MANTAN BURUH INI BANTING SETIR JADI PENGUSAHA, PER BULAN OMZETNYA RP 100 JUTA. APA UHASANYA?

Loading...
Bagi Anda yang bosan menjadi pegawai barangkali bisa meniru Saksono Dwi Handarto. Sebab, setelah keluar dari tempat kerjanya, kini usahanya mampu mencapai omzet Rp 100 juta per bulan. Bagaimana kisahnya?





Bagi Anda yang bosan menjadi pegawai barangkali bisa meniru Saksono Dwi Handarto. Sebab, setelah keluar dari tempat kerjanya, kini usahanya mampu mencapai omzet Rp 100 juta per bulan. Bagaimana kisahnya?
Bangunan kantor sekitar 4 x 6 meter di Jalan Karate No 14, Keluarahan Ngaglik, Kecamatan Batu, itu tampak berbeda dengan beberapa bangunan kantor di sekitarnya. Di depan kantor bercat putih itu tampak beberapa gerobak.
Di sela-sela gerobak itu tampak seorang pria berkacamata sedang sibuk mengecek gerobak. Dia adalah Saksono Dwi Handarto, pengusaha gerobak yang mampu menembus pasar luar negeri. ”Maaf, tempatnya penuh dagangan.
Ngobrol-nya di ruang tamu,” kata Saksono Dwi Handarto kepada Jawa Pos Radar Batu kemarin (20/8).
Pria kelahiran 23 April 1970 ini mengaku memulai usaha jasa pembuatan gerobak sejak tahun 2007. Saat itu, dia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Akan tetapi, karena usahanya terus mengalami tren positif, pada tahun 2008 Dwi memutuskan mundur dari tempat kerjanya. Pria 47 tahun ini memilih untuk fokus mengembangkan usahanya. ”Karena sejak remaja memang ingin jadi pengusaha,” ungkap pria dengan tiga putra ini.
Tak hanya itu, pada tahun 2016 lalu produknya sudah tembus ke pasar Malaysia. Hal ini karena dia rajin memasarkan produknya di media sosial dan website.
”Pembeli dari Malaysia itu tahunya dari internet,” terangnya.
Selain pasar Malaysia, Dwi juga memasarkan produknya ke luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan Sumatera.
Saat ini, omzet usahanya mencapai Rp 100 juta per bulan. Dia pun beberapa kali diminta jadi narasumber dalam seminar kewirausahaan kampus di Indonesia.
”Tiap bulan rata-rata ada sekitar 30 pesanan gerobak,” ungkap suami Tubu Respati ini.
Padahal, Dwi memulai usaha tersebut hanya dengan modal nekat dan tanpa keterampilan khusus. Dwi belajar mengembangkan usahanya secara otodidak dari internet. ”Saya belajarnya hanya lewat internet saja,” ujarnya.
Ke depan, Dwi ingin terus mengembangkan usahanya, serta memotivasi karyawannya. Dia ingin karyawannya juga bisa mandiri seperti dirinya. ”Sukses itu ketika karyawan saya punya usaha yang lebih besar,” tandas dia.
Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: im N
Copy Editor: Arief Rohman
Fotografer: Dian Kristiana
Sumber : http://www.radarmalang.id/mantan-buruh-ini-banting-setir-jadi-pengusaha-per-bulan-omzetnya-rp-100-juta-apa-uhasanya/
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon