Mantan Sopir Ini Sukses Usaha Catering Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Loading...
Tak berlebihan kalau banyak orang bilang bahwa sebuah bisnis berpeluang sukses bila diawali dari hobi.
Pameo ini pas untuk menggambarkan sukses Heni Hermawan dan sang istri, Lilik Afifah, dalam menggeluti usaha catering. Bukan sembarang catering, usaha Heni kini sudah mencetak omzet senilai ratusan juta rupiah perbulan.

Omzet tertinggi mencapai Rp 700 juta di tahun sebelumnya, dan mengalami penurunan sekitar Rp 400-500 juta (perbulan). Namun beda lagi dengan untung yang didapat bisa diperkirakan mencapai ratusan juta.
Ia sudah kenyang jatuh bangun merintis usaha. Paling pahit adalah pengalaman di tahun pertama menikah, 1996 silam. Ia sempat menganggur sampai akhirnya bekerja serabutan. Antara lain dengan menjadi sopir pribadi seorang kerabat, saat itu ia digaji Rp 200 ribu, dari situpun ia harus membayar biaya kontrak rumah seharga Rp 80 ribu, dan sehari-harinya kami harus merasakan makan tahu dan tempe saja.
Ingin mengubah nasib, Heni kemudian merintis usaha jual beli sepeda motor. Kebetulan saat itu sedang booming sepeda motor produk China yang murah meriah.
Hanya sukses sesaat, usaha ini akhirnya gulung tikar. Merugi. Heni pun pusing, memutar otak. Alumnus Unitomo Surabaya ini bertambah sedih ketika putri pertamanya yang berusia tujuh bulan jatuh sakit sampai akhirnya meninggal dunia, di saat dirinya di tengah kesulitan ekonomi.
Tapi 'The life must go on.' Heni berusaha bangkit dari keterpurukan yang dimulai dari:
Hobi Kuliner Membawa Sukses
Ketika bingung mempertahankan hidup, Heni kemudian terinspirasi dengan hobi istri memasak makanan enak-enak.
Pasangan ini kemudian membuka usaha warung nasi kecil-kecilan. Karena masakannya enak, jumlah pelanggan bertumbuh cepat. Tak hanya makan di tempat, banyak yang minta dibungkuskan untuk dibawa ke kantor atau rumah.
Dari mulut ke mulut, lezatnya masakan istri Heni pun cepat jadi buah bibir. Kondisi kota Cilegon yang dikepung pabrik dan sentra-sentra industri sangat mendukung usaha Heni.
Satu-persatu perusahaan yang bermarkas di sekitar kediamannya berebut meminta langganan catering untuk memenuhi kebutuhan sarapan, makan siang hingga makan malam ratusan karyawan mereka.
Singkat cerita, kini Heni dan istri lewat bendera Al Mukarommah Catering meladeni catering untuk sembilan perusahaan berskala besar dan menengah di Cilegon dan sekitarnya.
Dari sembilan itu, empat di antaranya perusahaan berskala besar dengan jumlah karyawan ratusan bahkan ribuan. Antara laian PT Nestle, Kimia Nusantara, Sankyu dan Gajah Tunggal.
Masuk akal kalau omzet usaha Heni berkembang cepat dan mencetak angka ratusan juta rupiah tiap bulan. Apalagi lelaki yang melewatkan masa SMA-nya di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo ini membuka catering Al Mukarommah kawasan sekitar Banten, yakni Cikupa, Bojonegara, Anyer, selain di markas utama di Cilegon.
Di markas utamanya saja, usaha Heni didukung empat armada pengangkut catering. Yakni dua mobil box, satu pick up dan satu mobil Grand Max. Tapi sang istri menolak bila disebut pengusaha kuliner, meski sudah mempekerjakan 45 karyawan.
Hindari Persaingan Tak Sehat
Namanya bsnis tentu tak terhindar dari persaingan. Tapi landasan agama yang kuat membuat pasangan ini bertahan dan menghindar dari persaingan tak sehat.
Tapi karena cenderung bermain lurus-lurus, bisnis catering Al Mukarommah terkadang mengalami cobaan aneh-aneh. Contohnya, bisnis Heni kena iseng ulah mistis pesaingnya.
Banten yang terkenal dengan hal-hal berbau supranatural. mewarnai bisnis keluarga yang taat beribadah ini. Misalnya, entah sudah berapa kali Heni merasakan pengalaman aneh.
Tiba-tiba nasi untuk catering yang baru saja dimasak itu basi! Ini tak sekali saja, tapi berkali-kali. Terpaksa Heni dan anak buahnya menanak nasi lagi untuk mengejar waktu pengiriman makan siang untuk ratusan karyawan perusahaan tertentu.
Heni juga tak luput dari suka-duka dikomplain pelanggan. Misalnya ada yang mengeluhkan nasinya terlalu keras, tapi ada juga yang meminta nasi jangan terlalu lembek, sayur kurang asin dan sebaliknya.
Heni dan Lilik baru menunjukkan rasa kepedulian tinggi kalau keluhannya sudah sangat mengganggu kenyamanan pelanggan. Misalnya keterlambatan pengiriman atau ada komponen menu yang berkurang dari biasanya, karena kesalahan teknis. Anehnya, kenaikan harga kebutuhan pokok yang begitu cepat tak otomatis membuat pasangan ini bisa menaikkan tarif catering.

Sumber : https://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/inspirasi-bisnis/mantan-sopir-ini-sukses-usaha-catering-beromzet-ratusan-juta-rupiah
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon