Prawira, Raih Omset Miliaran dari Belah Doeren

Loading...
Prawira, lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, adalah mantan pegawai yang banting setir menjadi pengusaha makanan olahan durian beromset miliaran rupiah setiap tahun. “Omset kami sekitar Rp 250 juta setiap bulan,” ungkapnya.

Prawira memproduksi aneka makanan olahan durian yang mengusung merek Belah Doeren. Pada 2013 ia memulai usaha ini di lapak seluas 2X2 m2 di kawasan Dago, Bandung. Modal kerjanya mencapai Rp 10 juta untuk membeli durian, memperbaiki lapak, dan menyewa tempat. Selain itu, ia membeli mesin pendingin dan microwave dengan kartu kredit.
Saat itu, Prawira membuat empat varian rasa. Yang paling laris adalah pancakedurian dan durian sauce vanilla. Dagangannya laris manis dan kala itu omsetnya mencapai Rp 100 juta. Lantas, ia segera mengundurkan diri dari pekerjaannya agar bisa mencurahkan semua tenaga dan pikirannya untuk membesarkan Belah Doeren. Di tahap awal, ia tergolong agresif karena membuka enam cabang dalam tempo dua tahun.
Dampaknya, laju bisnis Prawira agak kendur karena konsentrasinya lebih banyak tersita untuk mengelola cabang. Ia kurang mengamati dan merespons perubahan perilaku konsumen, serta pengembangan bisnis kompetitor. Ia pun menyadarinya, dan segera mengubah konsep produk Belah Doeren. ”Di tahun 2016, konsep produk dibuat sebagai produk oleh-oleh dan membuat makanan yang kering seperti brownies,” imbuh kelahiran 1984 ini. Transformasi konsep itu diikuti pemasangan iklan di media sosial agar citra merek Belah Doeren semakin terdongkrak. “Kami fokus mengembangkan brand-nya,” Prawira menegaskan.
Strategi ini berhasil menggugah minat konsumen dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Demi menjaga loyalitas konsumennya, Prawira membuat aplikasi digital. “Kami juga memiliki aplikasi Belah Doeren di Playstore yang ada fitur loyalty stamp-nya. Konsumen mendapat satu stamp setiap belanja Rp 50 ribu,” ia menerangkan. Konsumen yang mengumpulkan 10 stampdiberi chewy soes durian isi 10 seharga Rp 75 ribu.
Pengembangan bisnis itu dilanjutkan dengan memutakhirkan tampilan situs Belah Doeren, memiliki manajemen hubungan pelanggan, dan membangun basis data konsumen. Langkah ini, menurut Prawira, bertujuan meningkatkan daya saing usaha dan nilai transaksi konsumen.
Belah Doeren memproduksi berbagai varian rasa, di antaranya pancake duriannutella, durian sauce vanilla, durian sauce matcha, durian goreng, buttercakedurian, chewy soes durian, dan classic soes durian. Varian rasa yang paling laris adalah brownies, pancake, dan nastar durian. Harga makanan olahan durian itu berkisar Rp 15 ribu-100 ribu.
Camilan durian itu diproduksi di pabrik Belah Doeren di Cimahi. Kapasitas produksinya mencapai 400 kotak per hari. Bahan bakunya (durian) dipasok dari Medan, Sumatera Utara. “Dalam sebulan, kami menghabiskan durian sekitar 2 ton,” tutur Prawira. Ia bersama istrinya mengelola usaha ini dan berbagi tugas. “Saya mengurus marketing dan sales. Sedangkan peran istri membuat produk-produk baru dan varian rasa yang inovatif,” ujarnya.
Reportase: Sri Niken Handayani
Riset : Armiadi Murdiansyah

Sumber : https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/prawira-raih-omset-miliaran-dari-belah-doeren
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon