak masalah; ada pendidikan, kesehatan, lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain gitu. Maksudnya itu masalah tapi juga peluang dan kesempatan. Jadi, bagaimana caranya kita sebagai anak muda, sebagai milenial, nggak cuma komplain, bukan cuma kritik, tapi juga mulai menjadi bagian dari solusi; mulai memikirkan apa yang bisa dikontribusikan untuk mengurangi atau bahkan menangani masalah ini.
Terakhir, ada saran bagi yang sedang membangun startup?
Kalau untuk pegiat startup, pesannya sih untuk selalu berinovasi. Dari inovasi itu, mungkin yang paling pentingnya kita lebih banyak mendengarkan pada kebutuhan user. Jadi konsumen kita sebenarnya: apa sih yang dibutuhkan mereka? Dan, berpikir bagaimana caranya bisa membantu untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Tentu tantangan di startup sulit; tidak mudah dengan bermacam-macam problematika. Yang penting jangan cepat menyerah.(Dul/NH)
Sumber : https://www.hitsss.com/kisah-isman-usman-sukses-kembangkan-startup-ruangguru/
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon