Sukses Jadi Petani Palawija Setelah Resign dari Bank Dunia

Loading...
Berbekal dari pengalaman selama 13 tahun berkarier di World Bank (Bank Dunia), Muslahuddin Daud kini mampu meyakinkan sejumlah petani ganja di Desa Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, untuk menanam palawija.

“Saya memilih menjadi petani karena ingin mengubah kelompok marjinal untuk dapat hidup yang lebih layak,” kata Muslahuddin Daud dilansir dari Kompas.com, Jum’at (06/03/2018).
Dia juga merupakan mantan aktivis Forum LSM Aceh yang fokus pada program resolusi konflik sejak tahun 1999.
Selama berkarier di Bank Dunia, Muslahuddin mengaku banyak mendapatkan kesempatan untuk berkeliling ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan ke sejumlah wilayah di dunia.
Hal itu membuat ia menemukan sejumlah indikasi yang menjadi faktor para petani di Tanah Air terus tertinggal dan termarjinalkan.
Di Desa Lamteuba, setidaknya Muslahuddin telah memiliki lahan sekitar 20 hektar yang ditanami berbagai jenis tanaman palawija, seperti pepaya, jagung, cabai, dan bawang.
Sejak dua tahun lalu, lahannya itu dikelola oleh empat keluarga mantan petani ganja.
“Ada empat keluarga yang mengelola lahan saya. Mereka saya ajak untuk ikut saya menanam palawija, yang saya tawarkan ke mereka konsep petani cerdas. Artinya, semua petani memiliki potensi, tapi selama ini mereka tidak diberdayakan,” ucap Muslahuddin.
Kini, setiap bulannya Jafaruddin berpenghasilan rata-rata Rp 3.500.000. 
“Alhamdulillah sekarang sudah enak bertani dengan Muslahuddin, setiap bulan rata-rata penghasilan sekitar Rp 3.500.000, tergantung dari hasil panen,” ujarnya.

Sumber : https://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/inspirasi-bisnis/sukses-jadi-petani-palawija-setelah-resign-dari-bank-dunia
loading...
Loading...


EmoticonEmoticon